Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Tua dan Sakit dalam Pandangan Islam (2)

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 3 Oktober 2015 14:01 2:01 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 3 Oktober 2015 14:01
Bagikan
Bagikan

KACA mata iman dalam memandang sakit memiliki pandangan yang benar-benar sangat mengagumkan. Akan tetapi, banyak para pemeluk Islam tidak mengetahui bahwa di dalam kumpulan sunnah-sunnah Nabi Shalallaahu ‘Alahi Wasallam terdapat bab-bab khusus, bahkan kitab-kitab yang independen tentang cara seorang mukmin menghadapi sakit, baik berupa sakit fisik maupun psikis/jiwa.

Demikian juga, terdapat kitab-kitab khusus tentang cara mengobati penyakit-penyakit tersebut. Adapun yang terakhir ini telah tersebar dengan sebutan Ath-Thib An-Nabawi (pengobatan ala Nabi).

Al-Bukhari dalam kitab shahihnya membuat judul pada kitab kelimanya dengan nama Kitab Al-Mardha (kitab tentang orang-orang sakit) dan setelahnya terdapat Kitab Ath-Thib (kitab tentang pengobatan). Kedua kitab tersebut terdapat dalam kitab yang paling shahih setelah Al-Qur’an.

Al-Bukhari r.a mengawali Kitab Al-Mardha dengan bab Ma Ja’a fi KafaratiAl-Maradh wa Qaulillahi. Dalil-dalil tentang penghapusan dosa karena sakit ada dalam firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

“… Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan, niscaya akan diberi pembalasan dengan kejahatan itu …” (An-Nisa’:123)

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Dalam hadist dari Aisyah r.a:

“Tidaklah suatu musibah yang menimpa seorang muslim, bahkan duri yang melukainya sekalipun, melainkan Allah akan menghapus (kesalahannya).” (Al Bukhari).

Ada pun hadits dari Abu Hurairah r.a menuturkan bahwa Rasulullah Shalallaahu ‘Alahi Wasallam bersabda:

“Perumpamaan seorang mukmin seperti biji tanaman di mana ia dihembus angin, maka angin itu memberikan keuntungan baginya. Jika ia sudah menjadi kuat, ia menjadi kebal terhadap penyakit. Adapun seorang pendosa seperti padi yang sudah masak sampai Allah menjadikannya pecah jika Ia menghendakinya.” (Al Bukhari).

Juga hadits dari Abu Hurairah, Rasulullah Shalallaahu ‘Alahi Wasallam bersabda:

“Siapa saja yang Allah menginginkan kebaikan untuknya Ia pasti akan memberinya musibah.” (Al Bukhari).

Ibnu Hajar berkata di dalam Fath Al-Bari, Al-Qarafi mengatakan, “Musibah itu adalah penghapus dosa secara pasti, sama saja baik dibarengi dengan ridha ataupun tidak. Namun, jika disertai dengan ridha maka penghapusannya menjadi besar dan jika tidak disertai ridha maka penghapusannya pun sedikit.”

Ada pun yang benar adalah bahwa musibah menjadi penghapus dosa sesuai dengan dosanya dan jika disertai ridha maka ia diganjar karena ridhanya tersebut. Maka jika orang yang ditimpa musibah tersebut tidak memiliki dosa maka diganti dengan pahala yang sebanding dengan musibahnya.

Seorang mukmin memiliki beberapa senjata untuk menghadapi penyakit yang paling parah dan takdir yang paling pahit. Di antara senjata yang paling besar adalah tauhid yang murni,

“Jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tak ada yang dapat menolak kurnia-Nya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Yunus: 107)

Sebagian dari senjata tersebut adalah tawakkal yang baik kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, yaitu berusaha untuk mencari sebab dan selanjutnya menyerahkan perkara tersebut kepada Allah semata.

Sebagian dari senjata tersebut adalah berprasangka baik kepada Allah, yang memberikan musibah sebagai ujian untuk membersihkan diri dari dosa-dosa, dan dengan itu seorang mukmin bisa menghilangkan rasa gelisah dari dirinya.

Iman telah mengeluarkan dirinya dari sempitnya dunia menuju luasnya dunia dan akhirat. Maka, seorang mukmin yang paripurna imannya tidak akan berkurang imannya karena bencana yang menimpanya.

Seorang mukmin yang sempurna imannya, hatinya tidak akan bisa dihinggapi keraguan dan godaan/bisikan. Setiap kali bencana menimpa lebih keras, maka bertambah pula keimanannya dan semakin kuat sikap berserah dirinya.

Ketika ia berdoa dan tidak terlihat adanya perubahan, hatinya tetap teguh tidak goyah. Karena ia tahu bahwa dirinya adalah budak dan ia memiliki Rabb yang bisa memperlakukannya sekehendak-Nya.

Jika dalam hatinya terbersit keinginan untuk membantah, ia akan keluar dari ruang lingkup penghambaan dirinya kepada penentangan, sebagaimana yang terjadi pada diri Iblis.

Marilah kita meminta kepada Allah agar menganugrahi kita keyakinan guna meringankan musibah dunia yang menimpa kita.*/Dr. Mukmin Fathi Al-Hadad, dari bukunya Iman Sehat Pangkal Bahagia.

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:orang sakitorangtua
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tua dan Sakit dalam Pandangan Islam (1)
Tulisan selanjutnya Kail Tak Panjang, Dewan Syura Ijabi Kritik Buku Insists (Bagian I)

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

vape covid
Berita

Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Berita
31 Mei 2026 02:22
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?