Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Mahasiswa Saudi Bercerita Tentang Serangan di Paris

Ama Farah
Terakhir diupdate: 16 November 2015 18:39 6:39 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 16 November 2015 10:34
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Seorang mahasiswa Saudi yang sedang melanjutkan pendidikan tingkat pascasarjana di Prancis menceritakan situasi saat kejadian serangkaian serangan di Paris baru-baru ini, yang menewaskan lebih dari 100 orang dan ratusan lainnya luka-luka.

Abdul Rahman El-Eshaiwi berada di barisan penonton pertandingan sepakbola persahabatan antara Jerman dan Prancis hari Jumat (13/11/2015) di Stade de France, yang juga dihadiri oleh Presiden Francois Hollande.

“Saya mendengar dua ledakan keras di paruh pertama pertandingan, namun pertandingan terus dilanjutkan,” kata El-Eshaiwi seperti dikutip Arab News Senin (16/11/2015).

“Tidak ada yang memberitahukan kepada kami apa yang terjadi, tetapi saya mendapat telepon yang mengkonfirmasi bahwa terjadi ledakan di luar stadion. Begitu pertandingan usai, serangan tersebut diumumkan di layar utama stadion, dan sejumlah pintu gerbang serta tempat parkir ditutup.”

Ketika itu, ketakutan mulai menjalar di kalangan penonton yang diperkirakan mencapai 80.000 orang. Mereka mulai berusaha menyelamatkan diri, kata El-Eshaiwi.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Saat kami menyelamatkan diri, saya melihat beberapa orang bersenjata, membawa senjata-senjata berwarna putih. Tetapi saya tidak mendengar ada suara tembakan dan polisi Prancis menggiring orang-orang ke area aman.”

“Saya kemudian naik metro (kereta komuter di Prancis, red) dari stadion ke stasiun lain. Dan ketika kami tiba, kami mendengar polisi memerintahkan agar kami keluar dan pergi secepat-cepatnya. Kami mengikuti perintah mereka. Kami melihat toko-toko dan kafe-kafe tutup. Hotel-hotel juga menutup pintunya dan menolak orang masuk. Tidak ada taksi dan saya meminta seorang pengendara sepeda untuk mengantarkan saya ke rumah teman,” papar El-Eshaiwi.

“Saya tidak yakin jika [serangan] ini, seperti yang diklaim para teroris itu ‘Untuk Suriah’. Orang-orang Prancis memiliki simpati yang besar terhadap para pengungsi Suriah. Pemerintah mengambil langkah-langkah positif untuk pengungsi, termasuk menggalang bantuan dan donasi untuk mereka,” kata El-Eshaiwi.

Berbicara perihal situasi di Universitas Rouen, tempatnya menuntut ilmu saat ini, pemuda Saudi itu berkata, “Sejak pemerintah Prancis mengumumkan akan menerima pengungsi Suriah, para mahasiswa mulai menggalang dana untuk mereka. Sebagian mahasiswa bahkan menyeru pemerintah agar membuka pintu-pintu perbatasan untuk pengungsi.”

Atase Kebudayaan di Kedutaan Arab Saudi di Paris mengimbau agar mahasiswa-mahasiswa Saudi tetap tinggal di kediaman mereka hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Rangkaian serangan di Paris

Sejumlah serangan bersenjata terjadi di ibukota Prancis, Paris, hari Jumat malam (13/11/2015).

Laporan Euronews menyebutkan serangan terjadi sedikitnya di enam lokasi di Paris, melibatkan orang-orang bersenjata dan pelaku bom bunuh diri.

Pukul 9 malam, seorang pria bersenjata melepaskan tembakan ke arah bar Carillon sebelum memasukinya sambil terus melancarkan tembakan. Sementara itu serangan serupa terjadi di restoran Le Petit Cambodge (Kamboja Kecil) yang juga berada di jalan yang sama. Dalam kejadian itu sekitar 11 orang tewas.

Serangan berlanjut ke kedai pizza Casa Nostra yang berada di dekatnya, dengan korban sekitar enam orang.

Pukul 9:30 malam, seorang pelaku bom bunuh diri meledakkan bom yang dibawanya di luar Stade de France, di mana tim nasional Prancis sedang bertanding melawan kesebelasan Jerman. Dua pelaku serangan lainnya dikabarkan tewas dalam serangan itu.

Menjelang pukul 10 malam, sebuah bar lainnya, La Belle Epoche, menjadi target aksi penembakan oleh dua pria bersenjata, yang melepaskan timah-timah panas ke arah pengunjung yang duduk santai di teras. Sedikitnya lima orang kehilangan nyawa di tempat itu.

Tak lama setelah pukul 11 malam, Presiden Francois Hollande menyatakan negara dalam keadaan darurat dan mengumumkan penutupan pintu-pintu di wilayah perbatasan.

Menjelang tengah malam, Polisi dikerahkan ke tempat pertunjukan musik di Bataclan, setelah ada laporan bahwa serangan masih berlanjut. Tiga orang dikabarkan meledakkan bom yang menempel di rompinya dan seorang pelaku lainnya tewas ditembak polisi. Jumlah korban di tempat itu lebih dari 112 orang.

Tengah malam, Presiden Hollande, PM Manuel Valls dan Mendagri Bernard Cazeneuve mengunjungi lokasi kejadian di Bataclan.

Keesokan paginya hari Sabtu (14/11/2015), kabar serangkaian serangan di ibukota negara Eropa yang paling banyak penduduk Muslimnya itu mulai menyebar ke seantero dunia. Sedikitnya 128 orang dinyatakan meninggal dunia, 180 orang terluka dan 80 orang dalam kondisi kritis. Korban serangan tidak hanya orang Prancis, tetapi juga orang dari negara-negara lain, termasuk negara Arab.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mantan Aktivis KAMMI Berbagai Generasi Bentuk Keluarga Alumni
Tulisan selanjutnya Kritik dan Perbaikan Pengajaran Sejarah Sains di Indonesia [2]

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Berita
1 Juni 2026 13:00
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Terbaru

  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?