Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Sejarah

Bersila di Negeri Kāfūr: Kehadiran para Pedagang Muslim di Nusantara sebelum Abad ke-10 Masehi [2]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 27 September 2016 09:01 9:01 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 27 September 2016 10:30
Bagikan
Pelaut Nusantara
Bagikan

Sambungan artikel PERTAMA

 

Oleh: Alwi Alatas

 

Nusantara memang telah dikenal oleh para pedagang dan pelancong Muslim sejak lama. Abū Zayd al-Sīrāfī, seorang pedagang Muslim abad ke-10, yang menggabungkan ke dalam bukunya sebuah buku lain yang ditulis pada tahun 237H atau sekitar tahun 850 Masehi, bercerita tentang negeri-negeri di sepanjang Samudera Hindia yang telah dikunjungi oleh para pelaut dan pedagang Muslim.

Baca Juga

H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina
Kongres Al-Islam di Indonesia Era Kolonial dan Kepedulian terhadap Palestina
Membungkam Suara Kritis: Kriminalisasi Ulama Masyumi di Orde Lama
KH. Ahmad Dahlan dan Peran sebagai Jembatan Ukhuwah Islamiyah
R.A Kartini: Latarbelakang Kehidupan dan Alam Pikirannya

Menurutnya pada pertengahan abad ke-9 itu arus informasi tentang Hindia dan China melalui jalur laut sangat lancar karena ada begitu banyak pedagang yang pergi dari dan kembali ke Iraq dari wilayah-wilayah tersebut (Al-Sīrāfī, 1999: 53). Di dalam buku itu diceritakan tentang negeri-negeri yang berada di wilayah Nusantara, antara lain Fanshūr dan Zābaj, keduanya berada di Sumatera.

Fanshūr terletak di bagian barat Sumatera Utara dan pantai utamanya disebut juga sebagai pelabuhan al-Kāfūr. Negeri itu memiliki bandar-bandar pelabuhan yang terkenal (Shihāb, 2010: 54). Menurut Tome Pires, seorang apoteker dan pelancong Portugis yang datang ke Nusantara pada awal abad ke-16, negeri ini dikenal juga sebagai Barus dan kedua nama itu, yaitu Fanshūr dan Barus, mengacu pada entitas yang sama. Negeri itu kadang disebut juga sebagai Pansur atau Panchur, yang boleh jadi mengacu pada kata Melayu ’pancur’ (Pires & Rodrigues, 1944: 161). Negeri ini memang telah dikenal sejak lama, terutama karena kapur barus yang dihasilkannya. Ibn Khurdadzbih (1889: 66), seorang ahli geografi Muslim di bawah pemerintahan Abbasiyah, telah menyebut tentang Bārūs dan Zābaj di dalam kitabnya al-Masālik wa-l-Mamālik kurang lebih pada pertengahan abad ke-9 Masehi. Menurutnya di negeri Bārūs terdapat kamper yang berkualitas tinggi, juga padi, tebu, kelapa, dan pisang, di samping masih ada sebagian penduduknya yang makan daging manusia.

Adapun Zābaj, atau Sribuza, dianggap oleh para peneliti sebagai sebutan Arab untuk Kerajaan Sriwijaya. Encyclopaedia of Islam dalam penjelasannya tentang Zābaj berpandangan bahwa kata ini mengacu pada Dinasti Sailendra yang pada awalnya berkuasa di Jawa tetapi sejak paruh kedua abad ke-9 pusat kekuasaannya mulai bergeser ke Sumatera (Bearman et.al., 2002: 367-368).

Kerajaan ini dipimpin oleh seorang yang disebut sebagai maharāja dan di wilayah kekuasaannya antara lain terdapat kamper (kāfūr), kayu cendana, dan gading (Al-Sīrāfī, 1999: 66). Negeri ini merupakan salah satu sentra perdagangan penting serta memiliki pasar-pasar yang besar.

Banyaknya pedagang asing yang datang ke tempat ini membuat industri penukaran uang tumbuh pesat sehingga negeri ini memiliki pasar khusus untuk penukaran uang, walaupun transaksi menukar uang dapat juga dilakukan di tempat-tempat yang lain (Ibn Syahriyār, 2000: 132). Menurut Ibn Khurdadzbih di negeri itu terdapat pohon kamper yang sangat besar sehingga bisa menaungi seratus orang dan darinya dihasilkan air dan getah kamper (Ibn Khurdadzbih, 1889: 65).

Buzurk ibn Syahriyār (2000: 146-147) di dalam ‘Ajā’ib al-Hind memberikan cerita yang menarik tentang cara duduk di kerajaan Zābaj. Dikatakan bahwa di negeri itu semua orang wajib duduk bersila saat menghadap pejabat negeri atau mereka yang melanggarnya akan dikenakan denda.

Hal ini berlaku juga bagi kaum Muslimin dan orang asing yang tinggal di sana. Namun aturan ini akhirnya dikecualikan secara khusus dari kaum Muslimin yang berasal dari negeri lain disebabkan pejabat di negeri itu menyadari bahwa terkadang di antara orang-orang Islam ini ada orang yang sudah berusia tua dan tidak kuat duduk bersila terlalu lama. Yang menarik adalah Buzurk mengutip kata Melayu ’bersila’ (al-barsīlā) di dalam kitabnya itu.

Bersila di Negeri Kāfūr: Kehadiran Pedagang Muslim di Nusantara sebelum Abad ke-10 Masehi [1]

Informasi-informasi di atas memperlihatkan betapa pada abad ke-9 wilayah Nusantara telah dikenal oleh para pedagang dan penulis Muslim dan para pedagang Muslim telah biasa bolak-balik ke wilayah ini. Sejak masa yang dini para pedagang Muslim telah bersila di negeri kāfūr. Mereka tampaknya diperlakukan dengan sangat baik, dihormati, dan karenanya berhak menerima satu pengecualian khusus dari adat setempat yang dipelihara kuat.

Lalu apakah benar salah satu raja Sriwijaya telah berkirim surat dengan Khalifah Umar bin Abdul Aziz dan menyatakan ketertarikannya pada Islam?

Kita hanya bisa melihat hal ini sebagai sebuah kemungkinan. Jika angin musim telah meniup layar-layar kapal Arab dan Muslim melintasi Samudera Hindia dan Selat Malaka sejak abad-abad yang awal, angin yang sama boleh jadi telah menerbangkan surat dari negeri Timur yang jauh ke pusat pemerintahan Islam di Damaskus, membawa serta aroma kāfūr di dalamnya. Wallahu a’lam.*

Penulis buku Shalahuddin Al Ayyubi dan Perang Salib III

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ArabHindia BelandaIslam di BarusIslam di NusantaraKapur BarusKepulauan Nusantaraulama nusantara
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kembangkan Riset dan Budaya Akademik, MASIKA-ICMI Berikan Beasiswa Tunas Cendekia
Tulisan selanjutnya Innalillahi, Ulama Besar Palestina Meninggal Dunia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Berita
3 Juni 2026 12:30
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

Salam al-Turjuman dan Ekspedisi Pencarian Tembok Ya’juj dan Ma’juj

14 April 2026 07:01
Sejarah

Akibat Mengabaikan Ukhuwah Islamiyah dan Bekerjasama dengan Musuh

9 April 2026 14:00
Sejarah

Cermin Sejarah: Respon Indonesia Saat Masjidil Aqsha Dinista Kesuciannya oleh Zionis Israel

6 April 2026 13:22
KajianSejarah

Dukungan Nyata Bangsa dan Tokoh Palestina untuk Kemerdekaan Indonesia

14 Maret 2026 06:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?