Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Belajar dari Kisah Nuh dan Putranya

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 24 Juli 2021 16:40 4:40 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 24 Juli 2021 16:40
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com | AIR bah baru saja surut. Kapal yang membawa Nabi Nuh Alaihissalam (AS) dan sedikit kaumnya baru saja berlabuh. Namun rasa pilu menyaksikan buah hatinya tenggelam bersama gelombang belum pupus. Sang anak tak mau mengikuti seruan ayahnya agar segera naik ke dalam perahu.

Nuh AS lalu berdoa kepada Allah Ta’ala, menagih apa yang dikiranya sebuah janji dari Tuhannya, bahwa Tuhannya akan menyelamatkan keluarganya. “Ya Tuhanku,” pinta Nuh AS. “Sesungguhnya anakku adalah termasuk keluargaku, dan janji-Mu itu pasti benar. Engkau adalah hakim yang paling adil,” (Hud [11]: 45).

Namun Allah Ta’ala menolak doa Nuh AS. Allah Ta’ala mengingatkan bahwa kekafiran telah memutus hubungan keluarga. Ikatan kasih sayang barangkali masih ada. Namun, ikatan yang lebih hakiki telah hilang karena mereka berbeda jalan, berbeda pula tujuan.

Allah Ta’ala berfirman, “Wahai Nuh! Sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu, karena perbuatannya sungguh tidak baik. Sebab itu janganlah engkau memohon kepada-Ku sesuatu yang tidak engkau ketahui (hakekatnya). Aku menasehatimu agar engkau tidak termasuk orangyang bodoh,” (Hud [11]:46).

Inilah pelajaran penting buat kita. Perbedaan jalan bisa terjadi pada siapa saja bila Allah Ta’ala menghendaki.

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Nuh AS adalah seorang Nabi. Ia tentu amat paham soal bagaimana seharusnya berdakwah. Ia juga memiliki kesabaran yang luar biasa. Allah Ta’ala telah mengujinya selama 950 tahun. Selama itu pula ia tak pernah berhenti berdakwah meskipun tak banyak dari kaumnya yang mengikuti jalannya.

Logikanya, dengan kesabaran dan pengetahuan yang luas seperti itu, serta panduan wahyu dari Allah Ta’ala, Nuh AS akan mampu melunakkan hati putranya sendiri. Tapi nyatanya Allah Ta’ala berkehendak lain. Nuh AS tak bisa mengajak Kan’an mengikut jalan yang tiap hari ia dakwahkan kepada kaumnya.

Jika perbedaan jalan seperti ini dialami oleh orang kebanyakan, tentu itu bukanlah kejadian luar biasa. Namun, bila keadaan ini dialami seorang Nabi, maka itu jelas luar biasa. Ada hikmah besar yang ingin Allah Ta’ala tunjukkan kepada umat manusia setelahnya agar bisa mengambil pelajaran berharga.

Seringkali kita menyangka, anak akan ikut ke mana ayahnya pergi. Padahal belum tentu. Kita hanya bisa berikhtiar agar kelak anak keturunan kita bakal meneruskan perjuangan kita.

Namun, Allah-lah yang berkehendak atas apa akan terjadi nanti. Boleh jadi anak keturunan kita kelak justru tak sejalan dengan kita. Bahkan bukan sekadar tak sejalan, namun juga tak satu tujuan, sebagaimana Nabi Nuh AS dan putranya. Dan, yang lebih mengenaskan, mereka akan berbenturan dengan kita. Na’udzubillahi mindzalik!

Karena itu, jangan pernah berhenti mendoakan mereka. Berharaplah sepenuh jiwa kepada Allah Ta’ala. Namun, jika kehendak Allah Ta’ala tak sama dengan apa yang kita inginkan, maka bertawakallah kepada Allah Ta’ala.

Manusia seperti Nabi Nuh AS saja –yang tak pernah terputus doa, ikhtiar, dan kesabarannya– bisa Allah Ta’ala takdirkan berseberangan jalan dengan putranya sendiri. Apalagi kita manusia biasa. Wallahu a’lam.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Bahtera NuhHikmah Nabi Nuh
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Amir Qatar Alokasikan Rp 1,4 Triliun untuk Yaman
Tulisan selanjutnya buronan opm Polisi Akhirnya Menangkap Buronan Kelompok OPM

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia

Berita
13 Juli 2026 15:40
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’

Terbaru

  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?