DALAM hadits sebelumnya, Rasulullah menyatakan jika “daging” itu baik maka baiklah semua dan jika ia rusak maka rusaklah semua,pertanyaannya bagaimana ia bisa rusak dan bagaimana ia bisa baik?
Jika merujuk dari hadits tadi berarti jika ingin sehat dan baik dan tubuh kita, maka berilah daging tadi ” makanan” yang baik pula.
Apa makanannya?makananya adalah amal yang baik, jika amal baik itu dilakukan maka sehatlah jantungnya, jika amal baik itu dilaksanakan terus menerus maka baiklah jantungnya.
Sederhana bukan? Ada indikator atau cara menilainya? Ini yang susah, kalau sudah bicara sisi “ghoib” yah susah di monitor, sekarang gini, jika anda bertemu dengan orang lain, Anda bisa tahu orang itu baik atau sholehlah misalnya darimana? Apa karena pakaiannya? Ya belum tentu juga, apakah dari bahasanya yang halus dan santun? Ya belum tentu juga? Lalu dari mana? Jujur saya katakan, tidak tahu, tapi sesungguhnya kalau kita bertemu orang baik yang beramal yang baik, perasaan dan kebaikannya dapat kita rasakan melalui ucapanya,tatapannya, sikap dan tingkah lakunya yang TULUS IKHLAS, kerasa kok.
Cukup hanya itu? Tidak cukup juga, informasi dari orang lain tentang orang tersebut juga bisa jadi informasi yang menerangkan kita bahwa ia juga orang baik. cukup juga? Nggak juga. Lalu dari mana tahu seseorang itu baik atau tidak? Jawabannya hanya kita sendiri dan Allah yang Maha Tahu kita ini orang baik atau tidak, ya minimal nggak ngebuat dosa-dosa terlalu banyak lah setiap hari gitu, apalagi dosa besar.
Jadi kesimpulannya apa? Nah ini kita bahas di bagian selanjutnya..tunggu ya..*