Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Sejarah

Kenangan Oei Tjoe Tat tentang Mohamad Natsir

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 30 September 2019 20:57 8:57 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 30 September 2019 21:10
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com | PADA minggu-minggu awal Juli 1946, di Banten –menurut cerita Oei Tjoe Tat– terjadi kerusuhan besar. Yang disasar pada waktu itu adalah etnis China. Kerusuhan tersebut segera meluas ke beberapa daerah.

Pemicu kerusuhan besar itu adalah tuduhan sepihak kepada etnis China yang sebelum kemerdekaan dianggap pro Belanda dan menjadi agen NICA. Akibat generalisasi ini, banyak sekali keturunan China yang tak bersalah menjadi korban.

Oei sendiri masih merasakan betul dampak buruk dari kejadian itu. Ada perampokan, pembantaian, ribuan orang diduga tewas hangus terbakar bersama rumah-rumahnya. Sementara yang lainnya mati terbunuh. Bahkan banyak pemuda yang disunat secara paksa, dan kaum perempuan dirampas kehormatannya.

Kata Oei, “Pembentukan Komite Penolong Korban Tionghoa (KPKT) oleh SMH (Sin Ming Hui – Organisasi Sosial) yang berhasil meringankan penderitaan orang-orang tak berdosa betul-betul luar biasa bagi saya.”

KPKT bukan saja berhasil menyelamatkan ratusan orang akibat peristiwa Tangerang, tapi juga di tempat lain. Mereka berhasil mengumpulkan uang, bahan makanan, obat-obatan dan perabot rumah sebagai bantuan untuk para pengungsi.

Baca Juga

Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah
H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina
Kongres Al-Islam di Indonesia Era Kolonial dan Kepedulian terhadap Palestina
Membungkam Suara Kritis: Kriminalisasi Ulama Masyumi di Orde Lama
KH. Ahmad Dahlan dan Peran sebagai Jembatan Ukhuwah Islamiyah

Kerusuhan yang menimbulkan trauma panjang ini berhasil diakhiri setelah diturunkan tim peninjau dan penertiban kekuatan bersenjata di kawasan Tangerang dan sekitarnya oleh TRI dibantu pemuda sukarelawan keturunan Tionghoa. “Di antara Tim Peninjau,” kata Oei, “pimpinan Menpen Moh. Natsir, turut serta beberapa wartawan dan dua utusan SMH, yaitu Oey Kim Sen dan Go King Liong.” (Memoar Oei Tjoe Tat, 1995: 65, 66)

***

Demikianlah sosok Natsir. Beliau bisa bergaul dan peduli dengan siapa saja. Meski, terdapat perbedaan yang tajam dari sisi pemahaman, bahkan agama, dalam hal-hal yang tidak bertentangan dengan agama, misalnya melalui pintu kemanusiaan, beliau bisa sambung dengan orang-orang yang berbeda.

Natsir misalnya, menjalin hubungan baik dengan I.J. Kasimo dan Leimena yang beragama Kristen. Meski berbeda, tapi masih bisa menemukan titik temu untuk menjalin pertemanan.

Nabi Muhammad sendiri, dari sisi hubungan kemanusiaan, tetap menjalin interaksi yang baik dengan orang yang berbeda pandangan dan umat beragama lain. Bahkan, saat meninggal pun baju besi beliau masih tergadai ke orang Yahudi.

Semoga teladan dari Natsir tersebut, bisa diteladani dengan baik di tengah kondisi kebangsaan kita yang hendak dicerai-beraikan oleh pihak yang berkepentingan.*/Mahmud Budi Setiawan

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:masyumiMohamad NatsirOei Tjoe Tat
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Al-Shabab Serang Kamp Pelatihan Tentara AS di Somalia
Tulisan selanjutnya Pengidap HIV Mayoritas Homoseksual di Kendari Januari-Juli 2019

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Berita
18 Juli 2026 10:12
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Terbaru

  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

R.A Kartini: Latarbelakang Kehidupan dan Alam Pikirannya

25 April 2026 08:37
Sejarah

Salam al-Turjuman dan Ekspedisi Pencarian Tembok Ya’juj dan Ma’juj

14 April 2026 07:01
Sejarah

Akibat Mengabaikan Ukhuwah Islamiyah dan Bekerjasama dengan Musuh

9 April 2026 14:00
Sejarah

Cermin Sejarah: Respon Indonesia Saat Masjidil Aqsha Dinista Kesuciannya oleh Zionis Israel

6 April 2026 13:22
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?