Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Jendela Keluarga

“Nak, Kamu Ingin Berbuat Apa?”

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 22 Januari 2021 09:17 9:17 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 22 Januari 2021 09:17
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com | SEORANG anak perlu ditanya oleh guru atau orang tuanya. Tentang masa depan dan cita-citanya. “Nak, kamu nanti ketika besar ingin berbuat apa?” Tidak hanya ditanya “Nak, kamu nanti besar ingin menjadi apa?”

Banyak anak bisa menjawab atau berkata ingin jadi apa. Tapi belum tentu memahami dan bisa menjawab ingin berbuat apa, dari peran yang dicitakannya.

Pada era disrupsi saat ini, ketika berbagai sistem hidup dan informasi dapat berubah serta berkembang dengan begitu cepatnya. Anak perlu dilatih menghadapi berbagai kemungkinan dan dibekali kemampuan untuk dapat berperan di mana saja yang dibutuhkan. Karena banyak saat ini kita menemukan, seorang sarjana bidang tertentu, namun tidak hanya berperan linear di bidang yang menjadi jurusannya.

Banyak sarjana hukum yang menjadi pengusaha, sarjana teknik yang menjadi guru, sarjana ekonomi yang menjadi petani, sarjana pendidikan yang menjadi guru ngaji, hingga yang bukan sarjana saja bisa menjadi menteri. Bahkan tidak sedikit juga sarjana yang di usia dewasanya masih nganggur dan bingung, ingin berbuat atau menjadi apa.

Baca: Muliakanlah Anak-Anakmu!

Hal tersebut tidak menutup kemungkinan pada era disrupsi saat ini. Ketika seseorang dinilai dan berperan bukan lagi hanya karena latar belakang lulusannya, namun yang utama karena ilmu, kemampuan, keterampilan, pengalaman atau kapabilitasnya. Siapa saja bisa menjadi apa saja, dan berbuat apa saja, selama ia memiliki kemampuan dan niat yang besar untuk melakukan apa yang ingin diperbuatnya.

Baca Juga

Anak Saleh Buah dari Kesalehan Orang Tua?
Muharram, Momen Terbaik Menjadi Ibu Terbaik
Kecantikan Muslimah Sejati
Sebab-sebab Durhaka Istri kepada Suami
Anak Shalih dan Shalihah Takdir Allah, Kita Terus Berusaha

Sehingga seorang anak perlu ditanya dan disiapkan untuk apa dia di masa depan. “Nak, nanti kamu besar ingin berbuat apa?” Agar ia memiliki filosofi dan pandangan yang lebih luas serta rinci tentang kehidupan beserta tantangannya. Sebab bisa jadi seorang anak tidak mendapatkan atau menjadi apa yang dicitakannya saat kecil. Tapi ia tetap bisa berbuat dan melakukan apa yang diimpikannya.

Jika ingin dapat membantu dan mengobati banyak orang sakit, ia tidak hanya harus menjadi dokter. Ia tetap bisa membantu orang sakit sebagai pengusaha, dengan kemampuan hartanya.

Jika ingin merubah dan memperbaiki masyarakat, ia tidak hanya harus menjadi seorang pemimpin atau presiden. Ia tetap bisa merubah masyarakatnya menjadi lebih baik, dengan mendidik serta menyiapkan generasinya, sebagai seorang guru di rumah, di sekolah, di pesantren atau di masyarakatnya.

Baca: Perbanyak Kasih Sayang pada Anak agar Kita Makin Disayang Allah

Maka seorang anak perlu dididik sejak kecil atau mudanya. Kita ceritakan tentang sosok-sosok orang bermanfaat dan kisah-kisah hebat tentang perbuatannya. Sehingga terbangun apa yang harus dibuat dan dicitakan untuk masa depannya. Minimal kita harus menanamkan agar ia menjadi seorang yang baik, entah apapun nanti peran atau profesinya. Sebab peran atau profesi itu tidak lepas dari takdir Allah dan ikhtiar manusia. Banyak alternatif jalan kehidupan, dan kita yakin apa yang Allah pilihkan lebih baik dari apa yang kita pilih atau inginkan.

Orang yang baik, yaitu seorang yang jujur, adil, disiplin, rajin, ramah, peduli, yang merupakan watak utama seorang muslim yang dicontohkan oleh Rasulullah ﷺ. Saat ini kita tidak kekurangan orang yang pintar, namun kita lebih butuh orang yang pintar dan menjaga amanah serta akhlaknya.

Orang yang baik, adalah orang yang paling bertaqwa dan bermanfaat bagi yang lainnya, dimanapun ia berada dan menjadi apa pun ia. Lebih bagus lagi jika ia dapat menjadi orang baik dan dapat berbuat atau melakukan banyak manfaat serta berperan sesuai dengan apa yang dicitakannya.*/Bambang Galih S

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:anakcita-cita anakguruorangtua
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pengganti Masjid Babri akan Dibangun pada 26 Januari di Ayodhya, India
Tulisan selanjutnya Doa Setelah Sholat Dhuha KHutbah Jumat: Meraih Nikmat dengan Kasih Sayang Allah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Berita
1 Juni 2026 13:00
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

5 Tips Mendidik Anak agar Cinta Ramadhan
Jendela Keluarga

Sudahkah Anak Kita Diajarkan Akidah?

3 Desember 2022 20:55
Jendela Keluarga

Menjadi Ayah yang “Mesra” dengan Anak

26 November 2022 07:10
Jendela Keluarga

Akhlak Muslimah, Lembutlah dalam Bicara

8 November 2022 21:45
Jendela Keluarga

Hakikat Wanita Shalihah

4 November 2022 10:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?