“Allah tidak akan membebani seseorang kecuali sesuai dengan kesanggupannnya.” (QS: Al Baqarah: 286)
Pernahkah kalian merasakan sakit, kepala pening, resah dan gelisah masalah datang bertubi-tubi. Setiap orang pasti berbeda sikap dalam menghadapi suatu masalah. Ada yang bersikap optimis, ada yang pesimis mengambil resiko, bahkan ada golongan yang skeptis (setengah optimis setengah pesimis).
Musibah atau masalah adalah cara Allah dalam mentarbiyah hamba Nya. Karena dengan kekuataan spiritual lah yang akan menyelamatkan kita dari bencana maupun masalah.
Sebenarnya masalah seseorang adalah bagaimana cerminan dirinya. Aksi dan reaksi seseorang terhadap masalah menunujukkan siapa ia sebenarnya, siapa jati dirinya. Ketahuilah sesungguhnya ketika seseorang dilanda suatu masalah itu artinya Allah ingin kita lebih dekat dengan Nya serta lebih peka dalam mengenal diri kita sendiri.
Bagaimana masalah bisa timbul?. Dibalik masalah itu, lihatlah seberapa jauh iman kita hari ini, mungkin faktor inilah Allah mendatangkan masalah kepada kita.
Ada dua faktor utama timbulnya masalah, yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal berasal dari dalam diri seseorang, bagaimana ia memanajemen diri, tarbiyah dzatiyah yang lemah, sehingga tidak memliki ketegasan dalam prinsip hidup dan tidak mampu memimpin diri mereka sendiri. Faktor eksternal adalah pemicu ledakan masalah, kerana itu ketika tidak menemukan solusi, maka jangan dipermasalahkan, namun yang menjadi masalah adalah kita tidak mengetahui masalah itu sendiri.
Lalu bagaimana masalah menjadi peluang tarbiyah?
وَعَسَى أَن تَكْرَهُواْ شَيْئاً وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ وَعَسَى أَن تُحِبُّواْ شَيْئاً وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ وَاللّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لاَ تَعْلَمُونَ
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jai (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Sesunguhnya Allah Maha Mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS: Al-Baqarah:216)
Ketika dilanda masalah ucapkan rasa syukur hamdalah dan ukiran seyuman, ini bertanda Allah mengingat keberadaan kita. Lalu diiringi kalimat astagfirullah, karena bisa jadi ada suatu hal yang salah kita dalam berbuat. Berikut langkah-langkah mendidik suatu masalah
Spiritual niat. Niat untuk bangkit adalah langkah awal keluar dari keterpurukan masalah. Kalua kita benar-benar ada niat keluar dari penjara masalah, maka kita akan menemukan solusi. Masalahnya ketika kita sudah tahu akan solusi nya, namun diri ini tidak ada niatan dan kemauan sama saja nol.
Spiritual senyuman, apapun masalahnya maka tersenyumlah. Jadikan senyuman energi positif menguatkan pijakan. Senyuman dapat menghilangkan kelelahan, membangkitkan semangat dan menghibur dari kedukaan.
Spiritual izzah, begitulah godaan manusia, mereka ingin menyelesaikan masalah secara instan, cepat, dan tidak berbelit-belit. Tanpa memikirkan itu halal atau haram dan bagaimana nasib kehormatan mereka di masa depan. Spiritual izzah adalah cara efektif bagi siapapun. Salah satunya dengan bersabar dan mendirikan sholat.
وَعَسَى أَن تَكْرَهُواْ شَيْئاً وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ وَعَسَى أَن تُحِبُّواْ شَيْئاً وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ وَاللّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لاَ تَعْلَمُونَ
“Dan jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolong mu, dan yang demikian itu sungguh berat kecuali bagi orang-orang yang khusyu’.” (QS: Al-Baqarah:45)
Shalat adalah charger spiritual superdahsyat. Sabar dan shalat tempat beristirahatnya orang-orang mukmin, mereka akan mersakan ketenangan jiwa dan menemukan solusi atas permasalahannya.
Spiritual fokus. Adalah bagaimana seseorang mengelola masalah dengan cara kreatif dan berbeda. Spiritual fokus merupakan batas yang jelas, karena dengan fokus kita dapat menentukan bagaimana fokus tujuan, batasan waktu, batasan energi yang dikeluarkan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.
“Fokuskan energi pada peluang yang terbentang bukan pada masalah yang menghadang. Apabila kita memfokuskan energy pada peluang dan kemenangan yang tersedia, maka masalah apapun tidak akan membuat rasa sakit”.
Terkadang manusia kalah oleh masalah bukan karena tidak punya kemampuan untuk bertahan, namun kerna tidak memiliki daya kelola terhadap kemampuan itu sendiri. Maka itu, jadikan masalah mu sebagai peluang tarbiyahmu dan ajang mendekatkan diri kepada Allah. Semoga.*/ Anisa Nur Azizah, penulis mahasiswi SEBI, Depok. Sumber dari buku Spiritual Problem Solving, Yogyakarta, Pro-u Media