Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Catatan Akhir Pekan

Kritik dan Perbaikan Pengajaran Sejarah Sains di Indonesia [2]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 16 November 2015 10:23 10:23 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 16 November 2015 10:45
Bagikan
Anak-anak Indonesia masih diajari teori menyesatkan dari Darwin bahwa manusia berasal dari monyet [ilustrasi]
Bagikan

Sambungan artikel PERTAMA

Oleh: Dr. Adian Husaini

Keseriusan George Sarton dalam mengembangkan disiplin ilmu Sejarah Sains menjadikan namanya diabadikan seperti di perpustakaan Burndy, salah satu perpustakaan terbesar dalam sejarah sains dan teknologi, berlokasi di Norwalk, Connecticut. Dorothy Stimson (1890-1988) menjelaskan bahwa seluruh upaya keras seorang George Sarton kini dinikmati oleh banyak kalangan. George Sarton menjadi tokoh kunci dalam disiplin ilmu sejarah sains. Kapasitasnya sangat besar di dalam mengembangkan ide-idenya secara sungguh-sungguh. Thomas Samuel Kuhn (1922-1996) menunjukkan penghormatannya yang mendalam terhadap George Sarton yang melahirkan karya monumental dari hasil penelitiannya yang mendalam. Demikian pula dengan Sami Khalaf Hamarneh (1925-2010) yang sangat memuji dua karya monumental yang menjadi warisan hidupnya dalam bidang sejarah sains.

Maka hingga hari ini, George Sarton menjadi sosok yang diakui sebagai Bapak Sejarah Sains, bahkan berhasil mengembangkan sejarah sains sebagai sebuah disiplin ilmu di Barat di paruh pertama abad kedua puluh, dengan penuh keseriusan, kesungguhan, meskipun sangat sedikit pihak yang mendukungnya. Eugene Garfield (lahir 1925 M) menulis esai khusus berjudul George Sarton: The Father of the History of Science, untuk menggambarkan biografi George Sarton sebagai sosok utama terbentuknya sejarah sains sebagai sebuah disiplin keilmuan.

Dalam pengajaran sejarah sains, George Sarton mengingatkan agar dapat berpegang teguh pada prinsip-prinsip asli sejarah sains. Prinsip-prinsip dasar pengajaran sejarah sains dapat disusun sebagai berikut:

Baca Juga

Hiruk Pikuk Urusan Pilpres, Jangan Lupakan 5 Adab Bernegara
Selamat, Prof. KH Hamid F Zarkasyi jadi Tokoh Perbukuan Islam
Catatan Akhir Pekan: Jangan Lupakan dan Jangan Hancurkan Peradaban Melayu yang Agung
Jatuh Bangunnya Peradaban
Beginilah Berpolitik yang Cerdas
  1. Tidak membatasi hanya mempelajari pada salah satu cabang sains, karena semua cabang sains tumbuh bersamaan dan dalam banyak hal saling berhubungan
  2. Tidak memisahkan satu cabang sains dengan cabang sains lainnya
  3. Transmisi sains sama pentingnya dengan penemuan sains
  4. Ex oriente lux, ex occidente lex, dari Timur muncul cahaya, dari Barat muncul hukum, lebih dapat diterima daripada Oh East is East and West is West and never the twain shall meet
  5. Sains asli dan sains terapan tumbuh secara bersamaan dalam banyak hal
  6. Greek Miracle sejatinya tidaklah terlalu mengagumkan karena apa yang dicapai oleh Yunani tidak terjadi secara spontan, akan tetapi buah dari evolusi panjang dari sekian pencapaian yang mengesankan dari Mesopotamia di Mesir dan dunia Aegean.
  7. Peradaban Yunani pada faktanya berakhir pada kegagalan, bukan karena kurangnya kecerdasan tapi karena kurangnya karakter moralitas
  8. Peradaban Helenistik yang merupakan kombinasi peradaban Yunani dan Romawi pada akhirnya mengalami ujian besar akibat konflik intelektual terbesar antara tokoh Yunani dan tokoh Yahudi dan Kristen.
  9. Pencapaian terbesar di masa kuno adalah karena kecerdasan dari Yunani, sementara pencapaian terbesar di Abad Pertengahan adalah karena kecerdasan dari Muslim, maka Abad Pertengahan memang abad kegelapan dan penuh peperangan bagi Barat, sementara abad kegemilangan dan penuh cahaya pengetahuan bagi Muslim di Timur.
  10. Pencapaian Arab jauh di atas pencapaian Yunani.
  11. Bahasa Arab menjadi bahasa sains utama yang bersifat progresif khususnya pada rentang abad ke-8 hingga abad ke-11 M.
  12. Peradaban Islam adalah peradaban yang sangat toleran dan sangat melindungi kaum yang tidak beriman dalam peradaban Islam, maka sains dan agama tidak bisa dipisahkan, keduanya harus dipahami dengan baik.
  13. Kecerdasan Yunani dan kecerdasan Arab adalah dua hal yang tidak bisa dibedakan, terlebih ketika peradaban Islam tegak hanya dalam kurun waktu dua abad saja

