Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Sejarah

Muslihat di Balik Runtuhnya Baghdad

Ahmad
Terakhir diupdate: 10 Mei 2023 22:17 10:17 pm
Ahmad
Dipublikasikan 11 Mei 2023 09:00
Bagikan
Bagikan

Baghdab jatuh kepada Mongol, Khalifah menyerahkan dirinya, 3000 orang ikut serta, termasuk para pembesar, imam, dan hakim

Hidayatullah.com | SELAMA lima abad, Kekhalifahan Bahgdad merupakan kekuatan besar pada masanya. Namun akhirnya kekuatan yang disegani dunia itu harus runtuh oleh serangan pasukan Mongol.

Namun Mongol tidak serta-merta menyerang. Sebelumnya telah ada upaya-upaya untuk melemahkan kekuatan Baghdad, terutama dilancarkan dari dalam istana.

Gerakan pelemahan tersebut rupanya berjalan dengan baik ketika khalifah Baghdad dalam kondisi lalai. Hingga akhirnya tanpa memperoleh perlawanan berarti, Mongol berhasil meluluh-lantakkan Baghdad.

Detik-detik Runtuhnya Baghdad

Baca Juga

Menolak Digaji Negara: Kisah Para Hakim Teladan dalam Sejarah Peradaban Islam
Syair Ahmad Baktsir dan Detak Jantung Diplomasi Kemerdekaan RI di Kairo
Buya Natsir dan 1.000 Sarung untuk Tapol PKI
Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah
H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina

Bangsa Mongol pada awalnya merupakan kabilah-kabilah yang hidup secara nomaden. Di sela-sela perngembaraan, mereka menetap dengan tinggal di tenda-tenda dari kulit binatang yang diangkut di atas gerobak.

Jenghis Khan memimpin kekuasaan bangsa Mongol setelah berhasil menguasai beberapa kabilah sebangsa yang menentangnya. Kemudian ia pun menyusun perundang-undangan dalam memutar roda pemerintahan yang disebut sebagai Yasa. (al-Khithtah al-Maqrizi, 2/120-121).

Pasukan Mongol kemudian melakukan ekspansi militer ke negeri-negeri sekitarnya. Hingga akhirnya mereka memasuki wilayah kekuasaan umat Islam setelah berhasil mengalahkan Kesultanan al-Khawarizmiyah.

Yang mengejutkan, para ulama sejarah justru menyebutkan bahwa pasukan Mongol sebenarnya diundang oleh Khalifah an-Nashir li Dinillah (622H), penguasa Baghdad ketika itu. Tujuannya agar Mongol menyerang kesultanan besar yang sedang berseteru dengan Baghdad. (al-Kamil fi at-Tarikh, 12/362).

Kesultanan al-Khawarizmiyah akhirnya jatuh. Akibatnya, tidak ada lagi sekat antara kekuatan Mongol dengan Baghdad.

Penguasa Baghdad berikutnya, al-Mustanshir li Dinillah (623H), menyadari tentang ancaman kekuatan Mongol. Dia mulai berpikir bagaimana menyingkirkan bangsa ini.

Ketika itu Mongol hendak menguasai Azerbaijan yang berada di bawah kekuasaan al-Khawarizmiyah. Khalifah al-Mustanshir pun memberikan anggaran besar untuk militernya dan meminta kepada Malik al-Mudhaffar, penguasa Irbil (Iraq bagian utara), untuk mengirim bantuan.

Dikirimlah sekelompok pasukan dengan sejumlah pemimpin, di antaranya adalah Jamaluddin an-Nashiri, Syamsuddin Qairan, Alauddin Aldakaz, serta Falakuddin. Semua menuju Syahrazur, kawasan Kurdistan selatan. Setelah mengetahui akan hal itu, pihak Mongol akhirnya memilih untuk mundur. (Tarikh al-Islam li adz-Dzahabi, 45/46).

Kursi kekhalifahan Baghdad kemudian diduduki oleh al-Musta’shim (656 H). Di masa inilah terjadi bencana besar bagi umat Islam, yakni jatuhnya kekhalifahan Baghdad oleh kekuatan Mongol.

