Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Sejarah

Kerjasama Nuruddin Zanki dan Burhanuddin Al-Balkhi dalam Memberantas Syi’ah di Aleppo

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 28 Maret 2018 17:24 5:24 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 28 Maret 2018 17:24
Bagikan
Bagikan

IDE pembebasan Mesir dari Dinasti Syi’ah Fathimiyah, sudah dicanangkan sejak era Nuruddin Mahmud Zanki (511-569 H/ 1118-1174 M). Bahkan, bukan saja sebatas gagasan, upaya riil sudah beliau lakukan sejak menjadi menggantikan ayahnya (Imaduddin Zanki) sebagai pemimpin. Karena itu, komentar Ibnu Katsir mengenai figur karismatik ini dalam “Al-Bidâyah wa Al-Nihâyah” (1988: XII/344) paling tidak bisa menggambarkan sepak terjangnya.

Kata Al-Hafidz Ibnu Katsir, sosok Nuruddin Zanki ketika berkuasa adalah termasuk figur yang membela sunnah, mematikan bid’ah, memerintahkan kepada rakyatnya untuk mengumandangkan azan dengan “hayya ‘alas shalah” bukan “hayya ‘ala khairil ‘amal” (azan kaum Syi’ah), padahal, di zaman bapak dan kakeknya upaya ini masih belum terjadi karena memang Syi’ah masih dominan dan kuat.

Untuk mengatasi penyimpangan Syi’ah di Aleppo, menurut catatan Ibnu ‘Adim dalam “Zubdah al-Halb” (1996: 331) Nuruddin membuat langkah-langkah strategis yaitu: memperbarui bangunan madrasah dan markas militer di Aleppo dan mendatangkan ahli ilmu dan fikih  (ulama) dan memperbarui madrasah terkenal di Halawiyah (523 H).

Salah satu ulama yang diajak Nuruddin bersinergi adalah pakar fikih bermadzhab Hanafi, yang dikenal dengan: Burhanuddin Al-Balkhi. Nama lengkapnya, Burhanuddin Abu Al-Hasan ‘Ali bin Muhammad Al-Balkhi (W 548 H/ 1153 H) Beliau diminta datang dari Damaskus pada tahun 519 H untuk mengurus madarasah Al-Halawiyah.

Ahmad Shallabi dalam “Al-Daulah Al-Zankiyah wa Najaah al-Masyruu’ al-Islaami Biqiyaadati Nuruddin Mahmud al-Syahiid fii Muqaawamati al-Taghalghuli al-Baathini wa al-Ghazwu Al-Shaliibii” (2007: 217) menyebutkan bahwa Burhanudin Al-Balkhi beserta murid-muridnya sebagai penunjang terbaik dalam membantu Nuruddin  menentang Syi’ah serta  membela Al-Qur`an dan Sunnah.

Baca Juga

Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah
H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina
Kongres Al-Islam di Indonesia Era Kolonial dan Kepedulian terhadap Palestina
Membungkam Suara Kritis: Kriminalisasi Ulama Masyumi di Orde Lama
KH. Ahmad Dahlan dan Peran sebagai Jembatan Ukhuwah Islamiyah

Baca: Jasa Ulama dalam Pembebasan Mesir dari Syi’ah

Lebih dari itu, dalam buku “Al-Daulah Al-Zankiyah wa Najaah al-Masyruu’ al-Islaami Biqiyaadati Nuruddin Mahmud al-Syahiid fii Muqaawamati al-Taghalghuli al-Baathini wa al-Ghazwu Al-Shaliibii”  (2007: 246-247) Shallabi menambahkan bahwa  sosok Burhanuddin memiliki keistimewaan jujur dalam berkata. Maka tidak heran jika ulama tersebut mandapat penerimaan yang baik dari masyarakat. Di sisi lain, beliau juga memiliki akidah yang baik, hidup zuhud. Buktinya, walau banyak sekali pemberian duniawi kepadanya, beliau sama sekali tak tergiur bahkan tidak meliriknya.

Setelah Nuruddin, memperbarui bangunan madrasah Al-Halawiyah, beliau memberi mandat kepada Burhanuddin Al-Balkhi sebagai penganggung jawab pengajarannya. Amanat ini dijalankan dengan sangat baik dan berani. Saat mengajar di Al-Halawiyah, Burhanuddin Al-Balkhi menegakkan kumandang azan Ahlus Sunnah sebagai ganti dari azan Syi’ah yang sudah mendominasi Aleppo. Suatu ketika, saat beliau sedang mengajar, terdengarlah azan “hayya ‘ala khairil ‘amal”.

Mendengar azan tersebut, Burhanuddin langsung memerintah para ulama fikih untuk naik ke menara untuk mencegahnya. Bahkan sempat menggertak, “Kalau kamu tidak menghentikan azan ini, maka kamu akan dilempar dari menara masjid.” (L. Al-Bawa’nah, 2006:62) Upaya ini –demikian juga yang lainnya- cukup efektif dalam mencegah penyimpangan azan Syi’ah.

Menariknya, madrasah-madrasah sunni yang bangunannya diperbarui Nuruddin tidak hanya di Halawiyah, selain itu misalnya: Madrasah Al-‘Ishruniyah bermadzhab Syafi’i yang diamanahkan pada Syarafuddin bin Abi ‘Ishrun; Madrasah Al-Nafari diserahkan tanggung jawabnya pada Al-Quthb An-Naisaburi; madrasah masjid Al-Ghada`iri dimandatkan kepada Syeikh Syu’aib (Ibnu Adim, 1996: 322).

Baca: Sinergi Khubusyani dan Shalahuddin Al-Ayyubi dalam Pembebasan Buki Kinanah

Ini menunjukkan bahwa Nuruddin tidak main-main dalam pemberantasan Syi’ah. Dan langkah pemberantasan melalui jalur pendidikan adalah langkah yang terbilang sangat strategis.

Dari fakta-fakta tersebut, tampak betapa pentingnya sinergi ulama dan umara dalam memberantas penyimpangan. Nuruddin tidak hanya berhenti pada tataran ide, namun membuat langkah-langkah konkret melalui sinergi dengan para ulama, membuat fasilitas-fasilitas yang menunjang baik dalam ranah pendidikan maupun militer.

Maka tidak mengherankan jika kemudian hari, Shalahuddin mampu membebaskan Bumi Kinanah dari Syi’ah Fathimiyah, karena jauh-jauh hari, jalannya sudah dilapangkan oleh Nuruddin Zanki bersama peran aktif para ulama.*/Mahmud Budi Setiawan

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AleppoBumi KinanahBurhanuddin Al-BalkhiIbnu KatsirImaduddin ZankiMesir dari Dinasti FathimiyahNuruddin Mahmud ZankiNuruddin Zankisyiah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Menghadirkan “Hollywood” di Saudi
Tulisan selanjutnya Parlemen Indonesia Dukung Palestina, Tolak Keputusan AS

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Berita
15 Juli 2026 21:25
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

R.A Kartini: Latarbelakang Kehidupan dan Alam Pikirannya

25 April 2026 08:37
Sejarah

Salam al-Turjuman dan Ekspedisi Pencarian Tembok Ya’juj dan Ma’juj

14 April 2026 07:01
Sejarah

Akibat Mengabaikan Ukhuwah Islamiyah dan Bekerjasama dengan Musuh

9 April 2026 14:00
Sejarah

Cermin Sejarah: Respon Indonesia Saat Masjidil Aqsha Dinista Kesuciannya oleh Zionis Israel

6 April 2026 13:22
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?