Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ilahiyah Finance

Belajar Dari Palestina Untuk Keamanan Pangan, Energi dan Air

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 11 Oktober 2012 16:38 4:38 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 11 Oktober 2012 16:38
Bagikan
Bagikan

Oleh: Muhaimin Iqbal

KETIKA Indaonesia merdeka tahun 1945, peta Palestina masih hijau karena mayoritas tanahnya masih dikuasai bangsa Palestina sendiri. Dua tahun kemudian 1947, peta itu menjadi kurang lebih separuh hijau dan separuh putih – karena secara luar biasa cepat Yahudi dapat menjajah tanah-tanah bangsa Palestina. Kini 65 tahun kemudian, daerah hijau itu tinggal titik-titik yang sangat kecil dibandingkan daerah putih yang merupakan jajahan Yahudi.
Bukan hanya secara politik dan militer saudara kita bangsa Palestina didzalimi secara luar biasa oleh Yahudi, tetapi sumber-sumber kebutuhan pokoknya berupa pangan, energi dan air juga dalam genggaman Yahudi.

Penuturan teman-teman team Sahabat Al-Aqsha yang beberapa bulan lalu terjun langsung ke Gaza, mengungkapkan bahwa kondisi ekonomi bangsa Palestina kini sungguh memprihatinkan. Di satu sisi tentu mereka tidak rela diteror dan dihujani bom setiap waktu oleh penjajahnya yaitu Israel, tetapi di sisi lain dalam mencukupi kebutuhan pokoknya mereka mau tidak mau harus mengkonsumsi berbagai produk Israel. Sampai ke warung-warung kecil di pemukiman rakyat Gaza-pun mayoritas produk yang dijual adalah produk Israel.

Mata air yang masih ada di wilayah kekuasaan rakyat Palestina banyak yang diracuni sehingga tidak lagi layak minum, pemenuhan kebutuhan air menjadi semakin dalam genggaman Israel. Apalagi kebutuhan energi seperti listrik dan bahan bakar, karena lagi-lagi dalam genggaman Israel supply-nya ke bangsa Palestina menjadi suka-suka mereka. Listrik mati berhari-hari dan antrian bbm yang mengular menjadi pemandangan sehari-hari di Gaza.

Walhasil kita bisa melihat korelasi yang begitu nyata dari perubahan warna peta tersebut di atas – yang merepresentasikan penguasaan lahan – dengan ketersediaan kebutuah hidup manusia yang sangat mendasar yaitu pangan, energi dan air.

Baca Juga

Indonesia Masuk Peringkat Dunia dalam Keuangan Syariah, Perlu Pembenahan Kurikulum Lebih Baik
Cashback yang di Tawarkan Go-pay dan OVO, Haramkah?
Industri Pertanian Zaman Nabi
Makanan Yang Membuat Tidak Miskin
Industry 0.0

Kita yang berada di Indonesia memang belum menghadapi situasi seperti yang dihadapi oleh saudara-saudara kita bangsa Palestina. Tetapi trend ke arah sana bukannya tidak ada.

Coba Anda berjalan di seputar jalan-jalan utama Jakarta dan kota-kota besar lainnya di Indonesia, juga di kota-kota penyangga kota utama seperti daerah Jabodetabek, siapa yang menguasai lahan-lahan paling luas di daerah perkotaan ini?

Kemudian Anda juga jalan-jalan ke daerah pedalaman Sumatra, Kalimantan, Papua dlsb. Siapa yang menguasai lahan-lahan paling luas di sana? Saya pernah mendengar langsung dari seorang mantan menteri di awal era reformasi yang menuturkan bahwa seorang pengusaha saja di negeri ini bisa memiliki HPH yang luasnya melebihi kerajaan Inggris!