Mongol memutuskan untuk menyerang Baghdad, setelah mengetahui keadaan politik dan militer internal kekhalifahan yang lemah. Pemimpin pasukan Mongol, Hulagu Khan, mengirim surat peringatan agar Baghdad tunduk dan menyerah, serta berhenti untuk mempersiapkan pasukan dan menghancurkan benteng-benteng pertahanan.

Ternyata al-Musta’shim enggan menyerahkan Baghdad begitu saja. Hulagu Khan akhirnya memutuskan untuk menyerang.

Ternyata bukan hanya Bangsa Mongol saja yang menyerang Baghdad. Bergabung bersama mereka beberapa pemimpin Nasrani, salah satunya dari al-Kurj.

Bahkan ada juga kelompok Muslim yang bergabung dengan Mongol. Misalnya Sultan Juq, yang merupakan keturunan al-Khawarizmiyah. Ia memiliki peranan penting dalam kampanye kepada pasukan agar melakukan pembelotan dari militer Baghdad dan bergabung bersama Mongol. (Jami’ at-Tawarikh li Rasyiduddin al-Hamadani, 1/220, 271, 283, 284).

Pada bulan Dzulhijjah 255 H, Mongol mendirikan kamp militer di tepi sungai Hilwan. Sebagian dari mereka telah menyeberangi sungai Dajlah.

Saat itu, Baghdad pun mencoba untuk mencegah dengan mengirimkan pasukan yang dipimpin oleh Mujahiduddin ad-Duwaidar. Sayang, upaya itu tidak berhasil.

Mongol akhirnya berhasil mengalahkan pasukan Baghdad. Mereka kemudian mengepung kawasan itu dari segala penjuru.

Dalam posisi terjepit, al-Musta’shim lalu melakukan upaya diplomasi. Diutuslah Ibnu al-Alqami, wazir Baghdad yang menganut ajaran Syiah, dan al-Jatsiluq, tetua keuskupan Timur.

Ibnu al-Alqami dianggap memiliki kedudukan penting di hadapan Hulagu Khan. Dia juga selalu menasihati agar khalifah tunduk kepada Mongol.

Sedangkan al-Jatsiluq adalah pribadi yang terpandang bagi Hulagu Khan, karena istrinya yang bernama Duquz Khatun adalah seorang penganut Nasrani.

Hulagu Khan mengetahui bahwasanya di Baghdad ada kelompok yang masih mengancamnya, yakni ad-Duwaidar. Pemimpin pasukan Mongol meminta agar Khalifah mengirim pemimpin pasukan itu, seraya menembakkan manjaniq –senjata pelontar batu untuk menjebol benteng– ke istana Baghdad. Akhirnya Khalifah mengirim ad-Duwaidar, dan setelah sampai ia pun langsung dibunuh. (Jami’ at-Tawarikh li Rasyiduddin al-Hamadani, 1/220, 262, 263, 290).

Kemudian Wazir al-Alqami meminta kepada Khalifah agar datang sendiri menemui Hulagu Khan. Disampaikan kabar bahwa pemimpin pasukan Mongol ingin menikahkan anaknya dengan putri Khalifah. Dengan demikian Khalifah tetap duduk di singgasana kekuasaan, namun kebijakan berada di tangan Hulagu Khan. (Tarikh al-Khulafa, hal 747).

Akhirnya Khalifah menyerahkan dirinya, sekaligus kota Baghdad, tanpa syarat pada 4 Shafar 656 H. Bersama al-Musta’shim ada 3000 orang yang ikut serta, termasuk para pembesar Baghdad, imam, dan hakim. (Jami’ at-Tawarikh li Rasyiduddin al-Hamadani, 1/290, 291).

Hulagu Khan juga memerintahkan kepada Khalifah al-Musta’shim agar penduduk Baghdad tidak melakukan perlawanan. Penduduk kemudian disuruh keluar dan meninggalkan seluruh senjata mereka. Para penduduk pun mentaati perintah Khalifah, hingga akhirnya pasukan Mongol dengan leluasa melakukan pembantaian. (Tarikh al-Khulafa, hal 748).

