Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pemberontak Komunis Filipina Tembak Mati Walikota Gonzaga

Ama Farah
Terakhir diupdate: 22 April 2014 06:42 6:42 am
Ama Farah
Dipublikasikan 22 April 2014 06:42
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Sejumlah pria berseragam paramiliter yang diduga dari kelompok pemberontak komunis di Filipina hari Senin (21/4/2014) menembak mati walikota Gonzaga saat menghadiri upacaya penaikan bendera di balai kota.

Sekitar 20 orang laki-laki melakukan serangan tiba-tiba, menembak Walikota Carlito Pantecostes di kota Gonzaga, Provinsi Cagayan, sebelah utara wilayah Filipina dan menyandera beberapa orang petugas, kata kepala kepolisian daerah setempat Miguel Laurel.

“Kelihatannya seperti NPA. Begitu bukti-bukti mengarahkan. Itu merupakan modus operandi kebiasaan mereka, menyamar dengan menggunakan seragam kamuflase (loreng),” kata Laurel kepada AFP.

New People’s Army (NPA) atau Tentara Rakyat Baru, yang dikenal dalam bahasa Tagalog sebagai Bagong Hukbong Bayan, merupakan sayap militer dari Partai Komunis Filipina (Partido Komunista ng Pilipinas) yang dibentuk tahun 1969. Kelompok bersenjata berkekuatan sekitar 4.000 orang itu telah melancarkan aksi pemberontakan selama 45 tahun dan merenggut nyawa 30.000, menurut perkiraan data pemerintah Manila.

Laurel mengatakan, para pria bersenjata itu melarikan diri dengan beberapa kendaran, termasuk sebuah kendaraan patroli polisi. Saat mereka meninggalkan lokasi, mereka menebarkan selebaran tentang penambangan pasir hitam dan bagaimana mereka akan menghukum orang-orang yang terlibat di dalamnya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pantecostes selama ini dituding aktivis peduli lingkungan ikut menyuburkan penambangan pasir hitam ilegal di wilayahnya. Tudingan itu dibantah Pantecostes.

Menurut Toby Tiangco sekretaris jenderal partainya, Pantecostes merupakan anggota koalisi oposisi yang antara lain di dalamnya termasuk Wakil Presiden Jejomar Binay.

Seorang jurubicara untuk Presiden Benigno Aquino mengecam pembunuhan itu dan menegaskan bahwa penangkapan pelakunya akan menjadi prioritas.

Gonzaga terletak sekitar 412 kilometer arah utara dari ibukota negara, Manila. Kota itu terletak di Provinsi Cagayan di mana NPA aktif melancarkan aksinya beberapa bulan terakhir. Pada Januari lalu, NPA menyerbu sebuah perusahaan penambangan pasir hitam yang ada di sana dan membakar alat-alat beratnya.

Pada April 2013, pria bersenjata anggota NPA melukai Walikota Ruth Guingona, istri dari seorang mantan wakil presiden, dan membunuh dua orang stafnya dalam serangan yang dilakukan di Mindanao, pulau yang terletak di bagian selatan wilayah Filipina.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:filipina
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya “Pesan Kiai Muhsin untuk Presiden RI 2014-2019”
Tulisan selanjutnya Mufti Besar Libya Kecam Penculikan Diplomat yang Pakai Nama Islam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Berita
18 Juli 2026 11:26
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?