Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Jendela Keluarga

Inilah Tiga Ciri Istri Sholehah yang Kini Mulai Langka

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 27 Juni 2022 23:25 11:25 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 27 Juni 2022 19:00
Bagikan
istri sholehah
ilustrasi
Bagikan

Salah satu ciri istri sholehah yang kini mulai langka yaitu kuat ibadah wajib dan sunnahnya ditambah memiliki ketegaran dalam mempertahankan prinsipnya

Daftar isi
  • Istri Sholehah Tahan Godaan Dunia
  • Istri yang Tahan Sanjungan
  • Istri yang Tahan Menghadapi Musibah
  • Istri Sholehah adalah Wanita Perkasa
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Hidayatullah.com | TIDAK sulit menemukan muslimah yang giat hadir dalam pengajian, bahkan kerap kali jumlah mereka lebih banyak dari kaum pria. Tetapi wanita yang mampu mengumpulkan antara kekuatan ibadah wajib dan sunnahnya dengan ketegaran dalam mempertahankan prinsipnya kini telah langka.

Adalah Nusaibah, wanita yang sanggup memompa semangat juang keempat putranya, hingga tatkala terdengar berita syahidnya keempat putranya dia bertahmid, Alhamdu lillahiladzi asyrafani biqathlihim (segala puji bagi Allah yang telah memuliakan diriku dengan syahidnya mereka).

Atau seperti Mu’adzah yang tatkala didatangi oleh kaum muslimah yang hendak takziyah lantaran terbunuhnya suami dan seorang anaknya dia berkata, “Jika kedatangan kalian adalah untuk mengucapkan selamat (atas syahidnya suami dan anaknya-pen), saya ucapkan selamat datang, namun jika bukan untuk itu (yakni untuk berbela sungkawa), maaf, silakan kalian kembali.”

Ketegaran inilah yang menjadikan ibadah lebih berarti, pahala terjaga dari segala penyakit dunia. Betapa banyak segunung amal menjadi sia-sia karena bobol benteng pertahanan imannya.

Baca Juga

Anak Saleh Buah dari Kesalehan Orang Tua?
Muharram, Momen Terbaik Menjadi Ibu Terbaik
Kecantikan Muslimah Sejati
Sebab-sebab Durhaka Istri kepada Suami
Anak Shalih dan Shalihah Takdir Allah, Kita Terus Berusaha

Tetapi juga ketegaran hatinya, stamina kesabarannya tatkala menghadapi segala kondisi yang menguji keimanannya. Inilah ciri-ciri istri sholehah yang mulai langka;

Istri Sholehah Tahan Godaan Dunia

Contoh yang mudah ketika seorang istri tak tahan untuk hidup seadanya, menahan diri dari apa yang tidak dimampui suaminya. Memang menjadi hak bagi istri untuk men dapatkan nafkah dari suami, namun bukanlah menjadi keharusan bagi suami untuk memenuhi apa yang di luar kesanggupannya.

Prahara rumah tangga seringkali berawal dari ketidaksabaran istri untuk menahan keinginannya. Terkadang tak hanya berujung pada tidak harmonisnya keluarga, namun juga rusaknya agama keduanya.

Bagi sang istri, ketika merasa apa yang menjadi keinginannya tak terpenuhi, maka kebaikan-kebaikan yang pernah diberikan suami kepadanya seakan sirna tak ada apaapanya. Jadilah dia sebagai seorang istri yang mengkufuri pemberian suaminya, padahal inilah potensi terbesar yang menyebabkan wanita masuk neraka.

Nabi ﷺ bersabda:

وأريــت النار فلم أر منظرا كاليوم قط أفظع ورأيت أكثر أهلها النساء قالوا بم يا رسول الله قال بكفر من قيل يكفرن بالله قال يكفرن العشير ويكفرن الإحســان لو أحسنت إلى إحداهن الدهر كله ثم رأت منك شيئا قالت ما رأيت منك خيرا قط

“Dan diperlihatkan kepadaku neraka dan belum pernah aku melihat pemandangan yang lebih mengerikan dari itu, dan aku melihat kebanyakan penghuninya adalah wanita.” Beliau ditanya, “Dengan sebab apa wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, “Karena kekufuran mereka.” Beliau ditanya lagi, “Apakah mereka kufur kepada Allah?” Beliau menjawab, “Tidak, tapi karena kekufuran mereka terhadap pemberian dan kebaikan, jika engkau (suami) telah berbuat baik kepadanya selama setahun penuh kemudian dia melihat pada dirimu sesuatu yang tidak disukainya dia akan berkata, “Kami belum pernah berbuat baik kepadaku sedikitpun.” (HR: Al-Bukhari)

Amankah perasaan Anda jika dihinggapi musibah ini meski shalat Anda bagus, tahajud tak pernah putus, shaum jalan terus dan semangat beramal tak pernah pupus? Adapun bahaya bagi suami, ketika dia ingin menjaga gengsinya di hadapan istri, tidak mau dilecehkan usahanya oleh istri seringkali hal ini menggelincirkan ia untuk menempuh jalur pintas untuk mendapatkan keinginan sang istri.

Kasus terlalu banyak untuk disebutkan, kerajaan yang bangkrut gara-gara permaisuri atau pejabat nekat korupsi karena diprovokasi sang istri.

Istri yang Tahan Sanjungan

Banyak pula para gadis tergelincir ke lembah nista dan dan terperosok ke dalam lumpur dosa karena gila sanjungan dan popularitas. Ketika kritikan dan nasehat menghujaninya justru dia bertambah tegar di atas kemaksiatannya, bangga dengan dosa-dosa yang dilakukannya.

