Hidayatullah.com–Perdana Menteri Iraq Haidar Al-Abadi hari Ahad (21/9/2014) mengatakan bahwa Amerika Serikat, Inggris dan Iran membantu pasukan Iraq memerangi kelompok ISIS/ISIL.
Dalam wawancaranya dengan stasiun televisi Al-Arabiya yang dijadwalkan tayang hari Senin ini, perdana menteri baru Iraq itu juga mengatakan bahwa tentara negaranya tidak dapat membebaskan wilayah di bagian barat laut, Provinsi Nineveh, dari ISIS/ISIL jika tidak dibantu para penduduknya.
ISIS menguasai kota Mosul di Nineveh dan Tikrit pada bulan Juni lalu dan mengumumkan sebuah Khilafah Islam di wilayah yang didudukinya Iraq dan Suriah.
Dalam wawancara itu PM Abadi juga mengatakan tidak akan mengesampingkan pembentukan “kawasan Sunni (Muslim)” di Iraq jika dibolehkan konstitusi negara.
Abadi juga mengatakan pertikaian masalah wilayah Kurdistan di Iraq dapat diselesaikan di antara kedua belah pihak. Tetapi, dia juga menegaskan bahwa soal pembentukan negara Kurdi merdeka tidak berada dalam kekuasaannya.*