Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Penting Dai Berwawasan Luas

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 31 Desember 2020 15:39 3:39 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 31 Desember 2020 15:39
Bagikan
dakwah nabi nuh
[Ilustrasi] Ustadz Muhaimin, salah seorang dai Posdai, sedang menyeberangi sungai dalam perjalanan dakwah untuk membina warga mualaf Suku Wana di pedalaman kawasan Pegunungan Tokala, Dusun Fatu Marando, Desa Salubiro, Kecamatan Baturube, Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah, tahun 2017.
Bagikan

Hidayatullah.com | DENGAN semakin berkembangnya zaman dan kehidupan, seorang dai dituntut memiliki wawasan luas (mutsaqqaful fikri). Dan, menjadi hal yang penting bagi seorang dai mengenal lingkungan sekitar secara utuh, tentang sosial kemasyarakatan, ekonomi, budaya, dan politik.

Dai yang berwawasan luas memberikan pengaruh kepada masyarakat. Ketika diminta untuk memimpin sebuah masyarakat, masyarakat berharap agar sosok dai tersebut memiliki wawasan yang luas, baik yang sifatnya regional maupun global.

Dengan mengetahui dunia luar, memudahkan bagi dai mengetahui peluang dakwah di wilayah lain. Sehingga dapat memberikan manfaat bukan hanya bagi wilayah lokal yang ia tempati, tapi juga wilayah luar. Hal ini pernah dipraktekkan oleh Nabi Muhammad ﷺ dengan cara melihat negeri lain yang lebih maju, yang di dalamnya ditemukan kenyamanan dan kedamaian, yakni negeri Raja Najasyi di Habasyah.

Pilihan Nabi ﷺ didasari atas arahan dari Allah. Sedangkan tugas seorang dai adalah mengerahkan segala upaya untuk mengetahui perkembangan zaman dan kondisi dunia luar. Tidak diragukan lagi, setiap wilayah di atas muka bumi ini memiliki keistimewaan.

Seorang dai pada saat ini hidup di wilayah Islam yang membentang luas, tidak lepas dari permasalahan yang cukup kronis, di saat bersamaan ada penentang Islam yang melarang umat Islam menjalankan aktivitasnya. Kondisi seperti ini bisa teratasi jika umat bersatu. Untuk itu, dibutuhkan dai yang berwawasan luas dan memahami permasalahan umat Islam.

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Seorang dai saat ini juga tengah hidup di dunia yang terbagi ke dalam negara-negara. Di antara negara itu ada yang menjadi negara super power, yang kemudian membidik negara-negara lemah, termasuk yang menjadi bidikannya adalah dunia Islam.

Dai dituntut memiliki pengetahuan yang luas tentang pertarungan informasi, wilayah mana saja yang memberikan dampak buruk sehingga dapat membendung pengaruhnya.

Saat ini perubahan ideologi sangat cepat terjadi. Sedangkan dunia Islam berada di antara timur dan barat. Cepat atau lambat seorang dai akan dihadapkan dengan peperangan ideologi. Tidak ada alasan lagi bagi dai di tengah canggihnya zaman untuk mengalah dengan pemahaman ideologi.

Seorang dai, saat hidup di tengah perkembangan teknologi informasi. Di antaranya ada yang membawa manfaat dan ada yang tidak. Ada yang menopang perjuangan dakwah dan ada yang sebaliknya.

Seorang dai yang sukses adalah dai yang pandai memfilter dan memilah hal yang memberi manfaat bagi perjuangan dakwah dan tidaknya. Tidak ada alasan bagi seorang dai berpangku tangan, hal ini sama saja memperolok Allah dengan tidak bekerja dan berjuang memperjuangkan syari’at-Nya.

Pertolongan tidak datang ketika kita belum mengenal alam ciptaan-Nya secara utuh. Tak mengenal darat dan laut, sungai dan gunung, tanah dan air, dan panas dan dinginnya.

Seorang dai yang hidup di tengah beragam kelompok, ada yang memiliki kedekatan pemahaman, dan ada yang antipati. Karena itu seorang dai dituntut untuk memahami latar belakang masing-masing kelompok dengan memahaminya secara ilmiah, sehingga bisa mengukur hingga batasan mana pengaruh kelompok itu masih bisa diterima dan kapan harus distop, serta mengetahui target dari kelompok itu, baik sejarah berdiri dan perkembangnya.

Semoga Allah membimbing para dai agar dapat membekali diri dengan wawasan yang luas sehingga dapat membersamai dan menyelesaikan problematika umat. Amin.*/Imam Nur Suharno, pengurus Kops Mubaligh Husnul Khotimah, Kuningan, Jawa Barat

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:daidakwah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pakistan Tangkap 14 Pelaku Perusakan Kuil Hindu
Tulisan selanjutnya AS Kirim Puluhan Kendaraan Lapis Baja ke Iraq Jelang Peringatan Kematian Soleimani

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Berita
2 Juni 2026 18:00
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?