Keutamaan membaca shalawat mendapatkan guyuran 10 rahmat, diangkat derajatnya ditulis baginya 10 kebaikan dan dihapus 10 kesalahan
Oleh: Ahmad Husen As-Sajjad bin Aqil
Khutbah Jumat pertama
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى سيدنا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن
عِبَادَ اللهِ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ قَالَ اللهُ تَعَالَى: يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتّقُوا اللهَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَام َ إِنّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah jamaah Jumat
Bulan Rabiul Awwal yang biasa kita sebut sebagai bulan maulid atau bulan kelahiran Baginda Nabi Muhammad ﷺ telah tiba. Umat Islam menyambut dengan suka cita dan penuh kebahagiaan. Kegembiraan semacam ini adalah bentuk pengamalan firman Allah ﷻ :
قُلْ بِفَضْلِ ٱللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِۦ فَبِذَٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوا۟
“Katakanlah: ‘Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira.‘ (QS: Yunus : 58)
Salah satu cara untuk melaksanakan peringatan maulid adalah dengan banyak membaca shalawat. Setiap sepekan sekali banyak dari kita yang memperingatinya dengan mengadakan acara maulidan di masjid, mushala, atau dari rumah ke rumah.
Jika kita perhatikan di dalam buku maulid yang sering kita baca, selalu berisi ajakan untuk membaca shalawat. Ya Rabbi Shalli a’la Muhammad ya Rabbi Shalli a’laihi wa sallim. (Wahai Tuhanku, limpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad dan keluarganya).
Di balik pembacaan shalawat terkandung beragam kisah yang mengharukan. Kisah yang pertama tentang seorang bernama Syaikh Farazdaq.
Beliau adalah seorang penyair ulung. Ia mendendangkan banyak syair yang berisi pujian kepada Rasul ﷺ.
Suatu hari setelah ia berziarah ke makam Rasul ﷺ, ia diajak seseorang ke rumahnya guna dijamu makan siang. Namun, sesampainya di rumah itu, Farazdaq justru dipersekusi sampai lidah yang sering ia gunakan untuk bershalawat dan memuji Rasul ﷺ dipotong oleh sosok yang tidak suka ada orang yang memuji Rasul ﷺ.
Sepulang dari rumah itu, sembari menahan rasa sakit dan rasa sedih, ia kembali ke makam Rasul ﷺ dan berdoa, “Ya Allah, jika penghuni makam ini tidak suka dengan pujiaanku, biarlah aku dalam keadaan seperti sekarang ini. Tapi jika beliau senang dengan yang kulakukan, maka kembalikan lidahku seperti sedia kala, Ya Allah.”
Farazdaq terus menangis sampai ia tertidur. Dalam tidurnya ia bermimpi berjumpa dengan Rasul ﷺ. Kata Rasul ﷺ, “Aku senang dengan pujian-pujianmu. Berikanlah potongan lidahmu.” Tak lama kemudian, Rasul ﷺ mengambil potongan lidahnya dan mengembalikan ke tempat semula. Usai bangun tidur, Farazdaq mendapati lidahnya telah pulih. Peristiwa ini membuatnya semakin termotivasi untuk memuji Rasul ﷺ dan membaca shalawat dengan lebih dahsyat.
Kaum Muslimin jamaah Jumat yang berbahagia
Kisah yang kedua, tentang seorang pemuda yang tiap ayunan langkahnya selalu ia iringi dengan bacaan shalawat. Di balik bacaan shalawat yang selalu ia baca ada sebuah peristiwa yang dialaminya.
Pemuda ini bercerita bahwa ia berangkat haji bersama ayahnya. Di tengah perjalanan, ayahnya wafat. Setelah wafat, dilihat olehnya bahwa wajah ayahnya berubah hitam.
Di sela menunggu proses perawatan jenazah, pemuda ini mengantuk sampai tertidur. Saat tidur inilah ia bermimpi bertemu seorang yang tampan rupawan, pakaiannya bersih dan wangi, aroma harum keluar dari tubuhnya.
Sosok ini mendatangi jenazah ayahnya, ia buka kain yang menutupi wajahnya, kemudian ia mengusapkan tangannya ke wajah ayahnya. Seketika wajah ayahnya berubah drastis. Wajah yang hitam berubah menjadi wajah yang bersinar terang.