Pemikiran George Sarton menegaskan bahwa tujuan besar pengajaran sejarah sains adalah memahami perkembangan atau pertumbuhan sains sejak masa lahirnya. Maka pengajaran sejarah sains diperlukan untuk sembilan tujuan berikut ini,

  1. Menyampaikan fakta-fakta sains yang lebih mudah dimengerti, memaknainya lebih mendalam, dan menguasai sebuah karya sains secara lebih sempurna
  2. Memahami bahwa hadirnya sebuah cabang sains dan temuan sains adalah karena telah didahului cabang sains dan temuan sains lain
  3. Mencegah keterbatasan berpikir murid bahwa evolusi sains baru terjadi setelah abad ke-17, atau bahwa penemuan paling berharga di bidang sains hanya pada rentang abad ke-19 dan ke-20 saja
  4. Menegaskan bahwa terminologi ‘modern’ akan selalu hadir dalam setiap rentang sejarah sains
  5. Memotivasi murid untuk melanjutkan penemuan sains yang belum selesai dilakukan pendahulunya
  6. Menganalisa perkembangan peradaban dan unsur-unsur pendukungnya seperti perkembangan pemikiran dan pandangan hidup manusia, dan sejarah umat manusia secara umum
  7. Melahirkan sikap menghargai kemajuan setiap peradaban, dan bahwa peradaban tidak hanya milik Barat semata
  8. Memberikan aspek rekreatif kepada murid
  9. Mendorong kolaborasi antara tokoh agama, sejarawan dan saintis, dan penggabungan seluruh semangatnya dalam pribadi murid agar tidak berpikir dikotomi

Pengajaran sejarah sains sangat ditentukan oleh kualitas dan kompetensi tenaga pengajar. Kriteria pengajar sains yang dapat diaplikasikan adalah: 1) Memiliki pengetahuan yang mendalam dan pengalaman yang cukup lama, termasuk pengalaman di laboratorium untuk sebuah sains; 2) Memiliki pengetahuan yang lebih superfisial dalam beragam cabang sains; 3) Mengetahui sains secara umum dan sangat memahami metode sejarah; Memiliki semangat kesejarahan; 4) Mengetahui filsafat, khususnya filsafat sains; Memiliki semangat filsafat; 5) Mengetahui banyak bahasa di dunia, termasuk Latin, dan jika memungkinkan Yunani dan Arab. (George Sarton, A Guide to the History of Science, USA: The Chronica Botanica Company, 1952).

Evolusi sains perlu disusun secara benar dan para sejarawan harus mempertimbangkan beberapa hal utama. Dalam hal ini, George Sarton menawarkan untuk membahas beberapa subyek pengajaran yang menurutnya paling menarik bagi sejarawan sains: (1) Sejarah umum atau sejarah peradaban; (2) Sejarah Teknologi; (3) Sejarah Agama; dan (4) Sejarah Seni Rupa, Seni dan Kerajinan. (George Sarton, The Life of Sience, New York: Henry Schuman,1948).

“Jika pemikiran George Sarton ini dapat diterapkan,  sejatinya ini akan sangat mendukung semakin cepatnya proses Islamisasi Sains sebagaimana telah dinantikan banyak pihak,” kata Dr. Wido Supraha.

Kelulusan Dr. Wido Supraha sebagai doktor Pendidikan Islam di UIKA Bogor, semakin memperkuat barisan ilmuwan muslim yang menekuni dan memperjuangkan program Islamisasi Sains di Indonesia. Sebelumnya, UIKA telah meluluskan sejumlah saintis muslim sebagai Doktor Pendidikan Islam, seperti Dr. Wendi Zarman, Dr. Budi Handrianto, Dr. Muhammad Nurhadi, Dr. Aji Jumiono, Dr. Erma Pavitasari, dan beberapa lainnya. Semoga ilmunya berkah dan bermanfaat bagi perjuangan mewujudkan pendidikan sains Islam di Indonesia, demi tercapainya tujuan pendidikan Nasional, membentuk manusia beriman, bertaqwa, dan berakhlak mulia serta memiliki profesionalitas yang tinggi. Amin. (Jakarta, 13 November 2015).*

Penulis adalah Ketua Program Magister dan Doktor Pendidikan Islam—Universitas Ibn Khaldun Bogor. Catatan Akhir Pekan (CAP) hasil kerjasama Radio Dakta 107 FM dan hidayatullah.com

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:agamailmupendidikan nasionalpengajaran sainsperadabanSains islam
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mahasiswa Saudi Bercerita Tentang Serangan di Paris
Tulisan selanjutnya Larangan Nongrong di Pinggir Jalan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Berita
31 Mei 2026 19:39
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Catatan Akhir Pekan

Peringatan Penting Ulama India

26 Desember 2022 14:45
Catatan Akhir Pekan

Teokrasi dan Demokrasi

17 Desember 2022 17:10
Catatan Akhir Pekan

Beginilah Terjadinya Liberalisasi Politik

5 Desember 2022 11:45
Catatan Akhir Pekan

Menjaga Pikiran di Era Kebohongan

26 November 2022 14:10
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?