Penyerangan dan kekejaman pasukan Mongol pada tanggal 7 Shafar 656 H digambarkan oleh Ibnu Amid, “Selama 7 hari mereka tidak menyarungkan pedang, dan mereka membunuh sebagian besar dari penduduk Baghdad. Mereka menjarah ternak dan harta benda dengan jumlah tak terhingga dan tak terhitung.” (Akhbar al-Ayubiyin hal 166).

Hulagu Khan memasuki Baghdad pada tanggal 9 Shafar 606 H. Dia menguasai istana Baghdad yang di dalamnya tersimpan harta kekayaaan selama 5 abad. Pasukan Mongol pun menjarahnya.

Setelah itu pada 14 Shafar, Hulagu Khan membunuh Khalifah al-Musta’shim beserta kedua putranya, kecuali putra terkecil yang dibawa menuju Maragha dan diasuh oleh Nashirddin ath-Thusi. (Jami’ at-Tawarikh li Rasyiduddin al-Hamadani, 1/292, 294).

Dengan demikian, berakhirlah Kekhalifahan Bani Abbasiyah yang berpusat di Baghdad. Masa itu merupakan awal mula umat Islam tidak memiliki kekhalifahan. (Shubhu al-A’sya, 3/259, 260).*/Thoriq, Suara Hidayatullah

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:HeadlineHulagu KhanKekhalifahan BaghdadKesultanan al-KhawarizmiyahPasukan MongolPilihan Redaksi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dokter Ahli Sunway Medical Centre Bagikan Tips Agar Kaum Muda Terhindar Serangan Stroke
Tulisan selanjutnya pembunuhan wartawan palestina Sejak 2001, Sedikitnya 20 Wartawan Tewas Akibat Kebrutalan “Israel”

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Jadi Beban dan Masalah, Malaysia Repatriasi Ribuan Pengungsi dan Migran Myanmar

Berita
29 September 2026 19:17
Pilot Flydubai Berkelahi Saat Terbang Menuju Tel Aviv, Pesawat Mendarat Darurat di Tabuk Arab Saudi
Pemerintah Italia Setuju Larangan Burqa dan Niqab, Serta Pembatasan Siswa Asing
Pipa Minyak Sharara ke Zawiya Mati Libya Rugi $75 Juta
Lewat MIHAS, Malaysia Bidik Penguatan Jejaring Halal Dunia

Terbaru

  • MUI: Wajib Halal Oktober 2026 Bagian dari Pemenuhan Hak Masyarakat
  • LPPOM Dorong Restoran Terbuka soal Status Halal Setiap Outlet
  • Jurnalis Ini Dipenjara Usai Kritik Menteri India soal Pembongkaran Masjid
  • Bertemu tim ‘Israel’, Pemain Catur Terbaik Australia Pilih Boikot
  • Sebut Netanyahu Penjahat Perang, Tapi Qatar Tetap Pilih Mediasi
  • Intelijen Inggris Peringatkan Akademisi Supaya Putuskan Hubungan dengan Institusi China
  • Pentagon Bilang Pasukan Amerika Serikat dan Sekutunya Resmi Mengakhiri Misi di Iraq
  • Pilot Flydubai Berkelahi Saat Terbang Menuju Tel Aviv, Pesawat Mendarat Darurat di Tabuk Arab Saudi
  • Jika Bumi Menutup Semua Pintu, Ketuklah Pintu Langit!
  • Iran Gantung Dua Demonstran Antipemerintah

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

Kongres Al-Islam di Indonesia Era Kolonial dan Kepedulian terhadap Palestina

17 Mei 2026 13:42
Sejarah

Membungkam Suara Kritis: Kriminalisasi Ulama Masyumi di Orde Lama

8 Mei 2026 08:59
Sejarah

KH. Ahmad Dahlan dan Peran sebagai Jembatan Ukhuwah Islamiyah

6 Mei 2026 08:34
Sejarah

R.A Kartini: Latarbelakang Kehidupan dan Alam Pikirannya

25 April 2026 08:37
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?