Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

10 Konsep Kebahagiaan dalam Surah An-Nasyr [1]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 10 September 2015 07:36 7:36 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 10 September 2015 07:36
Bagikan
ilustrasi
Bagikan

SETIAP manusia ingin mendapatkan kebahagiaan. Berbagai cara pun mereka tempuh dan kerjakan. Semuanya atas dasar ingin mencapai rasa bahagia itu.

Berikut ini beberapa konsep kebahagiaan yang ditawarkan dalam Surah al-Nasyr atau biasa disebut Alam Nasyrah. Hal itu dijelaskan secara rinci oleh Abdul Muhsin al-Muthairi, seorang dosen Tafsir di Jurusan Syariah, Kuwait.

Pertama: Kebahagiaan itu pemberian Allah semata

Allah berfirman

أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

“Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?” [QS: Alam Nasyrah [94]: 1]

Ayat tersebut menjelaskan, Allah adalah Zat Yang Melapangkan dada manusia bukan selain-Nya. Bagi Allah, kebahagiaan itu termasuk makhluk Allah seperti ciptaan-ciptaan lainnya. Allah menciptakan makhluk-Nya dalam bentuk yang nyata ataupun maya. Seperti, penciptaan kematian dan kehidupan dalam kehidupan manusia. Selanjutnya, Allah meletakkan kebahagiaan tersebut dalam hati seseorang yang Dia kehendaki. Dengannya orang itu mungkin akan bahagia atau tertawa. Sebaliknya orang bisa merasakan kegundahan dan tangis yang menyesakkan sekiranya Allah berkehendak mencabut kebahagiaan tersebut.

Kedua: Kebahagiaan itu terletak di hati manusia dan bukan di nalar fikiran

Allah berfirman:

أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ

“Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?” [QS: Alam Nasyrah [94]: 1]

Seperti diketahui, penyebutan kata “dada” juga bisa dimaknai sebagai hati.

Allah berfirman:

وَلَكِن تَعْمَى الْقُلُوبُ الَّتِي فِي الصُّدُورِ

“Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada.” (Surah al-Hajj [22]: 46).

Sedang hati tidaklah dimiliki kecuali dalam genggaman Allah sebagai Zat Yang Membolak-balik hati manusia.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya seorang mukmin apabila ia berbuat dosa akan tergores sebuah titik hitam di hatinya, apabila ia bertaubat, meninggalkan dosa dan memohon ampun kepada Allah, niscaya hatinya akan bersih kembali. Tapi bila ia berbuat dosa lagi maka akan tertitik bintik hitam lagi. Itulah noda yang Allah sebutkan di dalam firman-Nya: “Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka.” [QS: al-Muthaffifin: 14] (HR. Ahmad, at-Tirmidzi, Ibnu Majah]

Ketiga: Pengampunan dosa

Allah berfirman:

وَوَضَعْنَا عَنكَ وِزْرَكَ

“Dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu.” [QS: [QS: Alam Nasyrah [94]: 2]

Semakin ringan beban yang dipikul oleh seorang hamba menandakan ia kian dekat dengan kebahagiaan. Dalam al-Qur’an Allah lalu menyamakan dosa-dosa itu dengan sebuah beban yang berat untuk dipikul manusia.

Patut diingat, dosa itu bisa terampuni dengan taubat, meminta ampun (istighfar), dan melakukan amalan-amalan kebaikan yang bisa menggugurkan dosa dan kesalahan.

Keempat: Sebutan yang baik

Allah berfirman:

وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَ

“Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu.” [QS: Alam Nasyrah [94]: 3]

Sebutan yang baik niscaya mengundang doa kebaikan dan menjadikan lisan senantiasa memujinya.

Redaksi ayat “wa rafa’na” (dan Kami tinggikan) juga menyiratkan pesan, sebutan yang baik adalah suatu pemberian bukan perkara yang diminta-minta. Oleh karenanya pujian yang bersifat dibuat-buat itu tak ada manfaatnya sebab ia tak didasari keikhlasan kepada Allah Ta’ala.*/Masykur Abu Jaulah (BERSAMBUNG)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bahagiabeban hidupdosakebahagiaan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya [Video] Pemerintah Saudi Sempat Alihkan Pesawat Rombongan Haji Akibat Badai Pasir
Tulisan selanjutnya Siapa Teman Kita?

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI

Berita
14 Juli 2026 14:52
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?