Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Meminang Surga

Bila Lisan Terlanjur Pernah Mencaci

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 30 September 2015 06:53 6:53 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 30 September 2015 06:53
Bagikan
Bagikan

 

Oleh: Mohammad Fauzil Adhim

Padahal terhadap orang yang bersalah pun tidak patut lisan ini mencaci, bahkan sekedar menyebarkan keburukannya. Kita hanya boleh menunjukkan keburukan dan tidak dianggap menggunjing terhadap para mujahirin (bukan muhajirin, ya… sekedar mengingatkan agar tidak salah mengucap), yakni orang melakukan maksiat secara terang-terangan. Lebih-lebih menyertai maksiat terang-terangannya tersebut dengan ajakan kepada orang lain untuk melakukan hal yang sama. Termasuk mujahirin adalah orang yang melakukan maksiat secara diam-diam, tetapi kemudian ia menceritakan secara terbuka kepada orang lain. Ia menyingkap sendiri rahasianya tanpa ada maksud syar’i, misal meminta nasehat ulama dalam rangka bertaubat. Itu pun ia tidak perlu menceritakan maksiatnya secara gamblang dan lengkap.

Tentang mujahirin, Rasulullah shallaLlahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

كُلُّ أُمَّتِي مُعَافًى إِلَّا الْمُجَاهِرِينَ وَإِنَّ مِنْ الْمُجَاهَرَةِ أَنْ يَعْمَلَ الرَّجُلُ بِاللَّيْلِ عَمَلًا ثُمَّ يُصْبِحَ وَقَدْ سَتَرَهُ اللَّهُ عَلَيْهِ فَيَقُولَ يَا فُلَانُ عَمِلْتُ الْبَارِحَةَ كَذَا وَكَذَا وَقَدْ بَاتَ يَسْتُرُهُ رَبُّهُ وَيُصْبِحُ يَكْشِفُ سِتْرَ اللَّهِ عَنْهُ
“Setiap umatku akan mendapat ampunan, kecuali mujahirin (orang-orang yang terang-terangan berbuat dosa). Dan yang termasuk terang-terangan berbuat dosa adalah seseorang berbuat (dosa) pada malam hari, kemudian pada pagi hari dia menceritakannya, padahal Allah telah menutupi perbuatannya tersebut, yang mana dia berkata, “Hai Fulan, tadi malam aku telah berbuat begini dan begitu.” Sebenarnya pada malam hari Rabb-nya telah menutupi perbuatannya itu, tetapi pada pagi harinya dia menyingkap perbuatannya sendiri yang telah ditutupi oleh Allah tersebut.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Lalu, apakah yang seharusnya kita lakukan jika lisan terlanjur pernah mencaci dan bahkan mungkin tidak hanya sekali sepanjang hidup ini? Atas orang-orang yang pernah kita caci, do’akanlah mereka. Do’akan, semoga itu menjadi jalan kebaikan dan kafarah (penghapus dosa) baginya. Adapun bagi kita yang mencacinya, mendo’akan mereka dengan sungguh-sungguh juga sebagai permohonan kita kepada Allah Ta’ala agar tidak tergolong orang-orang yang fasik serta dijauhkan dari menjalani perbuatan buruk yang dikerjakan oleh orang yang kita caci.

Rasulullah shallaLlahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan do’a kepada kita:

اللَّهُمَّ فَأَيُّمَا مُؤْمِنٍ سَبَبْتُهُ فَاجْعَلْ ذَلِكَ لَهُ قُرْبَةً إِلَيْكَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
“Ya Allah, siapa saja di antara mukminin yang aku caci, jadikanlah hal itu sebagai sarana yang mendekatkan dirinya kepada-Mu di hari Kiamat.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Di dalam riwayat Muslim yang lainnya, terdapat do’a dengan redaksi yang berbeda:

اللَّهُمَّ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ فَأَيُّ الْمُسْلِمِينَ لَعَنْتُهُ أَوْ سَبَبْتُهُ فَاجْعَلْهُ لَهُ زَكَاةً وَأَجْرً
“Ya Allah, aku hanyalah seorang manusia. Jika ada seorang muslim yang aku laknat atau aku maki, maka jadikanlah hal tersebut sebagai pensuci dosa baginya dan limpahan pahala untuknya.” (HR. Muslim).

Nah, pernahkah dalam hidup kita, meskipun hanya sekali mencaci maki seseorang atau meneruskan cacian seseorang terhadap orang lain? Adakah kita melakukan itu? Padahal mencaci seorang mukmin adalah kefasikan. Maka, apakah yang sudah kita lakukan jika dalam hidup kita pernah mencaci seseorang? Inilah saatnya mendo’akan mereka, bermunajat kepada Allah Ta’ala sepenuh kesungguhan. Semoga melalui do’a itu Allah Ta’ala muliakan orang yang pernah kita caci dengan kebaikan akhirat dan ampunan dosa. Adapun bagi kita, do’a itu semoga menjadi perisai agar kita tidak terjatuh pada keburukan yang sama.

Sesungguhnya keburukan dan kemaksiatan itu harus kita benci. Tetapi mencaci maki orang yang berbuat dosa adalah hal yang berbeda. Agama ini telah melarangnya, kecuali terhadap para mujahirin.

Di dalam riwayat lainnya, kita juga mendapati do’a untuk orang yang tersakiti oleh tutur kata kita, padahal ia tidak layak mendapatkan tutur kata semacam itu. Semoga catatan ringkas ini bermanfaat.

Twitter Mohammad Fauzil Adzim @kupinang
Facebook Mohammad Fauzil Adhim
Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:BertaubatJaga LisanMohammad Fauzil AdhimNasehat Ulama
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dubes Saudi: Hasil Investigasi Musibah Mina akan Diumumkan Transparan
Tulisan selanjutnya Ridha Siapa Yang Kamu Cari ?

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Feature
30 Mei 2026 17:30
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

perjuangan
Meminang Surga

Matinya Perjuangan

17 Januari 2022 14:00
Meminang Surga

Lembut Itu Ada Takarannya

30 November 2021 15:00
Za'faran Herbal
Meminang Surga

Tiap Obat Ada Dosisnya ⁣

8 Oktober 2021 07:33
Jepang, Negeri Yang menua
Meminang Surga

Keengganan Mengurusi Anak Dan Masa Depan Demografis Jepang. ⁣⁣

13 September 2021 17:28
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?