Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Qurratu A’yun dan Berkah Anak Shalih

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 22 September 2014 11:16 11:16 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 22 September 2014 11:16
Bagikan
Anak shalih/shalihat adalah harta yang tak ternilai harganya. Ia tak bisa disanndingkan dengan jenis kekayaan apapun di dunia
Bagikan

SUATU hari al-Hasan al-Bashri, seorang tabi’in pernah ditanya tentang makna “qurrata a’yun” dalam doa yang sering dibaca. “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai qurrata a’yun, dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa”.

Imam al-Hasan lalu menjawab: “Semoga Allah berkenan menampakkan pada seorang hamba ketaatan istrinya, saudara, serta anak-anaknya. Demi Allah tiada yang lebih mahal dan teduh dalam pandangan seorang Muslim (qurratu a’yun) kecuali melihat orang-orang yang dicintainya juga taat beribadah kepada Allah.”

Lebih jauh Ikrimah menambahkan, bukan kegagahan rupa yang menjadikan pandangan mata itu teduh, namun keteduhan itu diperoleh dengan ketaatan seorang hamba dan orang-orang yang dicintainya.  Selain menjadi harapan melihat ketaatan dari orang-orang yang dicintai, mereka juga pada dasarnya adalah objek dakwah yang paling dekat.

Sayyid Quthb pernah menerangkan, keluarga memiliki hak yang paling besar memperoleh dakwah dari seseorang dan hendaknya amanah itu ditunaikan sebelum ia dimintai pertanggungjawaban kelak.

Allah mengingatkan;

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَاراً وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu…” (QS: at-Tahrim [66]: 6).

Tak heran, Nabi terkadang bersedih hati acap kali bayangan ibunda Aminah terlukis kembali dalam ingatannya.

Dalam riwayat lain, Nabi sampai tergugu ketika menyaksikan kematian Abu Thalib yang begitu tragis. Meski dengan gigih Nabi sudah berusaha menuntun pamannya berucap kalimat syahadat. Tapi itulah yang terjadi dalam kisah Abu Thalib.  Sang paman justru memilih mati dalam keadaan kufur.

Perkara inilah yang sangat menggelisahkan Nabi. Sebab Nabi sangat paham, apalah arti sebuah kebaikan jika tak berbalut dengan keimanan kepada Allah. Nabi menyadari jika pundaknya memikul amanah dakwah kepada Abu Thalib, sosok pengganti kedua orangtuanya.

Berkah keturunan yang baik

Anak shalih adalah harta yang tak ternilai harganya. Ia tak bisa disanndingkan dengan jenis kekayaan apapun di dunia ini. Boleh dijamin setiap orangtua sepakat dengan ungkapan tersebut. Siapapun dia, tanpa memandang status sosial, pendidikan, serta kekayaan. Mereka semua punya keinginan yang sama, mendamba lahirnya anak dan keturunan yang shalih. Sebab anak yang shalih itu selain berguna di dunia, ia juga bisa menjadi bekal tabungan orangtua di hari Kiamat kelak.

Suatu kebaikan yang meregenerasi tentu lebih utama daripada amalan yang terputus. Semakin langgeng suatu amalan makin banyak pula orang yang mencicipi kebaikan itu.

Olehnya, mufassir ternama Syeikh Abdurrahman as-Sa’diy dengan terang menyatakan, sesungguhnya doa meminta keturunan yang baik bukan ditujukan kepada orang lain. Sebab sejatinya pahala kebaikan tersebut niscaya berpulang kepada orangtua yang berdoa itu sendiri.

Hal ini sebagaimana dikuatkan dalam hadits Rasulullah, “Jika seorang anak Adam meninggal maka terputuslah amalannya, kecuali pada tiga perkara. Sedekah jariyah (yang mengalir), ilmu yang bermanfaat, dan anak shalih yang senantiasa mendoakan kedua orangtuanya.” (Riwayat Muslim).*/Masykur Abu Jaulah

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:berkahorangtuashalih
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Jangan Sampai UIN/IAIN Ditinggalkan Umat Islam
Tulisan selanjutnya PM Abadi: Iran, Inggris, Amerika Serikat Bantu Iraq Perangi ISIS/ISIL

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI

Berita
14 Juli 2026 14:52
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?