Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Meminang Surga

Mengajari Membaca Tak Harus Mahal

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 30 Januari 2015 08:34 8:34 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 30 Januari 2015 08:34
Bagikan
Bagikan

Oleh: Mohammad Fauzil Adhim

ALHAMDULILLAH, Allah Ta’ala karuniakan kepada kami tujuh orang anak (semoga Allah Ta’ala jadikan mereka barakah sejak lahirnya, hidupnya, matinya dan hari ketika dibangkitkan). Ini menjadikan pengalaman mengasuh anak lebih beragam, termasuk dalam soal mengajari mereka membaca semenjak dini.

Ada pelajaran yang dapat diambil dari cara mengajarkan membaca pada anak pertama, lalu berusaha memperbaiki pada saat mengajari anak-anak berikutnya. Berbagai teori sekaligus alat bantu pendukung untuk mengajarkan membaca, berusaha kami penuhi. Dan itu semua membawa pada kesimpulan bahwa bekal terbaik mengajarkan anak membaca adalah kesungguhan, antusiasme dan kesabaran. WPB alias buku penuh gambar sedikit kata memang sangat bermanfaat. Buku jenis ini mudah menarik perhatian anak.

Tetapi untuk menjadikan anak suka membaca, tidak harus melimpahi mereka dengan buku yang umumnya berharga mahal atau bahkan sangat mahal itu. Apa saja yang dapat dibaca, juga apa saja yang dapat digunakan sebagai media untuk menulis, merupakan sarana yang baik untuk mengajarkan membaca kepada anak. Tak peduli apakah itu buku bacaan sedikit gambar yang lebih pas untuk orang dewasa, majalah, sobekan koran atau apa pun.

Bukan berarti buku-buku yang khusus dirancang untuk anak tidak ada manfaatnya. Tetapi yang perlu kita ingat adalah, hal terpenting dalam menanamkan kegemaran membaca adalah tersedianya bahan-bahan bacaan dan kerelaan orangtua untuk membacakan buku serta mendampingi mereka bermain dengan buku. Bagi saya, jauh lebih penting memilihkan buku bergizi yang isinya benar-benar bermanfaat, meski kemasannya belum sesuai umurnya daripada buku sangat menarik, tapi isinya tak bermutu atau bahkan merusak.

Baca Juga

teman
Membebaskan Anak dari Label Negatif
Lembut Itu Tak Berkata Kasar
Diistimewakan Allah Bersebab Niat Jujur Orangtua
Tanpa Ta`dib dan Pendidikan Adab, Boarding School Ibarat Rumah Kost Belaka
Kreatif Tanpa Musik

10 Sahabat Nabi Dijamin Masuk Surga karya Muhammad Ahmad ‘Isa adalah contoh buku yang sangat bagus isinya. Kemasan buku ini jelas bukan untuk anak SD. Apalagi TK dan playgroup. Tetapi isinya shahih, dasarnya kuat, keteladanannya dapat diambil oleh anak maupun orang dewasa. Maka membacakan buku yang sebenarnya dikemas untuk orang dewasa ini, sangat bermanfaat bagi anak.

Alhamdulillah, buku ini termasuk salah satu yang paling diminati oleh anak saya nomor lima, Muhammad Navies Ramadhan. Ia membaca buku tebal ini dalam waktu hanya kurang dari dua hari tatkala ia kelas 2 SD.

Saya memperhatikan, jika anak akrab dengan beragam buku semenjak dini, tak hanya yang kemasannya dikhususkan bagi balita, ia lebih mudah menyukai bacaan lebih serius di usia-usia berikutnya. Akan tetapi memaksakan anak membaca buku-buku serius tanpa mendampingi, dapat menjadikan anak kehilangan gairah membaca. Ini berarti, kesediaan menemani anak membaca itulah yang sangat penting.

Di sisi lain, jika anak-anak terbiasa bersentuhan dengan pemikiran atau cara berpikir yang lebih dewasa, ia juga akan memiliki kemampuan berpikir yang lebih baik. Inilah salah satu hikmah melibatkan anak dalam berbagai majelis orang dewasa sebagaimana yang kita jumpai pada sirah Nabi shallaLlahu ‘alaihi wa sallam.

Jika dikaitkan dengan membaca, tidak masalah anak bersentuhan dengan bacaan bergizi untuk orang dewasa, terlebih yang menanamkan iman, mengokohkan aqidah dan menata cara berpikir. Anak boleh jadi tidak memahami isi bacaan secara sempurna atau bahkan sedikit sekali yang dipahami, tetapi jika anak menikmati kegiatan tersebut, itu sudah cukup sebagai bekal untuk memudahkannya menerima kelak ketika usianya telah lebih matang. Apa yang didengar dan diserapnya ibarat cetak biru (blue print) dalam dunia arsitektur. Inilah salah satu pelajaran berharga yang dapat kita renungi dari generasi emas Islam yang tidak sedikit di antara mereka telah menunjukkan kematangan berpikir di usia sangat belia.*

Mohammad Fauzil Adhim, penulis buku-buku parenting. Twitter @kupinang

 

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:anakbuku
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Heppy Trenggono: Bangun Karakter Untuk Bentuk Kader Partai Yang Militan
Tulisan selanjutnya Kemuliaan Sang Nenek di Mapolda Jatim

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Berita
1 Juni 2026 13:00
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

perjuangan
Meminang Surga

Matinya Perjuangan

17 Januari 2022 14:00
Meminang Surga

Lembut Itu Ada Takarannya

30 November 2021 15:00
Za'faran Herbal
Meminang Surga

Tiap Obat Ada Dosisnya ⁣

8 Oktober 2021 07:33
Jepang, Negeri Yang menua
Meminang Surga

Keengganan Mengurusi Anak Dan Masa Depan Demografis Jepang. ⁣⁣

13 September 2021 17:28
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?