Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Jendela Keluarga

Waspadai Tayangan Tak Beradab di Layar Kaca Kita!

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 3 Desember 2012 12:22
Bagikan
Kreativitas tayangan televisi memang penting tapi harus yang edukatif
Bagikan

Oleh: Henny (Ummu Ghiyas Faris)

MINGGU lalu, masyarakat Indonesia disodori sebuah acara tak beradab dari sebuah program acara Super Trap di statiun Trans TV. Acara pada hari Ahad malam, tepat jam 20.00 WIB (25/11/12) bertema tentang “WC Umum”. Bayangkan, jika Anda termasuk salah seorang di yang ‘dikerjain’ di tayangan itu. Di mana ketika Anda menggunakan toilet untuk urusan sangat ‘pribadi’ buang hajat, misalnya, lalu dengan tiba-tiba, toilet  terangkat ke atas. Sontak, pasti langsung kelabakan. Apalagi jika direkam kamera dan dilihat orang yang melintas.

Apapun alasannya, meski kru mengatakan, saat penayangan  masih disensor –bahkan dalam tayangan para “korban” menyatakan senang di akhir acara– kegiatan ini tetap tidaklah beradab. Hiburan dengan merekam aktivitas pribadi itu sungguh sebuah kebobrokan moral.

Sungguh perbuatan pelecehan, apalagi adalah salah satu korbannya pengguna jilbab.

Alih-alih membuat penonton tertawa, tayangan Super Trap edisi Minggu kemarin mendapat banyak hujatan itu dan dikecam masyarakat.

Baca Juga

Anak Saleh Buah dari Kesalehan Orang Tua?
Muharram, Momen Terbaik Menjadi Ibu Terbaik
Kecantikan Muslimah Sejati
Sebab-sebab Durhaka Istri kepada Suami
Anak Shalih dan Shalihah Takdir Allah, Kita Terus Berusaha

Keresahan Masyarakat

Tayangan Super Trap yang memasang kamera di toilet memang melanggar norma. Tayangan ini menimbulkan keresahan di masyarakat. Hal ini terlihat dari banyaknya pengaduan  masyarakat ke kantor Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).

Keresahan masyarakat  adalah dampak bahwa ada trauma publik dengan tayangan Super Trap lalu. Ada dua hal trauma yang dialami masyarakat atas tayangan ini;

Pertama, publik akan trauma menggunakan fasilitas umum karena akan merasa tidak nyaman saat sedang menggunakan toilet umum akan mengalami kejadian serupa yang terjadi di tayangan Super Trap.

Kedua, membuat publik mendapat contoh dan inspirasi untuk melakukan kejahilan serupa terhadap orang lain. Bisa saja terjadi ada oknum-oknum tertentu melakukan kejahilan dengan meniru tayangan Super Trap.

Trauma ini akan menjadikan masyarakat merasa tidak nyaman apabila berada di ranah publik, terutama bagi kaum perempuan yang seringkali menjadi korban pelecehan seksual.

Akar Masalah

Tayangan Super Trap yang tidak beradab adalah dampak dari merebaknya sistem ‘kebebasan yang kebablasan’ yaitu sekuler-liberal yang semakin merajalela di negeri ini. Logika kaum liberal yang mendikotomikan antara wilayah private dan wilayah publik itu sebenarnya logika primitif, yang di negara-negara Barat sendiri sudah kadaluwarsa.

Sejak lama manusia sudah paham, bahwa kebebasan individu selalu akan berbenturan dengan kebebasan publik. Karena itulah, di negara-negara Barat yang memuja sekuler-liberal, ada peraturan yang membatasi kebebasan manusia yang memasuki dan mengatur wilayah private, baik dalam tayangan TV, pakaian, minuman keras, dan lain sebagainya.

Ada kode etik dalam setiap jenis aktivitas manusia. Tidak bisa atas nama kebebasan, orang berbuat semaunya sendiri. Masalahnya, karena peradaban Barat adalah peradaban tanpa wahyu Allah Subhanahu Wa Ta’aala, maka peraturan yang mereka hasilkan tidak berlandaskan pada wahyu, tetapi pada kesepakatan akal manusia. Karena itu, sifatnya menjadi nisbi, relatif, dan fleksibel. Bisa berubah setiap saat, tergantung kesepakatan dan kemauan manusia.