Yang dihadapi rakyat Indonesia memang bukan Yahudi secara fisik, tetapi bisa jadi adalah Yahudi secara karakter. Korporasi-korporasi besar yang menguasai lahan dan sumber alam kemudian mengeksploitasinya untuk keuntungan maksimal kelompok atau organisasinya sendiri. Membuat rakyat yang mayoritas ini tergantung pada produk barang dan jasa yang berada dalam genggaman tangan mereka.

Siapa yang memegang kendali atas sumber-sumber pangan, energi dan air adalah siapa yang menguasai lahan. Maka penguasaan lahan oleh rakyat banyak adalah mutlak perlu untuk melindungi kepentingan rakyat ini atas ketersediaan pangan, energi dan air dalam jangka panjang.

Program KKP (Kepemilikan Kebun Produktif) untuk masyarakat luas yang kini tengah melalui proses seleksi lahan-lahan yang akan menjadi target project KKP – hanyalah upaya kecil untuk melawan trend penguasaan lahan secara besar-besaran oleh korporasi raksasa.

Beberapa ratus hektar lahan yang sedang kami perjuangkan di daerah Jabodetabek misalnya, daerah tersebut sudah terkepung oleh penguasaan lahan ribuan hektar di sekitarnya yang sudah dikuasai oleh 2-3 korporasi raksasa.

Namun kita tidak perlu berkecil hati, bila lontaran-lontaran batu kerikil anak-anak kecil Palestina bisa membuat tank-tank Israel berbalik arah ; lontaran-lontaran kecil kita seperti KKP ini juga kita harapkan berbuah yang sama – agar korporasi-korporasi besar tersebut ada yang menghentikan langkahnya.

Lebih dari itu Uswatun Hasanah kita telah memberikan tuntunannya dalam mengelola kebutuhan pokok umat ini: “Orang-orang Muslim itu bersyirkah dalam tiga hal, dalam hal padang rumput, air dan api.” (Sunan Abu Daud, no 3745).

Padang rumput mewakili lahan untuk sumber-sumber pangan, air adalah pengelolaan sumber-sumber air, dan api adalah pengelolaan sumber-sumber energi.

Dengan bersyirkah kita bisa menguasai kembali lahan-lahan yang mencapai skala ekonomis untuk pertanian, peternakan, perkebunan dlsb. Dengan mengamankan lahan agar tetap menjadi lahan pertanian dan perkebunan, secara tidak langsung kita juga mengamankan sumber-sumber air.

Energi terbarukan masa depan juga sangat erat kaitannya dengan penguasaan lahan ini. Selain energi bisa diproduksi dari hampir seluruh tanaman-tanaman yang menghasilkan pati, serat atau gula, produksi energi dari sinar matahari-pun butuh lahan yang luas untuk menaruh solar panel-nya.

Maka sebelum penguasaan lahan oleh umat ini menjadi tinggal seperti titik-titik hijau yang dikepung oleh hamparan putih – seperti pada peta Palestian tersebut di atas, kita memang harus mulai berbuat. Kita harus mulai ‘melempar batu kecil’ untuk menghentikan laju tank-tank besar yang melumat bumi dan mengeksploitasinya hanya untuk kelompok mereka sendiri. Bila kita lakukannya bersama-sama (ber-syirkah), InsyaAllah kita bisa!*

Penulis Direktur Gerai Dinar, kolumnis hidayatullah.com

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Petugas Wanita Dikerahkan untuk Atasi Tindak Kriminal
Tulisan selanjutnya Kairo Undang Negara Islam Berinvestasi di Mesir

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Berita
2 Juni 2026 21:41
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Terbaru

  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Mungkin Anda Juga Suka

Ilahiyah Finance

Probiotic Food dan Prophetic Food

17 Juni 2020 08:00
Ilahiyah Finance

Syirkah “Orang-Orang Miskin”

11 Februari 2019 20:49
Hamas bitcoin
Ilahiyah Finance

Halal Haram Uang Kripto

11 Desember 2018 08:15
Ilahiyah Finance

Golden Balance: Financing the Needy

15 Agustus 2018 13:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?