Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Jendela Keluarga

Wahai Ayah, Bermainlah Bersama Anak-Anakmu

Ahmad
Terakhir diupdate: 2 September 2014 11:33 11:33 am
Ahmad
Dipublikasikan 2 September 2014 11:32
Bagikan
Bagikan

SEORANG ayah memang memiliki tanggung jawab nafkah bagi keluarga, sehingga wajar jika umumnya para ayah sangat sedikit memiliki waktu di rumah. Apalagi yang tinggal di kota besar seperti Jakarta, Surabaya dan lainnya. Tentu selain sedikit, mungkin kondisi fisik kala di rumah sudah sangat lelah.

Namun demikian, seorang ayah tidak boleh terbawa keadaan. Ada satu kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan yang dipesankan Nabi Muhammad Shallallahu Alayhi Wasallam, terutama ketika anak-anak masih balita. Yakni bermain bersama anak-anak.

Sekalipun terkesan sederhana, jika tidak disadari dengan baik, seorang ayah akan sangat kecil kemungkinan mengagendakan waktunya bermain bersama anak-anak. Padahal, bermain bersama anak-anak, terutama kala balita sangat baik untuk menguatkan hubungan bathin antara ayah dan anak.

Tauladan Rasulullah

Rasulullah Shallallahu Alayhi Wasallam sendiri di tengah kesibukannya memimpin umat masih menyempatkan waktu untuk bermain bersama anak-anak.

Baca Juga

Anak Saleh Buah dari Kesalehan Orang Tua?
Muharram, Momen Terbaik Menjadi Ibu Terbaik
Kecantikan Muslimah Sejati
Sebab-sebab Durhaka Istri kepada Suami
Anak Shalih dan Shalihah Takdir Allah, Kita Terus Berusaha

Suatu riwayat menyebutkanRasulullah Shallallahu Alayhi Wasallam menyuruh Abdullah, Ubaidillah, dan lain-lain dari putra-putra pamannya Al-Abbas Radhiyallahu anhu, untuk berbaris lalu berkata, “Siapa yang terlebih dahulu sampai kepadaku akan aku beri sesuatu (hadiah).”

Anak-anak itu pun bergegas berlomba-lomba menuju beliau, kemudian duduk di pangkuan Rasulullah Shallallahu Alayhi Wasallam, lalu Rasulullah menciumi mereka dan memeluknya.

Dengan demikian para ayah jangan sampai tidak mengagendakan waktunya untuk bermain bersama putra-putrinya. Tidak mesti ke taman bermain sebagaimana umumnya orang melakukannya. Cukup di rumah saja; dengan bermain kuda-kudaan, kejar-kejaran atau pun sekedar berjalan-jalan di sekitar rumah sambil mengenalkan anak pada lingkungan sekitar.

Mengubah Emosi

Selain itu, bermain bersama anak bisa mengubah emosi anak. Misalnya, seorang anak marah karena mainannya dipinjam oleh adik atau kakaknya. Kemudian dia menjadi rewel dan mencari perhatian. Dalam kondisi itu bermain bisa membuat emosi anak berubah seketika.

Ajak saja anak untuk berlari-lari, atau bersama anak masuk dalam selimut untuk menutup badan bersama. Atau dengan bermain apa yang disukai sang anak, insya Allah anak akan segera terpancing untuk ikut bermain dan merelakan apa yang sebelumnya membuatnya tidak nyaman.

Tidak Monoton

Seorang ayah yang memiliki kebiasaan bermain dengan anak-anaknya akan memiliki kemampuan komunikasi yang luwes, sesuai dengan tabiat anak-anak. Tidak kaku sebagaimana orang dewasa. Hal ini tentu akan sangat menyenangkan hati anak-anak.
Seperti yang Rasulullah Shallallahu Alayhi Wasallam lakukan ketika memanggil Anas bin Malik Radhiyallahu anhu. “Nabi Shallallahu Alayhi Wasallam memanggilku : ‘Wahai pemilik dua telinga’ (HR Ahmad dalam al-Musnad 3/127, Abu Dawud dalam sunannya no. 4994, at-Tirmidzi dalam sunannya no. 2059).

Di sini tentu sangat menarik apa yang dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu Alayhi Wasallam. Bagaimana cara beliau bermin-main dengan bercanda dengan memanggil Anas dengan sebutan ‘pemilik dua telinga.’

Tentu panggilan semacam itu sangat aneh dan mengundang kelucuan, sebab bagaimana mungkin Anas tidak memiliki dua telinga.
Namun, kala dewasa ternyata dari candaan ringan itu Anas Radhiyallahu Anhu benar-benar mampu menggunakan telinganya sebagai alat penerima pesan penting dari apa yang Rasulullah ucapkan. Jadi, tidak heran jika Anas menjadi sahabat yang termasuk banyak meriwayatkan hadits.

Jika para ayah mau meluangkan waktu bermain bersama anak-anaknya, insya Allah anak-anak tidak akan merasa ‘gerah’ apalagi sampai tidak betah berada di rumah. Ia akan senang dan nyaman di rumah bersama ayah yang suka mengajaknya bermain.

Dan, dalam kondisi seperti itu, insya Allah anak lebih siap mendengar nasehat dan lebih bisa merasuk dalam qalbunya. Seperti yang Rasulullah Shallallahu Alayhi Wasallam teladankan kepada Anas Radhiyallahu Anhu. Jika demikian, kenapa tidak kita lakukan? Wallahu A’lam.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:orangtua
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Benarkah Masa Puncak Kecerdasan Manusia Sudah Lewat?
Tulisan selanjutnya Dekan Ushuluddin UIN Sunan Ampel: “Namanya Anak-anak belum Dewasa”

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Berita
31 Mei 2026 05:45
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Terbaru

  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Mungkin Anda Juga Suka

5 Tips Mendidik Anak agar Cinta Ramadhan
Jendela Keluarga

Sudahkah Anak Kita Diajarkan Akidah?

3 Desember 2022 20:55
Jendela Keluarga

Menjadi Ayah yang “Mesra” dengan Anak

26 November 2022 07:10
Jendela Keluarga

Akhlak Muslimah, Lembutlah dalam Bicara

8 November 2022 21:45
Jendela Keluarga

Hakikat Wanita Shalihah

4 November 2022 10:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?