Contohnya dalam satu tayangan Super Trap ini, tayangan itu dianggap satu bentuk kreatifitas, dan bukan pornografi. Padahal, tayangan yang dipamerkan untuk umum itu jelas-jelas mempertontonkan aurat si korban kejahilan tersebut.

Apakah si pembuat acara itu tidak berpikir, jika yang menjadi korban itu diganti oleh dirinya sendiri atau keluarganya. Apakah itu juga kreatifitas? Jika memang masih dianggap satu bentuk kreatifitas, mestinya tidak ada bagian tertentu yang ditutup dengan camera emoticon.

Dalam tradisi Yunani, yang menjadi akar liberalisme seni di Barat, patung-patung para dewa pun ditampilkan telanjang bulat dengan alat vital terbuka. Kenapa si pembuat acara itu masih tanggung dalam memuja liberalisme? Apa landasan yang menyatakan alat vital tidak boleh dipertontonkan di muka umum ? Jika alasannya adalah tidak etis, maka suatu ketika dan di satu tempat tertentu, misalnya di klub-klub, alat vital manusia pun wajib dipertontonkan, karena mengikuti kehendak dan selera umum.

Dalam Islam, nilai etika/syakhsiyyah bersifat permanen dan tidak berubah. Batas aurat wanita dan laki-laki jelas batasannya. Mana dan kapan boleh diperlihatkan juga diatur dengan jelas oleh syara’, baik melalui ayat-ayat Al-Quran maupun hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Pornografi dan pornoaksi adalah aktivitas yang terkait erat dengan promosi perzinahan yang secara keras dilarang oleh al-Quran. Kecuali, seorang dokter yang memeriksa bagian aurat tertentu dari pasien atau mayat manusia, dengan tujuan medis, tidak masuk dalam kategori pornografi atau pornoaksi. Ini tentu berbeda dengan yang secara sengaja mempublikasikan  tayangan-tayangan erotis dalam berbagai acara televisi.

Paham kebebasan sekuler-liberalis dalam berbagai bidang, memang semakin gencar dicekokkan kepada masyarakat Indonesia. Kaum Muslim Indonesia kini dapat melihat, bagaimana destruktif dan jahatnya paham ini.

Jika kreativitas suatu tayangan televisi dijadikan sebagai standar nilai, maka akan terjadi kekacauan hidup. Siapa yang menentukan kreativitas itu baik atau buruk? Apakah semua kreativitas tayangan televisi adalah baik? Tentu saja tidak. Inilah saat ini yang sedang gencar masuk alam pikiran keluarga dan anak-anak kita semua.

Kreativitas tayangan televisi memang penting tapi harus yang edukatif, dan kebenaran nilai-nilai Islam adalah sesuatu yang pasti yang harus ditunaikan oleh seluruh ummat manusia. Sudah saatnya kaum muslim memerangi hal-hal yang tidak beradab yang hanya membawa dampak keburukan pada manusia.Wallahu A’lam Bis-Shawaab!

Penulis adalah pemerhati masalah keluarga, www.ummughiyas.blogspot.com

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pentagon Lipatgandakan Mata-Mata di Luar Negeri
Tulisan selanjutnya Ulah Baru Zionis, Tahan Dana Palestina

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Masjid Al Aqsha BSD Sembelih 198 Hewan Qurban, Distribusi hingga Aceh dan NTT

Berita
28 Mei 2026 19:41
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Terbaru

  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Mungkin Anda Juga Suka

5 Tips Mendidik Anak agar Cinta Ramadhan
Jendela Keluarga

Sudahkah Anak Kita Diajarkan Akidah?

3 Desember 2022 20:55
Jendela Keluarga

Menjadi Ayah yang “Mesra” dengan Anak

26 November 2022 07:10
Jendela Keluarga

Akhlak Muslimah, Lembutlah dalam Bicara

8 November 2022 21:45
Jendela Keluarga

Hakikat Wanita Shalihah

4 November 2022 10:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?