Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Catatan Akhir Pekan

“Pesan Kiai Muhsin untuk Presiden RI 2014-2019”

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 22 April 2014 06:37 6:37 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 22 April 2014 06:37
Bagikan
Bagikan

Oleh: Dr. Adian Husaini

ORANG kampung memanggilnya Kiai Muhsin. Sehari-hari, ia berdagang di pasar kampungnya. Sepeda tuanya terkadang dinaikinya. Tapi lebih sering dituntunnya. Umurnya, diduga 70 tahunan. Hanya, ia belum pernah ia berurusan dengan rumah sakit. Tidak ada catatan resmi hari lahirnya. Kain sarung dan lantunan zikir menjadi ciri utamanya. Mengajar ngaji anak-anak adalah rutinitas kesahariannya. Tak pernah terlihat ia baca koran atau menonton berita. Hanya silaturrahim ke sana-sini menjadi hobinya. Uniknya, ia seperti paham kondisi politik negeri.  Sudah jadi tradisi, ia selalu bertanya tentang masalah politik kepada cucu-cucunya jika mereka berlibur dari kuliahnya.

“Sopo Le sing arep dadi Presiden? Jokowi, Prabowo, opo Oma Irama?”  Mbah Muhsin bertanya kepada Sikirno, salah satu cucunya, saat liburan dari kuliahnya di Yogya.

Kirno gelagapan. Pertanyaan itulah yang hari-hari ini bergelayut di benaknya. Sebagai aktivis masjid kampus, ia juga diombang-ambingkan oleh berbagai informasi seputar para capres RI 2014-2019. Ia kebingungan, siapa yang seharusnya dipilih.  Maka, kesempatan itu pun ia manfaatkan untuk menggali informasi dari kakeknya, yang menurut ibunya, Mbahnya itu kadangkala memiliki pemikiran yang “aneh”, seperti bisa memahami masa depan.

“Bingung Mbah; kalau menurut Mbah siapa yang terbaik yang harus kita pilih?” tanya Kirno.

Baca Juga

Hiruk Pikuk Urusan Pilpres, Jangan Lupakan 5 Adab Bernegara
Selamat, Prof. KH Hamid F Zarkasyi jadi Tokoh Perbukuan Islam
Catatan Akhir Pekan: Jangan Lupakan dan Jangan Hancurkan Peradaban Melayu yang Agung
Jatuh Bangunnya Peradaban
Beginilah Berpolitik yang Cerdas

“Kalau kamu pilih siapa?” Mbah Muhsin bertanya balik ke cucunya.

“Ya, itu yang saya bingung Mbah. Teman-teman juga bingung. Seorang Ustad di kampus pernah bilang, pokoknya jangan pilih Jokowi, karena ia dikendalikan oleh kekuatan asing dan konglomerat hitam yang dulu merugikan keuangan negara ratusan trilyun. Amerika dan jaringan Yahudi juga katanya lebih mendukung Jokowi.  Kalau pilih Prabowo, katanya ia emosional, dan ada adiknya yang misionaris Kristen. Padahal saudaranya itu yang punya uang banyak. Prabowo juga dikabarkan kurang tekun ibadahnya. Tapi, ada beberapa tokoh Islam mengatakan ia suka membela orang Islam. Bagaimana ini Mbah. Bingung milihnya!

Padahal, beberapa pengamat bilang, cuma dua calon itu yang kuat? Katanya, dulunya Jokowi diangkat untuk menjegal Prabowo; dan sebaliknya, hanya Prabowo yang bisa membendung Jokowi. Pokoknya, banyak sekali berita yang sulit bagi saya menerima atau menolaknya!”

“Yo, yo,yo…. , ngono yo Le…. wah pancen angel iki,” Mbah Muhsin bergumam sendiri, sambil mengangguk-anggukkan kepalanya; kelihatan sedang merenungkan sesuatu.

“ Terus gimana Mbah? Apa tidak usah milih saja?” Kirno mendesak kakeknya.

“Kenapa tidak memilih?” tanya Mbah Muhsin.

“Ya, karena dua-duanya bisa merugikan Islam, karena mereka sekuler, tidak tulus ikhlas berpihak kepada aspirasi Islam?”

“ Kalau kamu tidak milih, apa lalu Presidennya bisa lebih baik?”

“Itulah Mbah yang membuat saya dan teman-teman bingung!”

“Ya, makanya,  jangan memutuskan tidak milih dulu! Dipikir yang baik. Nanti dulu, saya pikir baik-baik. Tunggu sebentar yo Le,” kata Mbah Muhsin yang berucap dalam bahasa Jawa campur bahasa Indonesia.

Kirno tidak tahu, apa yang dikerjakan Mbah Muhsin di dalam kamarnya. Sekitar 15 menit kemudian, Mbah Muhsin kembali menemui Kirno. “Kita ngomong di dalam saja, Kirno…, nggak enak didengar orang.”

Kirno menuruti langkah kakeknya. Tanpa diduganya, ia diajak memasuki kamar yang dipenuhi buku. Pemandangan di depannya nyaris membuatnya tak percaya. Kakeknya menyimpan begitu banyak koleksi buku. Penampilan kakeknya pun tak mencerminkan ia seorang peminat buku. Apalagi, tak pernah didengarnya sang kakek membicarakan masalah politik  dan keagamaan kontemporer.  Orang tuanya juga tidak pernah bercerita tentang hal ini.

“Kirno, sudah saatnya Mbah beritahu kamu satu rahasia. Ini kumpulan tulisan Mbah di sebuah majalah Islam tahun 1950-an.  Mbah gunakan nama samaran: Ki Sarmidi. Dulu Mbah aktif menulis tentang  pemikiran sekulerisme dan komunisme. Alhamdulillah, nama asli Mbah tidak pernah terbuka. Hanya redaksi saja yang tahu, dan mereka menyembunyikan identitas Mbah, sampai mereka semua meninggal dunia.” /bersambung…

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
123Halaman selanjutnya
TAG:Joko widodoJokowikiaimisionarissantriustad
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tesinggung Disebut Topeng Islam Jamaah, Tapi Mengaku Tidak Tahu Islam Jamaah
Tulisan selanjutnya Pemberontak Komunis Filipina Tembak Mati Walikota Gonzaga

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pilot Berkewarganegaraan Indonesia, Pesawat Ethiopian Airlines Dilarang Mendarat di ‘Israel’

Berita
13 Oktober 2026 13:01
Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang
Kecam Serangan Bandara King Khalid Saudi, Dewan Dakwah: Tidak Dapat Dibenarkan

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Catatan Akhir Pekan

Peringatan Penting Ulama India

26 Desember 2022 14:45
Catatan Akhir Pekan

Teokrasi dan Demokrasi

17 Desember 2022 17:10
Catatan Akhir Pekan

Beginilah Terjadinya Liberalisasi Politik

5 Desember 2022 11:45
Catatan Akhir Pekan

Menjaga Pikiran di Era Kebohongan

26 November 2022 14:10
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?