Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ilahiyah Finance

‘Baju Baru’ Sang Raja…

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 1 Juni 2012 11:00 11:00 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 1 Juni 2012 11:00
Bagikan
Bagikan

Oleh: Muhaimin Iqbal

DALAM suatu kisah ada raja yang sangat disegani oleh rakyatnya. Apapun yang disabdakan raja – atau para pembantunya, rakyat harus percaya. Suatu hari raja membeli ‘baju baru’ dari tukang jahit kebanggaannya, konon hanya rakyat yang bodoh dan tidak taat yang tidak bisa melihat baju baru sang raja tersebut. Rakyatnya yang pinter dan taat harus bisa melihat dan mengagumi baju baru sang raja. Maka raja-pun keliling negeri mengenakan ‘baju-baru’nya untuk melihat kepandaian dan ketaatan rakyatnya.

Maka sepanjang jalan yang dilaluinya, rakyat memenuhi jalan sambil berdecak kagum atas keanggunan ‘baju baru’ sang raja. Namun ada saja anak-anak kecil yang polos yang tidak termakan oleh kebohongan kerajaan dan tidak ada beban ketakutan untuk menyatakan kebenaran. Anak-anak kecil ini begitu melihat rajanya lewat berteriak ‘raja telanjang- raja telanjang’, mereka tidak bisa melihat ‘baju baru’ sang raja karena memang raja tidak memakai apa-apa alias telanjang.

Rakyat yang berdecak kagum sepanjang jalan adalah sebagian karena takut dianggap bodoh dan tidak taat, sebagian saking percayanya dengan kebohongan yang dikarang – seolah bener-bener bisa melihat ‘baju baru’ sang raja.

Dalam hidup kita banyak sekali melihat ‘baju baru’ sang raja ini. Sebagian karena kita tidak ingin dianggap aneh, takut dianggap tidak taat (pada siapapun), tidak percaya pimpinan, takut dianggap membelot, atau saking percayanya dengan kebohongan – sehingga menganggap kebohongan tersebut adalah kenyataan, karena memang tidak bisa lagi melihat kebenaran.

Baca Juga

Indonesia Masuk Peringkat Dunia dalam Keuangan Syariah, Perlu Pembenahan Kurikulum Lebih Baik
Cashback yang di Tawarkan Go-pay dan OVO, Haramkah?
Industri Pertanian Zaman Nabi
Makanan Yang Membuat Tidak Miskin
Industry 0.0

Dalam dunia politik, sebagian besar kita tetap memilih eksekutif maupun anggota legislatif yang jelas-jelas tidak melaksanakan tugasnya. Hadir sidang-pun mereka tidak, bagaimana mereka memperjuangkan hak rakyat ?. Dengan berbagai banyak kasus yang menyakiti hati rakyat-pun kita tetap harus memilih mereka dan tetap memanggil mereka ‘yang terhormat’ ?

Dalam dunia ekonomi kita tetap mengaggap ekonomi liberal yang ada sekarang lah yang terbaik yang harus diikuti, kita tidak melihat realita bahwa bangsa yang besar ini hanya dijadikan pasar yang empuk dari produsen-produsen raksasa dunia. Kita tidak melihat betapa banyak warung-warung tradisional yang harus gulung tikar dengan hadirnya konglomerasi jaringan retail yang sampai menjangkau kota-kota kecil di seluruh negeri.

Meskipun fakta bahwa 9 dari 10 pensiunan tidak siap secara ekonomi, mayoritas kita tetap berusaha mencari kerja karena mengganggap dengan bekerja sampai pensiun itulah jalan untuk bisa memperoleh jaminan hari tua. Kita tidak bisa melihat realita bahwa pensiunan dari jenis pekerjaan apapun – sangat-sangat sedikit yang bisa mempertahankan kwalitas kesejahteraannya setelah pensiun.

Kemampuan atau keberanian untuk melihat ‘baju baru’ yang sesungguhnya dari sang raja inilah yang akan bisa membuat perubahan. Para pemimpin eksekutif atau legislatif akan serius dengan amanahnya bila rakyat secara terus menerus ‘meneriaki’ mereka atas kelaliannya mengemban amanah, dan tidak lagi memilih mereka dan partainya – bila mereka terbukti pernah melalikan amanahnya. Kapitalisme tidak akan merebut ekonomi rakyat bila rakyat bersatu menentangnya dan para pejabat tidak tergiur untuk berpihak pada mereka.

Para pegawai akan berusaha keras untuk keluar dari tempat kerjanya dan berusaha secepatnya bisa bekerja mandiri atau berwirausaha bila dia sadar bahwa menunggu masa pensiun tidak menjamin kesejahteraannya di hari tua. Untuk yang terakhir ini, sesungguhnya masalah pengangguran di Indonesia bisa diminimalisir atau bahkan dihilangkan bila para pegawai didorong untuk secepatnya keluar dan bisa mandiri.

Pertama posisinya yang lowong bisa segera diisi oleh tenaga-tenaga baru yang masih fresh, dan ketika mereka berhasil membangun usahanya sendiri – bukan hanya lapangan kerja untuk dirinya yang tercipta tetapi juga lapangan kerja bagi orang-orang lain.

Masalah lebih mudah diatasi bila kita berbuat atas dasar fakta dan bukan semata atas dasar cerita. Perubahan akan terjadi bila kita bisa melihat ‘baju baru’ yang sesungguhnya yang dipakai sang raja. Wa Allahu A’lam.*

Penulis Direktur Gerai Dinar, kolumnis hidayatullah.com

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya “Makna Batalnya Konser Lady Gaga”
Tulisan selanjutnya Dai Salafy Dukung Capres “Rezim” Mubarak

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Berita
31 Mei 2026 19:39
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Ilahiyah Finance

Probiotic Food dan Prophetic Food

17 Juni 2020 08:00
Ilahiyah Finance

Syirkah “Orang-Orang Miskin”

11 Februari 2019 20:49
Hamas bitcoin
Ilahiyah Finance

Halal Haram Uang Kripto

11 Desember 2018 08:15
Ilahiyah Finance

Golden Balance: Financing the Needy

15 Agustus 2018 13:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?