Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Jadilah Uswah, Bukan ‘Ibroh!

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 12 Maret 2016 05:46 5:46 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 12 Maret 2016 05:46
Bagikan
Majapahit dikenal memiliki kekuasaan luas. Menurut Kitab Negarakretagama, kekuasaannya, sampai ke Sumatera dan Malaysia. Namun kini, kedigdayaannya tinggal cerita dan tinggal bekasnya [ilustrasi]
Bagikan

DALAM salah satu ceramahnya, Syaikh Salman Al-‘Audah memberi kita nasehat:

“Di antara cara Allah menyadarkan suatu bangsa dan menjauhkan mereka dari hukuman-Nya adalah dengan membinasakan tetangga-tetangga mereka (yakni, yang zalim) agar mereka mengambil ‘ibrah darinya, sebagaimana firman Allah:

وَلَقَدْ أَهْلَكْنَا مَا حَوْلَكُمْ مِنَ الْقُرَىٰ وَصَرَّفْنَا الْآيَاتِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ (الأحقاف: ٢٧)

Artinya: “Dan sesungguhnya Kami telah membinasakan negeri-negeri di sekitarmu dan Kami telah mendatangkan tanda-tanda kebesaran Kami berulang-ulang supaya mereka kembali (bertaubat).” (Qs al-Ahqaf: 27)

Perhatikanlah umat-umat, negara-negara, dan bangsa-bangsa yang telah dihancurkan Allah. Periksalah penyebab kehancuran mereka dan jauhilah. Orang bahagia adalah orang yang bisa memetik nasihat dari pengalaman orang lain. Oleh karenanya sebagian orang shalih pernah berdoa:

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

اللّٰهُمَّ لَا تَجْعَلْنَا عِبْرَةً لِغَيْرِنَا

“Ya Allah, janganlah Engkau menjadikan kami sebagai ‘ibroh (pelajaran) bagi orang selain kami.”

Sebab, sebagaimana Allah membinasakan umat-umat lain agar kita bisa memetik ‘ibroh darinya, maka tidak tertutup kemungkinan bila Allah membinasakan kita agar orang lain bisa mengambil ‘ibroh dari nasib kita itu. Sungguh tidak ada penyambung di antara Allah dan makhluk-Nya kecuali takwa.

Inilah salah satu persoalan yang dengannya Allah masih menjauhkan kita dari kehancuran itu, sampai saat ini. Sebab kita tahu bahwa beberapa waktu belakangan ini negeri kita masih terpelihara dari malapetaka berskala luas dan nestapa yang menyentuh segenap penjurunya; sementara pada saat bersamaan bangsa-bangsa lain di sekeliling kita telah “disambar” (oleh bencana). Setiap hari kita pun mendengar berita-berita pilu.” (Dipetik dari: Duruus li asy-Syaikh Salman al-‘Audah, transkrip ceramah ke-193 berjudul: Mashiirul Mutrofiin {akhir kesudahan orang-orang yang berlebihan})

***

Renungkanlah! Kita adalah generasi ke sekian Bani Adam. Kita juga bukan umat dan komunitas pertama yang hidup di Nusantara ini. Negara kita juga bukan satu-satunya yang pernah eksis di kawasan ini. Dulu ada Sriwijaya yang kebesarannya terdengar sampai ke China. Pernah ada pula Majapahit yang menjadi ‘super power’ di zamannya. Setelah itu ada lagi kerajaan-kerajaan hebat: Aceh, Malaka, Demak, Mataram, Makassar, Ternate, Tidore, dan banyak lagi lainnya.

Kemana mereka semua?

Kita hanya mengenal sisa-sisanya di museum dan buku-buku sejarah. Kemegahan mereka mungkin membuat kita bangga, tapi tidak ada lagi peluang untuk menghidupkannya seperti sediakala.

***

Tariklah kisah ini ke ruang lebih khusus. Tidak sedikit ormas, partai, pesantren, sekolah, universitas, toko, pabrik, perusahaan, dan lain-lain yang pernah digdaya di zamannya. Namun, kini nyaris tidak ada lagi yang mengingat kiprahnya dan mendengar namanya. Semua terbenam dan lenyap. Sisa-sisa kebesaran yang mereka miliki kemudian menjadi pelajaran bagi orang-orang di belakangnya.

Mereka punah secara tragis. Seperti kapal Titanic yang — konon pemiliknya sesumbar secara jumawa — bahwa “Tuhan pun tidak akan bisa menenggelamkannya”. Tapi, semua orang tahu bagaimana kapal pesiar mewah itu karam justru pada pelayaran pertamanya.

***

Kita sadar bahwa terbit dan terbenam adalah sunnah kehidupan. Tidak ada yang abadi selain Allah. Namun, jika pun kita harus lenyap suatu saat nanti, pastikan kita menjadi uswah (teladan) bagi orang lain, bukan ‘ibroh (pelajaran) bagi mereka.