Padahal Nabi bersabda:

كل أنني معافى إلا المجاهرين وإن من المجاهرة أن يعمل الرجل بالليل عملائه يصبح وقد ستره الله عليه فيقول يا فلان عملت البارحة كذا وكذا وقد بات يسترهربه ويصبح يكثيف سيتر الله عنه “

“Semua umatku akan dimaafkan kecuali yang terang-terangan melakukan dosa, termasuk orang yang dianggap terang-terangan melakukan dosa adalah seseorang yang di malam harinya melakukan dosa di malam hari sedangkan Allah telah menutupinya hingga pagi hari, namun kemudian dia berkata, “Wahai fulan, saya telah melakukan ini dan itu kemarin malam,”Allah telah menutupinya pada alam hari namun dia sendiri yang membuka penutup tersebut.” (HR: Al-Bukhari)

Jika orang yang menceritakan dosanya (bukan karena ingin meminta nasehat) saja dianggap terang-terangan melakukan dosa, terlebih lagi jika seseorang bangga dengan dosa-dosanya. Para penyanyi, penari latar dan pengumbar aurat adalah contohnya, kecuali yang akhirnya diberi hidayah oleh Allah dan meninggalkannya.

Bukankah apa yang mereka kerjakan mendapat ancaman dari Nabi “laa yad-hulnal jannata walaa yajidna riihaha”, mereka tidak masuk jannah dan bahkan tidak mencium baunya?

Istri yang Tahan Menghadapi Musibah

Ibadah (dengan makna khusus) yang berkesinambungan tanpa dilengkapi dengan kekuatan menahan beban penderitaan seringkali menghasilkan nilai kurang dan terkadang hasilnya “nihil”. Pahala bias sirna tak tersisa karena digerogoti oleh dosa yang jauh lebih besar dari pahalanya.

Niyahah (meratap) ketika anggota keluarga meninggal adalah contoh peristiwa yang banyak terjadi di kalangan wanita. Demikian pula keputusan untuk menempuh segala cara untuk menghilangkan penderitaan dan mendapatkan sesuatu yang telah hilang biasanya karena tidak tahannya seorang wanita menyandang beratnya kesabaran.

Sebagian bertanya kepada dukun dan tukang ramal padahal Allah tidak menerima shalatnya selama empat puluh hari empat puluh malam, bahkan umumnya mereka membenarkan berita dari tukang ramal padahal Nabi menyebutnya sebagai bentuk kekufuran terhadap risalah yang dibawa oleh Muhammad.

Istri Sholehah adalah Wanita Perkasa

Maka wanita yang perkasa bukan sekedar kuat ibadah dan amaliahnya, namun juga tabah menanggung segunung beban penderitaan, sanggup mengarungi selaut halangan dan rintangan, tegar ditimpa selangit hujan cobaan dan ujian, dan tak goyah oleh sebumi badai fitnah yang menggodanya, sabar dan syukur adalah senjata andalannya. Wallahu a’lam bishawwab.*/Abu Umar Abdillah

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Istri SholehahIstri SolehahMuslimah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Otoritas Zamfara Serukan Warga Gunakan Senjata Hadapi Geng Penculik
Tulisan selanjutnya Anies Cabut Izin 12 Outlet Holywings

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Haedar Nashir: Reformasi Pendidikan Harus Bertumpu pada Tradisi Ilmu dan Kebijakan yang Berkelanjutan

Berita
8 Juni 2026 20:00
Jenderal ‘Israel’ Naik Pangkat Usai Bunuh Anak Palestina, Kini Dipecat karena Skandal Moral
MUI Kembali Dorong Undang-Undang Ketahanan Keluarga untuk Perkuat Fondasi Bangsa
Haflah Parade Tasmi’ Al-Qur’an, Momentum Mencetak Generasi Penghafal Al-Qur’an
Seorang Ibu Gugat OpenAI Terkait Kematian Putrinya Usai Curhat ke ChatGPT

Terbaru

  • Persidangan Kasus Rodrigo Duterte di ICC Bisa Melibatkan 1.000 Korban
  • Malaysia akan Putus Aliran Listrik dan Air Bangunan Ilegal Termasuk di Penampungan Rohingya
  • Kapalnya Ditembak Dekat Oman India Panggil Diplomat Amerika Serikat
  • Seorang Ibu Gugat OpenAI Terkait Kematian Putrinya Usai Curhat ke ChatGPT
  • Kelompok Hacker Terkait Iran Klaim Retas Drone FBI
  • Jelang Musim Panas UEA Sediakan 12 Ribu Tempat Istirahat Ber-AC untuk Pekerja Luar Ruangan
  • Sikap Prof. H. M. Rasjidi terhadap Jabatan
  • Mengukir Senyum, Merajut Persaudaraan: Hangatnya Kebersamaan Qurban di Dukuh Kwarasan
  • Haflah Parade Tasmi’ Al-Qur’an, Momentum Mencetak Generasi Penghafal Al-Qur’an
  • China Tangkap Akademisi WN Amerika dengan Tuduhan Spionase

Mungkin Anda Juga Suka

5 Tips Mendidik Anak agar Cinta Ramadhan
Jendela Keluarga

Sudahkah Anak Kita Diajarkan Akidah?

3 Desember 2022 20:55
Jendela Keluarga

Menjadi Ayah yang “Mesra” dengan Anak

26 November 2022 07:10
Jendela Keluarga

Akhlak Muslimah, Lembutlah dalam Bicara

8 November 2022 21:45
Jendela Keluarga

Hakikat Wanita Shalihah

4 November 2022 10:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?