Hidayatullah.com–Sebuah lembaga perwalian Muslim di India mengatakan pihaknya akan memulai pembangunan masjid di Kota Ayodhya, India bagian utara, pada 26 Januari bertepatan pada Hari Republik negara Asia Selatan itu. Pengurus mengumumkan pembentukan lembaga perwalian Indo-Islamic Cultural Foundation (IICF) untuk melaksanakan pembangunan masjid.
Dilansir Al Jazeera Kamis (21/01/2021), proyek itu merupakan bagian dari penyelesaian kasus penghancuran Masjid Babri oleh gerombolan ekstrimis Hindu pada tahun 1992, yang menyebabkan terjadinya beberapa kekerasan agama terburuk dalam sejarah, membunuh lebih dari 2.000 orang, dan pertempuran hukum yang berlarut-larut di pengadilan.
Kelompok sayap kanan, termasuk Partai Bharatiya Janata (BJP), mengklaim Kaisar Mughal Babur membangun masjid tersebut pada abad ke 16 di tempat kelahiran Dewa Hindu Rama. Pada November 2019, Mahkamah Agung India menyerahkan situs itu kepada perwalian Hindu untuk pembangunan kuil Dewa Rama, sementara Dewan Wakaf Pusat Sunni diberikan situs alternatif untuk pembangunan masjid berjarak 25 km dari bekas Masjid Babri.
Menurut pernyataan yang dikeluarkan pada Minggu malam, perwalian IICF mengatakan pembangunan masjid akan secara resmi dimulai pada 26 Januari, Hari Republik India, yang merupakan hari lahirnya konstitusi India pada tahun 1950. Badan tersebut mengatakan bendera nasional akan dikibarkan di sebidang tanah seluas lima hektar yang disebut Proyek Masjid Dhannipur pada pukul 8:30 pagi (03:00 GMT), diikuti dengan penanaman pohon.
“Diputuskan bahwa Indo-Islamic Cultural Foundation akan merayakan Hari Republik India tahun ini dengan dimulainya Proyek Masjid Dhannipur, yang meliputi rumah sakit, museum, perpustakaan, dapur komunitas, Pusat Penelitian Kebudayaan Islam, dan rumah penerbitan dan masjid,” kata sekretaris IICF Athar Hussain dalam pernyataannya. “Peresmian proyek ini harus dengan penanaman bibit pohon di lahan seluas lima hektar. Seperti yang dibayangkan dalam proyek ini, area hijau, yang akan memiliki tanaman dari seluruh dunia – dari hutan hujan Amazon hingga area yang mengalami kebakaran semak di Australia – dan dari semua wilayah geografis berbeda di India akan dikembangkan untuk menciptakan kesadaran tentang ancaman yang akan segera terjadi, perubahan iklim,” tambah pernyataan itu.
Baca: Umat Hindu India Bersuka Cita, Pengadilan Mengalahkan Masjid Babri untuk Dibangun Sebuah Kuil
Sementara itu, kelompok Hindu telah meluncurkan kampanye untuk mengumpulkan dana untuk kuil Dewa Rama di Ayodhya. Laporan media India pekan lalu mengatakan Presiden Ram Nath Kovind menyumbangkan 500.001 rupee (6.823 AS Dolar), hal ini memicu kritik oleh kelompok dan aktivis Muslim di negara yang secara resmi sekuler.
Banyak pemimpin BJP lainnya juga berkontribusi, dengan perwalian Hindu mengatakan mereka juga akan menghubungi Perdana Menteri Narendra Modi dan pejabat pemerintah lainnya untuk meminta dana. Sementara itu, laporan media India mengatakan hampir 13 juta AS Dolar telah dikumpulkan oleh perwalian Hindu, yang mengatakan mereka bertujuan untuk membangun kuil sebelum 2024 – tahun pemilihan umum berikutnya.
Media lokal juga melaporkan ketegangan agama di beberapa tempat karena upaya untuk mengumpulkan dana untuk kuil itu dilakukan di seluruh negeri, dengan kelompok-kelompok sayap kanan Hindu dituduh mengangkat slogan-slogan dan isu-isu yang menghasut dan melecehkan Muslim.*