Para Nabi adalah model manusia “uswah” itu. Mereka manusia yang sama seperti kita, yang tidak bisa melawan sifat fana dalam dirinya. Namun, kehadiran mereka menginspirasi, dan ketika mereka pergi keteladanannya abadi. Uswah adalah pelajaran positif dan contoh menuju kebaikan-kebaikan.

Tapi kita juga mendengar nama musuh-musuh mereka. Ada Namrud, Fir’aun, Haman, Qarun, Abu Lahab, dan masih banyak lagi. Kita juga sering membaca kisah-kisah kehancuran kaum-kaum nabi Nuh, Hud, Shalih, Syu’aib, Luth, dan seterusnya. Kita pun mendapat pelajaran dari pembangkangan serta kedurjanaan mereka, yang berakhir tragis. Kaum-kaum dan orang-orang itu adalah sosok ‘ibroh bagi kita. ‘Ibroh merupakan hikmah di balik kebinasaan dan malapetaka yang dialami orang lain.

***

Jadikan dirimu uswah! Jadikan keluargamu uswah! Demikian pula masjidmu, pesantrenmu, desamu, sekolahmu, tokomu, perusahaanmu, media massamu, software ciptaanmu, dan semua yang terkait denganmu. Pastikan orang lain terinspirasi dan mencontoh kebaikan-kebaikan yang kau tampilkan di sana. Dengan inilah engkau akan melipatgandakan amal sholih, sebab siapa yang memulai suatu kebajikan lalu dicontoh orang lain, maka engkau akan diberkahi dengan pahalanya selain pahala amalmu sendiri.

Namun, berupayalah agar tidak menjadi ‘ibroh bagi siapa pun. Mohonlah kepada Allah agar menjauhkanmu darinya. Sebab, jika ini terjadi, berarti engkau telah melakukan suatu kesalahan yang dengannya Allah menjatuhkan musibah dan hukuman. Orang lain akan mengambil pelajaran dari kesalahanmu dan selamat dari “lubang” yang sama. Mereka beruntung karena dosamu, sementara engkau sendiri terpuruk dalam nestapa karenanya.

Sungguh, tidak pernah ada jaminan NKRI ini akan abadi. Demikian pula perusahaan, pesantren, sekolah, bank, klub sepakbola, parpol, ormas, dan apa pun yang hari ini engkau banggakan dengan fanatik. Bertakwalah kepada Allah, sebelum murka-Nya turun dan menggiringmu menuju jurang ‘ibroh bagi pihak lain. Turuti perintah-Nya, jauhi larangan-Nya. Merunduklah di hadapan-Nya dengan setulus hati. Jangan coba-coba menantang-Nya.

Jangan pongah, sebab kuasamu terbatas, sementara Dzat yang kausombongi itu tak tersentuh kelelahan maupun kelemahan. Apakah menurutmu Dzat yang dulu telah meluluh-lantakkan Sodom dan Gomorrah tidak sanggup melakukannya sekali lagi di sini? Apa engkau pikir Dzat yang membenamkan Qarun dan menenggelamkan Fir’aun sudah pensiun, sehingga para penguasa para zhalim dan hartawan-hartawan tengik itu pasti aman dari pembalasan-Nya? Jangan mimpi!

Dengarkanlah! Ancamannya masih tertera jelas dalam Kitab Suci-Nya, tidak pernah direvisi maupun dicabut.

أَفَأَمِنَ أَهْلُ الْقُرَىٰ أَنْ يَأْتِيَهُمْ بَأْسُنَا بَيَاتًا وَهُمْ نَائِمُونَ (٩٧) أَوَأَمِنَ أَهْلُ الْقُرَىٰ أَنْ يَأْتِيَهُمْ بَأْسُنَا ضُحًى وَهُمْ يَلْعَبُونَ (٩٨) أَفَأَمِنُوا مَكْرَ اللَّهِ ۚ فَلَا يَأْمَنُ مَكْرَ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْخَاسِرُونَ (٩٩) {سورة الأعراف}

“Maka apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang tidur? (*) Atau apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di waktu matahari sepenggalahan naik ketika mereka sedang bermain?  Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga)? Tiada yang merasa aman dan azab Allah kecuali orang-orang yang merugi.” (QS Al-A’raf: 97-99)

Selamatkan dirimu, sebelum terlambat! Wallahu a’lam.*/Alimin Muhtar

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ibrohpelajarantauladanuswah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pemimpin Al-Shabab Muncul ke Publik Buktikan Klaim Tewas Tidak Benar
Tulisan selanjutnya Mengubah Perilaku dan Mental Dimulai dari Qalbu

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Berita
15 Juli 2026 21:36
Amerika Serikat Menjatuhkan Sanksi Baru Berkaitan Iran Menyusul Serangan di Selat Hormuz
PM Pakistan Desak Presiden Iran untuk Memelihara Kesepakatan Damai yang Sudah Payah Diupayakan
Aparat Pakistan Bunuh 75 Pemberontak Menyusul Serangan Beruntun di Balochistan
Dua Anggota Basij Tewas Dalam Serangan di Mashhad Iran

Terbaru

  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
  • Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
  • Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
  • MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
  • INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
  • Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
  • MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?