Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Sejarah

Sayyid Ustman: Jejak Kontroversial Mufti Betawi [1]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 31 Mei 2016 10:59 10:59 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 31 Mei 2016 12:00
Bagikan
Rabithah Alawiyah mengadakan seminar tentang se jarah dakwah Mufti Betawi, Sayid Utsman bin Yahya, di Jakarta.
Bagikan

Oleh: Faizal Adi Surya

 

ISLAM  pada masa pemerintah Kolonial selalu menjadi penghalang, yang selalu menyusahkan kuku kolonial leluasa menancapkan kekuasaan di Bumi Nusantara. Pemberontakan yang dipimpin para ulama dan haji, selalu diwaspadai oleh para gubernur jenderal, hingga kemudian dipikirkan cara terbaik untuk meredam semangat perlawanan Umat Islam.

Pendirian Kantoor voor Inlandasche Zaken atau kantor urusan nasehat untuk masalah Pribumi pada 1899, menandai keawaspadaan Total pemerintah Kolonial terhadap gerakan Islam. Sebab mayoritas Pribumi adalah beragama Islam, maka otomatis, Islam menjadi fokus garapan kantor ini.

Nama Snouck Hurgronje cukup dikenal sebagai kepala komisaris kantor tersebut, selain nama besarnya dalam studi Islam di Hindia Belanda. Rekam Jejak Snouck cukup istimewa, ia berhasil membuat pemerintah kolonial Hindia Belanda meningkatkan kewaspadaan kepada Politik Ummat Islam. Snouck meyakinkan Pemerintah Belanda agar mereduksi Islam sekedar berkembang menjadi agama ibadah saja. Politik Islam yang menjadi inspirasi perlawanan terhadap pemerintah Kolonial, sedikit banyak dikurangi.

Baca Juga

H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina
Kongres Al-Islam di Indonesia Era Kolonial dan Kepedulian terhadap Palestina
Membungkam Suara Kritis: Kriminalisasi Ulama Masyumi di Orde Lama
KH. Ahmad Dahlan dan Peran sebagai Jembatan Ukhuwah Islamiyah
R.A Kartini: Latarbelakang Kehidupan dan Alam Pikirannya

‘Kejeniusan’ Snocuk tidak lepas dari kenyataan dirinya adalah seorang Muslim, dengan menyamar sebagai Abdul Gaffar, Snouck telah mempelajarai Islam di Mekkah. Dan yang tidak kalah penting, Snocuk didampingi seorang ulama, yaitu Sayyid Utsman. Rekam jejak Sayyid Utsman, terbilang kontroversi pada zamanya. Disaat para Ulama lain, gigih menentang pemerintah Kolonial. Ia justru ada dalam kubu seberang, tak jarang Sayyid Utsman menjadi santapan empuk kritik ulama saat itu, ia dituduh menjual agama kepada Pemerintah Kolonial.  hal ditambah kenyataan bahwa Sayyid Utsman adalah seorang mufti di wilayah Batavia.

Namun Sayyid Utsman juga tidak sedikit mendapat pujian, terutama karena keuletan Sayyid Ustsman dalam menentang Bid’ah yang berlindung di balik baju tradisi dan budaya. Oleh sebab itu, tidak sedikit yang menyebutnya sebagai “Ulama Pembaharu”.

Sekilas Sayyid Utsman

Sayyid Utsman dilahirkan di Pekojan, Betawi, pada tanggal 17 Rabiul Awal 1238 (1822 M). Ayahnya, Abdullah, dan kakeknya ‘Aqil, dilahirkan di Makkah, tetapi kakek ayahnya, Umar, dilahirkan di Hadramaut tepatnya di desa Qârah Âl Syaikh. Mengenai kakek Sayyid Utsman, ‘Aqil, informasi dari Snouck hanya menjelaskanbahwa dia adalah seorang yang cukup terhormat di Makkah. Jabatannya sebagai syaikh al-sâdah (pemimpin para sayyid) disandangnya selama 50 tahun. Ia kemudian meninggal dalam penjara Syarif Akbar. Sedangkan ibu Sayyid Utsman bernamaAminah adalah putri dari Syekh Abdurrahman al-Mishri, seorang ulama keturunanMesir yang sudah ada di Indonesia.

Sayyid Utsman pun diasuh oleh kakeknya, Abdurrahman al- Mishri. Melalui kakeknya,pula Sayyid Utsman mendapatkan pengajaran membaca al-Qur`an, akhlak, ilmu tauhid, fikih, tasawuf, nahwu sharaf, tafsir-hadis dan ilmu falak.Sayyid Utsman berangkat ke Makkah ketika usianya 18 tahun. Ia berada di sanadalam rentang waktu antara tahun 1840 sampai 1847. Selain untuk menunaikan ibadahhaji, perjalanan ini juga dimaksudkan untuk mengunjungi ayahnya.

Ia melanjutkan Setelah tujuh tahun di Makkah, Sayyid Utsman melanjutkan kembaliperjalanannya ke Hadramaut pada tahun 1264 (1848) dan mengambil pengetahuan kepada para ulama Hadramaut. Hasrat Sayyid yang masih lapar akan ilmu, membuat ia melancong ke Madinah, Mesir, Tunisia, sampai ke Istanbul. Pada tahun 1862 ia pulang ke Indonesia melalu Singapura. Ia menuju tanah kelahiranya, di Batavia.

Malang melintang mencari Ilmu, kedatangan Sayyid Utsman cukup disegani para Ulama kala itu, meskipun Sayyid Utsman meanmpilkan sikap yang merendah. Syekh Abdul Gani Bima, yang sudah sepuh, meminta ia mengganti mengajar di masjid pekojan. Berkat ketinggian Ilmunya pula, ia diangkat menjadi Mufti di tanah Betawi.

Sayyid dan Snouck

Hubungan Sayyid Utsman dengan Pemerintah Kolonial sudah terbentuk jauh sebelum Snouck datang ke Indonesia, dan menjabat sebagai kepala kantor urusan pribumi (Kantoor voor Inlandasche Zaken). Sayyid Utsman diangkat menjadi penasehat urusan Arab pada 1891.

Alasan pengangkatan Sayyid Utsman tidak lepas dari kondisi masyarakat arab di Indonesia saat itu. Awalnya, masyarakat Arab ayng digambarkan sebagai masyarakat yang mencintai baca tulis, berfokus pada urusan perdagangan, sementara dalam urusan sosial Politik, masyarakat Arab tidak memiliki rasa simpatik yang tinggi.* (BERSAMBUNG)

Penulis adalah pegiat KAMMI Kultural Solo

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:BelandabetawiMuftiSayyid UtsmanSnouck Hurgronje
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Jemaat Terus Berkurang Gereja Katolik Roma St. Frances X Cabrini Ditutup
Tulisan selanjutnya KPK Ajak Perguruan Tinggi Islam Motori Pencegahan Korupsi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Berita
1 Juni 2026 13:00
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

Salam al-Turjuman dan Ekspedisi Pencarian Tembok Ya’juj dan Ma’juj

14 April 2026 07:01
Sejarah

Akibat Mengabaikan Ukhuwah Islamiyah dan Bekerjasama dengan Musuh

9 April 2026 14:00
Sejarah

Cermin Sejarah: Respon Indonesia Saat Masjidil Aqsha Dinista Kesuciannya oleh Zionis Israel

6 April 2026 13:22
KajianSejarah

Dukungan Nyata Bangsa dan Tokoh Palestina untuk Kemerdekaan Indonesia

14 Maret 2026 06:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?