Masih dalam mimpinya, pemuda ini bertanya kepadanya, “Siapakah engkau?” Dijawab, “Aku adalah Muhammad bin Abdullah, kepadaku Al-Quran diturunkan. Semasa hidupnya, ayahmu sering menyia-nyiakan dirinya. Namun, ia banyak membaca shalawat kepadaku. Saat detik-detik sakaratul maut, ia meminta tolong kepadaku dan aku adalah penolong bagi orang-orang yang banyak membaca shalawat kepadaku.”
Saat pemuda ini tersadar dari mimpinya, ia mendapati wajah ayahnya sama seperti yang terjadi dalam mimpi yang ia alami. Wajah ayahnya telah berubah menjadi putih. Dua kisah yang kita simak bersama membawa beberapa pelajaran.
Pelajaran yang paling penting adalah tentang keutamaan dari kita membaca shalawat kepada Rasul ﷺ. Oleh karena itu, mari kita senangkan hati ini. Kita basahi bibir kita dengan menyebut nama Rasul ﷺ yang tertera di dalam shalawat. Dengan membacanya, kita akan meraih banyak sekali keutamaan.
Jemaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah
Cukuplah sebagai keutamaannya adalah keikusertaan Allah ﷻ dan malaikat-Nya dalam membaca shalawat. Hal ini tidak kita jumpai dalam amal-amal yang lain, selain amalan berupa shalawat, sebagaimana yang diterangkan dalam surat al-Ahzab ayat 56 :
إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا
“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS: Al-Ahzab : 56)
Seseorang yang membaca shalawat sekali saja berarti ia telah melaksanakan perintah Allah ﷻ, mendapatkan guyuran 10 rahmat, diangkat derajatnya 10 derajat, ditulis baginya 10 kebaikan dan dihapus 10 kesalahannya, doanya akan mudah dikabulkan, keperluannya akan dipenuhi, segala urusannya akan dimudahkan, kesedihannya akan terobati, rezekinya diberkahi, dan kelak di akhirat ia akan mendapatkan syafaat Baginda Nabi Muhammad ﷺ. Rasul ﷺ bersabda :
مَنْ صَلَّى عَلَيَّ حِيْنَ يُصْبِحُ عَشْرًا وَحِيْنَ يُمْسِيْ عَشْرًا أَدْرَكَتْهُ شَفَاعَتِيْ يَوْمَ القِيَامَةِ
“Siapa yang bershalawat kepadaku di waktu pagi sepuluh kali dan di waktu sore sepuluh kali, maka dia mendapat pembelaanku (syafaat) di hari kiamat.” (HR: Thabrani)
Masih banyak sekali keutamaan dari membaca shalawat. Mari kita isi hari-hari kita khususnya di bulan kelahiran Rasul ﷺ dengan membaca shalawat. Allahummaa Shalli wa sallim a’la sayyidina Muhammad wa a’la Aali Sayyidina Muhammad.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فيِ القُرْآنِ العَظِيْمِ، وَنَفَعَنيِ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآياَتِ وَالذِّكْرِ الحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنيِّ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ َإِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْليِ هذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ ليِ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Khutbah Jumat kedua
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلى سيدنا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن. اَمَّا بَعْدُ :
فَيَا اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا اللهَ تَعَالىَ وَذَرُوا الْفَوَاحِشَ مَاظَهَرَ وَمَا بَطَنْ، وَحَافِظُوْاعَلىَ الطَّاعَةِ وَحُضُوْرِ الْجُمْعَةِ وَالْجَمَاعَةِ.
وَاعْلَمُوْا اَنَّ اللهَ اَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلاَئِكَةِ قُدْسِهِ، فَقَالَ تَعَالىَ وَلَمْ يَزَلْ قَائِلاً عَلِيْمًا: اِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِىْ يَاَ يُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سيدنا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سيدنا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سيدنا إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سيدنا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سيدنا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سيدنا إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَةِ،
اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنَ البَرَصِ وَالجُنُونِ والجُذَامِ وَسَيِّيءِ الأسْقَامِ
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا, اللَّهُمَّ إنَّا نَسْأَلُكَ الهُدَى والتُّقَى والعَفَافَ والغِنَى، رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ و َمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ
Khutbah Jumat ini dikeluarkan, DPC Rabithah Alawiyah Kota Malang. Arsip lain terkait Khutbah Jumat bisa diklik di SINI