Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ilahiyah Finance

Bersyirkah Dalam Tiga Hal

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 21 September 2012 17:18 5:18 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 21 September 2012 17:18
Bagikan
Bagikan

oleh: Muhaimin Iqbal

SERIBU empat ratus tahun lebih sebelum manusia modern mencemaskan tiga kelangkaan yang disebut FEW (Food, Energy and Water) atau makanan, energi dan air, uswatun hasanah kita telah memberikan solusinya untuk umat ini dalam sabda beliau: ““Orang-orang Muslim itu bersyirkah dalam tiga hal, dalam hal padang rumput, air dan api.” (HR Sunan Abu Daud, no 3745).

Hadits di atas menguatkan keyakinan kita akan kebenaran tuntunan agama ini, sebagai agama akhir jaman – dimana kita tidak akan pernah tersesat selamanya selama kita berpegang pada dua pegangannya yaitu Al-Qur’an dan Al Hadits.

Di dunia yang semakin kapitalis, sumber-sumber kehidupan seperti lahan, air dan api (selanjutnya saya sebut energi) diperebutkan oleh kelompok-kelompok manusia dengan serakahnya. Yang kuat tentu menjadi pemenangnya, menyisakan mayoritas manusia dalam kekurangan.

Padang rumput yang mewakili lahan produksi, kini tinggal segelintir orang saja yang masih menguasainya – bahkan menguasainya secara berlebihan. Ada keluarga yang menguasai lahan begitu luasnya sehingga mampu membuat tiga kotanya sendiri di seputar Jakarta. Bahkan pernah ada di negeri ini kelompok usaha yang menguasai hak pengelolaan hutan seluas kerajaan Inggris!

Baca Juga

Indonesia Masuk Peringkat Dunia dalam Keuangan Syariah, Perlu Pembenahan Kurikulum Lebih Baik
Cashback yang di Tawarkan Go-pay dan OVO, Haramkah?
Industri Pertanian Zaman Nabi
Makanan Yang Membuat Tidak Miskin
Industry 0.0

Yang lainnya bagaimana? Mayoritasnya berjuang dengan kerja keras hanya untuk bisa menguasai lahan beberapa puluh atau ratus m2 untuk rumahnya – inipun banyak yang tidak terjangkau. Kepemilikan lahan pertanian yang waktu saya kuliah dahulu masih di kisaran 0.25 ha/keluarga, konon kini tinggal sekitar 0.10 ha/keluarga karena telah dipecah-pecah menjadi bagian anak-anak dari pemilik sebelumnya (waris).

Air bersih yang dahulu mudah kita ambil sendiri dari sumur-sumur kita, kini selain jumlahnya yang menyusut – pencemaran dan intrusi air laut telah membuat air tanah dari sebagian besar kota tidak lagi layak minum. Penduduk yang kaya di perkotaan masih bisa membeli air dengan relatif murah dari PDAM setempat, ironinya justru penduduk miskinnya membayar air dengan harga lebih mahal melalui jerigen-jerigen yang dijajakan dalam kereta dorong tukang air.

Api atau energi yang mestinya tersedia cukup untuk semua orang, kembali hanya yang mampu yang punya pilihan. Ketika pemerintah pusing dengan subsidinya, yang mampu tetap bisa membeli bahan bakar non subsidi atau bahkan bahan bakar yang dijajakan oleh pompa-pompa bensin asing.

Lha yang miskin bagaimana? Mereka dahulu terbiasa membeli minyak tanah secara eceran satu – dua liter atau bahkan kurang dari satu liter – karena penghasilan mereka hari itu harus dibagi-bagi sebagian untuk beras, sebagian untuk minyak sebagai bahan bakar untuk memasaknya. Kini untuk mampu membeli gas 3 literan-pun mereka harus menabung dahulu dari penghasilannya beberapa hari.

Gejala kelangkaan pangan, energi dan air itu begitu nyata dan akan semakin parah dampaknya pada generasi-generasi yang akan datang kecuali bila kita bisa mulai berbuat membalik arahnya pada generasi ini.

Dengan apa kita bisa berbuat ini? Bukan dengan revolusi, redistribusi aset atau istilah-istilah lain yang menyeramkan bagi sebagian orang. Kita bermain sesuai dengan jamannya, dengan bahasa kaumnya! Bila lahan-lahan yang luas itu hanya bisa diselamatkan dengan membelinya – maka marilah kita ramai-ramai yang mampu membelinya.

Setelah lahan-lahan luas tersebut berhasil kita kuasai ramai-ramai, maka kita akan bisa menerapkan kembali konsep yang diungkapkan dalam hadits tersebut di atas. Kita bisa bersyirkah (bersyarikah/berkongsi) dalam pengelolaan lahan produksi, energi dan air.

Itulah sejatinya latar belakang pemikiran KKP (Kepemilikan Kebun Produktif) yang kami gagas, agar ramai-ramai umat ini dapat kembali menguasai lahan. Setelah dikuasai, dimakmurkan bersama untuk produksi pangan – sehingga tidak melanggengkan ketergantungan pada produksi bahan pangan impor.Untuk produksi energi, sehingga yang miskin-pun bisa punya pilihan energinya – produksi bioethanol misalnya akan memungkinkan untuk tujuan ini. Untuk memperbaiki cadangan air dalam tanah – sehingga mengamankan kebutuhan air untuk anak cucu, tanaman-tanaman jangka panjang akan bisa menjadi sarana untuk ini.

Solusi untuk segala macam persoalan kita itu sudah ada di grand design-Nya yang sempurna, yaitu Al-Qur’an dan sunah RasulNya – kita hanya tinggal terus menggali dari keduanya agar tidak pernah tersesat selamanya – InsyaAllah.*

Penulis adalah Direktur Gerai Dinar, kolumnis hidayatullah.com

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Barat Menjadi Tuan di Tubuh dan Otak Kita!
Tulisan selanjutnya China yang Komunis Saja Tegas terhadap Koruptor, Bagaimana Indonesia?

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Berita
31 Mei 2026 01:20
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Terbaru

  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

Ilahiyah Finance

Probiotic Food dan Prophetic Food

17 Juni 2020 08:00
Ilahiyah Finance

Syirkah “Orang-Orang Miskin”

11 Februari 2019 20:49
Hamas bitcoin
Ilahiyah Finance

Halal Haram Uang Kripto

11 Desember 2018 08:15
Ilahiyah Finance

Golden Balance: Financing the Needy

15 Agustus 2018 13:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?