Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ilahiyah Finance

Tes Rangkap Tiga

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 27 Februari 2012 18:54 6:54 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 27 Februari 2012 18:54
Bagikan
Bagikan

Oleh: Muhaimin Iqbal

DALAM salah satu masa kejayaan Islam di jaman Bani Abbasiyah (132 H – 656 H), kota Bagdad selain menjadi pusat pemerintahan juga menjadi pusat ilmu pengetahuan dunia saat itu. Aplikasi ilmu yang tinggi pada kehidupan sehari-hari menjadi kebiasaan di masyarakat, hal ini terjadi karena para ulamanya pandai mengajarkan ayat – ayat Al-Qur’an untuk menjadi solusi dalam segala macam problem kehidupan. Yang ingin saya ceritakan disini adalah apa yang disebut “Tes Rangkap Tiga”.

Ketika ada seorang penduduk yang terburu-buru menyebarkan suatu berita, seorang Syeih yang dihormati di kota itu segera menegurnya. Dia sampaikan ke si pembawa berita. “Wahai pembawa berita, berhenti engkau. Engkau hanya boleh meneruskan ceritamu itu bila engkau yakin bisa lulus Tes Rangkap Tiga.”

Si pembawa berita penasaran; “Tes Rangkap Tiga? Apa itu ya Syeih?”.

Syeh menjawab; “Apakah berita yang engkau sebarkan ini benar adanya?”. Si pembawa berita menjawab: “ Aku tidak yakin karena aku juga hanya mendengarnya dari si fulan.”

Baca Juga

Indonesia Masuk Peringkat Dunia dalam Keuangan Syariah, Perlu Pembenahan Kurikulum Lebih Baik
Cashback yang di Tawarkan Go-pay dan OVO, Haramkah?
Industri Pertanian Zaman Nabi
Makanan Yang Membuat Tidak Miskin
Industry 0.0

Syeih melanjutkan; “Apakah berita yang engkau sebarkan mengandung kebaikan?”. Si pembawa berita menjawab: “Aku nggak yakin ya Syeih, apakah ini baik atau buruk….”

Syeih melanjutkan lagi: “Apakah berita yang engkau sebarkan ada membawa manfaat bagi yang mendengarnya?.” Pembawa berita menjawab lagi, “Maaf ya Syeih, aku juga tidak yakin….”

Syeih yang alim tersebut kemudian menasihati. “Bila engkau tidak yakin bahwa berita yang engkau sampaikan adalah benar, tidak mengandung kebaikan dan tidak yakin pula apakah membawa manfaat bagi yang menerimanya atau tidak – lantas mengapa engkau tetap beritakan?”

Syeih tersebut kemudian mengutip ayat Al- Hujarat ayat 11-12, yang menjadi dasar dari nasihatnya tersebut:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَومٌ مِّن قَوْمٍ عَسَى أَن يَكُونُوا خَيْراً مِّنْهُمْ وَلَا نِسَاء مِّن نِّسَاء عَسَى أَن يَكُنَّ خَيْراً مِّنْهُنَّ وَلَا تَلْمِزُوا أَنفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ بِئْسَ الاِسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمَانِ وَمَن لَّمْ يَتُبْ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

“Hai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barang siapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang lalim.”

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيراً مِّنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضاً أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتاً فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَّحِيمٌ

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.” (QS 49 : 11-12).

Bayangkan apabila “Tes Rangkap Tiga” tersebut juga digunakan oleh insan media kita di jaman ini, maka masyarakat akan adem-ayem dan tidak dipusingkan oleh simpang siurnya berita tentang apa saja yang terjadi di masyarakat.

Kejahatan tidak mudah meluas karena penularan modus operandi-nya melalui media. Hakim akan lebih mudah berbuat adil karena keputusannya tidak bias oleh pemberitaan di media. Para pemimpin dan politikus tidak perlu berbohong, karena dia diberi amanah atas dasar kompetensi-nya bukan karena citra yang dibangunnya.

Masyarakat akan produktif karena mereka akan terkondisikan untuk berbuat dan berbicara secara benar, mengandung kebaikan dan membawa manfaat. Lantas darimana memulainya? Ya dari apa yang bisa kita lakukan, kita lakukan. Insyaallah!

Penulis adalah Direktur Gerai Dinar dan kolumnis hidayatullah.com

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pendeta Jones Kembali Bersensasi akan Bakar al-Quran
Tulisan selanjutnya 15 Persen Dokter Bedah Ketergantungan Alkohol

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo

Berita
15 Juli 2026 09:27
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Ilahiyah Finance

Probiotic Food dan Prophetic Food

17 Juni 2020 08:00
Ilahiyah Finance

Syirkah “Orang-Orang Miskin”

11 Februari 2019 20:49
Hamas bitcoin
Ilahiyah Finance

Halal Haram Uang Kripto

11 Desember 2018 08:15
Ilahiyah Finance

Golden Balance: Financing the Needy

15 Agustus 2018 13:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?