Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ilahiyah Finance

Kita Adalah Apa Yang Kita Bicarakan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 25 Juni 2012 10:08 10:08 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 25 Juni 2012 10:08
Bagikan
Bagikan

Oleh: Muhaimin Iqbal

SUDAH beberapa tahun ini saya amati di hampir setiap berita di seluruh channel televisi nasional kita yang paling banyak muncul adalah berita tentang kasus-kasus korupsi. Untuk beberapa hari memang kadang berganti dengan berita significant lainnya seperti kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet 100, tetapi setelah itu kembali ke ‘default’ berita – yaitu kasus korupsi. Coba kita ingat berita-berita yang muncul tahun 1970-an, 1980-an sampai awal 1990-an, pasti nuansa yang berbeda yang kita ingat – nuansa ‘pembangunan’-lah yang muncul di berita-berita pada beberapa dekade tersebut.

Bisa saja karena rezim Orde Baru waktu itu lebih mampu ‘mengendalikan’ berita sehingga hanya muncul yang baik-baik, sedangkan saat ini dengan kebebasan pers yang lebih terbuka – pers bebas memberitakan yang mana saja yang mereka mau. Tetapi bagaimana kalau yang layak berita memang hanya yang buruk-buruk seperti korupsi dan kasus kecelakaan pesawat tersebut di atas? Kapan terakhir kita melihat berita peresmian project ini dan itu? Kapan terakhir kita melihat project keberhasilan petani dalam swasembada pangan? Kapan terakhir kita melihat pencapaian di bidang peternakan, perikanan, perkebunan dlsb?

Dalam perjalanan pulang dari arab, para TKW asyik bercerita tentang perlakuan majikannya, kenakalan anak majikannya dlsb. karena memang itulah dunia mereka. Di pos ojek depan komplek rumah, para tukang ojek asyik ngobrolin tentang motor dia, tentang kontrakan rumahnya, tentang mahalnya harga sembako – karena memang itulah dunia mereka.

Pada jam makan siang, para pekerja rajin ngobrolin tentang atasan dia, tentang problem rutin pekerjaan dia, tentang kejenuhannya – semua juga karena itulah dunia mereka. Intinya adalah apa yang muncul secara dominan di permukaan pembicaraan-pembicaraan kita – itulah sesungguhnya yang terjadi pada diri kita, itulah dunia kita.

Baca Juga

Indonesia Masuk Peringkat Dunia dalam Keuangan Syariah, Perlu Pembenahan Kurikulum Lebih Baik
Cashback yang di Tawarkan Go-pay dan OVO, Haramkah?
Industri Pertanian Zaman Nabi
Makanan Yang Membuat Tidak Miskin
Industry 0.0

Maka bisa Anda bayangkan kondisi ini sekarang, jangan-jangan memang tidak ada yang fokus memikirkan pembangunan, tidak ada yang fokus dalam pembinaan petani, nelayan dlsb. – sehingga tidak ada yang layak diberitakan di sektor-sektor ini. Jangan-jangan fokus para pemimpin dan wakil kita memang sibuk ‘memadamkan api’ masalah korupsi yang bermunculan di sana-sini, bukan fokus bagaimana membawa kemakmuran untuk seluruh rakyat di negeri ini.

Ada wisdom dalam bahasa inggris yang kurang lebih berbunyi begini “Losers talk about problems, winners talk about idea, solutions and opportunities” (para pecundang berbicara tentang masalah, para pemenang berbicara tentang ide-ide, solusi dan peluang).

Pelajarannya adalah, karena terlalu disibukkan dengan berbagai masalah – sehingga tercermin dalam pemberitaan-pemberitaan (pembicaraan-pembicaraan) yang ada, maka negeri ini satu langkah lebih dekat menuju negeri yang gagal. Jadi kita harus berusaha sekuat tenaga mengubah tema pembicaraan yang kemudian menjadi berita.

Biarlah masalah-masalah hukum, musibah dlsb. ditangani oleh pihak-pihak yang kompeten untuk ini; sedangkan mayoritas kekuatan bangsa harus dikonsentrasikan untuk berbicara tentang ide-ide, solusi-solusi dan peluang-peluang. Ini bisa dilakukan di tingkat nasional maupun pada tingkat individu atau komunitas.

Bukan berarti mengabaikan masalah, tetapi masalah harus bisa diatasi secara proporsional agar tidak menyita waktu kita sehingga tidak tersedia lagi waktu untuk berbicara tentang ide, solusi dan peluang.

Anda bisa mulai melakukan exercise ini di lingkungan kerja Anda masing-masing. Berhentilah mengeluh dan mulailah fokus pada ide, solusi dan peluang – maka ketika ini yang menjadi budaya, insyaallah Anda akan segera menjadi pemenang – apapun bidang Anda.

Kita adalah apa yang kita bicarakan, maka budayakanlah bicara tentang hal-hal yang positif. Ketika kita terpaksa bicara tentang hal yang negatif atau masalah sekalipun, itu dalam konteks untuk mencari solusinya – sehingga yang negative-pun bisa menjadi positif karenanya. InsyaAllah.*

Penulis adalah Direktur Gerai Dinar, kolumnis hidayatullah.com

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sosok Muhammad Mursy di Mata Istrinya
Tulisan selanjutnya Nuh: Tingkat Pendidikan Punya Korelasi Terhadap kesejahteraan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Berita
4 Juni 2026 09:00
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Ilahiyah Finance

Probiotic Food dan Prophetic Food

17 Juni 2020 08:00
Ilahiyah Finance

Syirkah “Orang-Orang Miskin”

11 Februari 2019 20:49
Hamas bitcoin
Ilahiyah Finance

Halal Haram Uang Kripto

11 Desember 2018 08:15
Ilahiyah Finance

Golden Balance: Financing the Needy

15 Agustus 2018 13:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?