Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Meminang Surga

Tanggap terhadap Cerita Buruk dan Baik dari Anak

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 6 November 2015 05:02 5:02 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 6 November 2015 04:59
Bagikan
Bagikan

oleh: Mohammad Fauzil Adhim

Kadang pula terjadi anak melakukan tindakan yang tampak buruk, tetapi ia memaksudkannya untuk kebaikan, hanya saja ia salah dalam bertindak. Dalam hal ini, tanggapan orangtua sangat penting. Orangtua perlu menggali lebih lanjut, memberikan pertanyaan untuk menelusuri sebab tindakan, bagaimana dilakukan, kapan peristiwanya sehingga dengan demikian orangtua tidak tergesa-gesa memberi penilaian.

Iktikad yang baik perlu dihargai, meskipun salah tindakannya. Kita menghargai iktikadnya dan meluruskan, mengoreksi tindakannya. Adapun sikap maupun tindakan yang tidak tepat dapat segera kita perbaiki apabila kita tanggap. Sementara cerita tidak baik untuk memancing perhatian orangtua dapat segera dibenahi dan tidak perlu memancing kepanikan apabila kita memberi umpan balik yang tepat.

Hal yang sama juga berlaku untuk kisah-kisah yang dituturkan anak tentang kebaikannya di sekolah. Kebaikan perlu diapresiasi. Tetapi tidak setiap cerita yang menunjukkan kebaikannya benar-benar menunjukkan bahwa dia berbuat baik. Sikap curiga kepada anak membuat kita cenderung tidak dapat menerima seluruh penuturan anak meskipun benar-benar baik dan sesuai fakta.

Lalu apa yang seharusnya kita lakukan? Sama. Kita berusaha untuk menanggapi, memberi umpan balik, menggali alasan anak melakukan “kebaikan” tersebut (sungguh-sungguh dilakukan karena niat yang baik, dikerjakan hanya untuk mendapat pujian maupun anggapan baik dari orangtua, pun cerita yang hanya mengesankan dirinya baik, padahal tidak dilakukan), bagaimana ia melakukan dan berbagai hal terkait cerita tersebut. Manfaatnya, jika tindakan tersebut benar-benar dilakukan, kita dapat mendidik anak menimbang perbuatannya, menetapkan skala prioritas dan meluruskan niat. Adapun jika anak hanya ingin mengesankan baik kepada orangtua, dapat segera diketahui untuk kemudian diluruskan tanpa mempermalukannya.

Baca Juga

teman
Membebaskan Anak dari Label Negatif
Lembut Itu Tak Berkata Kasar
Diistimewakan Allah Bersebab Niat Jujur Orangtua
Tanpa Ta`dib dan Pendidikan Adab, Boarding School Ibarat Rumah Kost Belaka
Kreatif Tanpa Musik

Jangan sampai terjadi anak senantiasa bercerita tentang bagaimana ia nyaris setiap hari membagikan makanannya untuk teman-temannya di sekolah, orangtua sudah terlanjur bangga, padahal sebenarnya anak itulah yang biasa mengambil makanan temannya tanpa izin. Lebih repot lagi jika anak mempercayai anak secara total tanpa mau menelisik kebenaran, sementara segala perkataan guru maupun orang lain yang bertentangan dengan cerita anak dianggap angin dan bahkan fitnah. Akibatnya, tindakan buruk anak di sekolah tidak dapat dibenahi dengan segera. Orangtua yakin sepenuhnya anak tidak punya masalah sedikit pun, padahal sebenarnya sedang menabung masalah.

Nah.
Kadangkala penyebab sulitnya menangani masalah anak yang muncul di sekolah bukanlah beratnya masalah, tetapi karena orangtua sudah menutup diri dengan keyakinannya bahwa anaknya baik. Tidak ada masalah. Ia lupa bahwa sebagian masalah itu bersumber dari rumah, tetapi anak melampiaskannya di sekolah.

Tetapi kadang terjadi pula guru menganggap bahwa masalah yang terjadi di sekolah pasti bermula dari rumah, padahal sungguh-sungguh bersumber dari sekolah. Dalam hal ini, memetakan masalah dengan baik dan menelisik sebabnya secara jernih akan sangat membantu guru menyelesaikan masalah yang muncul akibat perilaku buruk satu atau dua anak. Tidak setiap kenakalan anak itu memiliki kaitan dengan rumah. Kadang ada yang murni bersumber dari sekolah. Tetapi kerja-sama dengan orangtua akan tetap bermanfaat, meskipun tentu saja sebabnya harus dikaji secara cermat. Jika sebabnya ada di sekolah, orangtua lebih bersifat membantu mempercepat penyelesaian masalah. Bukan memperparah. Tetapi yang perlu diselesaikan, tetaplah sebab yang ada di sekolah. Adapun penyebab yang berada di rumah, mau tidak mau orangtua perlu berperan, kecuali jika sekolah memiliki team dan prosedur penanganan yang sangat memadai.

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:anakcerita anakmoh. Fauzil Adzimorang tuaparenting
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pemuda Palestina Tabrak Perwira Israel Hingga Tewas
Tulisan selanjutnya Tetaplah Berlaku Rendah Hati (1)

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Berita
4 Juni 2026 09:00
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

perjuangan
Meminang Surga

Matinya Perjuangan

17 Januari 2022 14:00
Meminang Surga

Lembut Itu Ada Takarannya

30 November 2021 15:00
Za'faran Herbal
Meminang Surga

Tiap Obat Ada Dosisnya ⁣

8 Oktober 2021 07:33
Jepang, Negeri Yang menua
Meminang Surga

Keengganan Mengurusi Anak Dan Masa Depan Demografis Jepang. ⁣⁣

13 September 2021 17:28
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?