Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ilahiyah Finance

Bioeconomy : Peluang Bagi Umat Di Negeri Katulistiwa

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 1 Mei 2012 15:32 3:32 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 1 Mei 2012 15:32
Bagikan
Bagikan

Oleh : Muhaimin Iqbal

Ketika di pesantren dahulu Pak Kyai mengajari kami untuk menghafal surat Al-Waqi’ah agar tidak jatuh miskin, kami mengira bahwa hanya dengan menghafalnya kita akan bisa menjadi kaya. Tentu saja ini juga mungkin bila Allah menghendaki, tetapi lebih dari itu surat Al-Waqi’ah ternyata memang bisa bener-bener menjadi sumber kekayaan suatu bangsa bila bangsa ini mampu memahami dan menggali maknanya sampai ke tingkat aplikasinya di berbagai aspek kehidupan. Konsep baru ekonomi yang mulai banyak dibicarakan di dunia barat sejak beberapa tahun terakhir seperti Bioeconomy misalnya, sebenarnya hanya salah satu saja contoh dari aplikasi ayat-ayat tentang tanaman, air dan api di surat tersebut.

Bioeconomy atau biobased economy atau ada juga yang menyebut biotechonomy adalah seluruh kegiatan ekonomi yang dikembangkan berdasarkan mekanisme dan proses pada tingkat genetika dan molekuler yang kemudian diterapkan pada proses industry untuk menggerakkan ekonomi.

Bioeconomy menggunakan sumber-sumber biomass dari tanaman-tanaman yang umumnya kita kenal, sampai ke tanaman-tanaman yang tidak biasa kita kenal seperti rumput laut, algae dlsb. Proses pemanfaatannya juga bervariasi dari proses pengolahan yang umumnya sudah kita kenal sampai dengan proses-proses canggih seperti apa yang disebut anaerobic digestion pada produksi ethanol, pyrolysis untuk menghasilkan pyrolysis-oil, atau bahkan torrefaction untuk menghasilkan ‘biomass coal’.

Inti dari bioeconomy ini adalah bagaimana kita bisa menghasilkan nilai tambah maksimal dari sumber bahan baku biomass yang minimal. Untuk apa produk akhirnya ?. Ya untuk memenuhi kebutuhan manusia yang paling dasar seperti makanan, obat-obatan, sampai juga energy.

Baca Juga

Indonesia Masuk Peringkat Dunia dalam Keuangan Syariah, Perlu Pembenahan Kurikulum Lebih Baik
Cashback yang di Tawarkan Go-pay dan OVO, Haramkah?
Industri Pertanian Zaman Nabi
Makanan Yang Membuat Tidak Miskin
Industry 0.0

Nilai tambah ekonomi yang dapat dilipat gandakan dari tumbuh-tumbuhan dan tanaman di sekitar kita, baik untuk keperluan bahan pangan sampai kebutuhan energy inilah yang sebenarnya sudah lebih dari 1400 tahun petunjuknya disampaikan ke kita melalui serangkaian ayat di surat Al-Waqi’ah tersebut di atas. Perhatikan rangkaian ayat –ayat berikut misalnya :

“Maka terangkanlah kepadaku tentang yang kamu tanam? Kamukah yang menumbuhkannya ataukah Kami yang menumbuhkannya? Kalau Kami kehendaki, benar-benar Kami jadikan dia kering dan hancur; maka jadilah kamu heran tercengang. (Sambil berkata): “Sesungguhnya kami benar-benar menderita kerugian, bahkan kami menjadi orang yang tidak mendapat hasil apa-apa.” (QS 56 : 63-67)

“Maka terangkanlah kepadaku tentang air yang kamu minum. Kamukah yang menurunkannya dari awan ataukah Kami yang menurunkan? Kalau Kami kehendaki niscaya Kami jadikan dia asin, maka mengapakah kamu tidak bersyukur?” (QS 56 :68-70)

“Maka terangkanlah kepadaku tentang api yang kamu nyalakan. Kamukah yang menjadikan kayu itu atau Kami-kah yang menjadikannya? Kami menjadikan api itu untuk peringatan dan bahan yang berguna bagi musafir di padang pasir.” (QS 56: 71 -73)

Tiga kelompok ayat tersebut berbicara tentang tanaman, air dan api (energy) – ketiganya merupakan komponen utama dari bioeconomy yang paling dasar. Dimana ketiganya bertemu secara melimpah ? Di Indonesia, negeri tropis di sabuk katulistiwalah ketiganya tersedia atau bisa dihasilkan secara melimpah.

Api yang berguna bagi musafir di padang pasir di QS 56 : 71-73 misalnya, dahulu sebelum orang bepergian dengan kendaraan seperti sekarang ditafsirkan sebagai api yang dinyalakan dari gosokan kayu – untuk menenerangi perjalanan di malam hari. Tentu saja ini juga masih berlaku sampai kini, hanya saja orang sekarang bepergian dengan kendaraan bermotor – tidak perlu lagi menggosokkan kayu bakar untuk menyalakan api.

Jaman berubah, teknologi terus berkembang, tetapi bahwa api atau energy dari tanaman atau kayu ini tetap valid hingga kini. Melalui salah satu proses anaerobic digestion diatas misalnya, orang bisa menghasilkan ethanol atau bahan bakar dari bahan-bahan tanaman – biomass. Ethanol ini kemudian salah satunya dapat digunakan untuk ‘menyalakan api’ mesin-mesin transportasi modern yang berguna bagi ‘para musafir di padang pasir’ !.

Maka sebelum penguasaan ekonomi generasi baru yang disebut bioeconomy inipun dikuasai oleh negeri-negeri barat, sudah seharusnya kalau kita bisa berusaha lebih keras agar lebih bisa memahami dan menangkap peluang ini. Karena ditangan kita bukan hanya tersedia ilmunya, tetapi kita juga telah lama diberi segala sumber daya alamnya dan bahkan juga telah diberi petunjukNya.

Tinggal kita gali maknanya, kita eksplorasi penerapannya – maka insyaallah era bioeconomy ini adalah milik kita – umat yang berada di negeri tropis katulistiwa. Insyaallah.

Penulis Direktur Gerai Dinar, kolumnis hidayatullah.com

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Aa Gym Luncurkan Aplikasi “Aa Gym Corner”
Tulisan selanjutnya Tahap I Selesai, Pembangunan RS Indonesi di Gaza Masuki Tahap II

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Berita
1 Juni 2026 10:40
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Terbaru

  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Mungkin Anda Juga Suka

Ilahiyah Finance

Probiotic Food dan Prophetic Food

17 Juni 2020 08:00
Ilahiyah Finance

Syirkah “Orang-Orang Miskin”

11 Februari 2019 20:49
Hamas bitcoin
Ilahiyah Finance

Halal Haram Uang Kripto

11 Desember 2018 08:15
Ilahiyah Finance

Golden Balance: Financing the Needy

15 Agustus 2018 13:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?