Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Keluarga Sakinah

Menjadi Pasangan yang Menarik

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 27 Agustus 2015 11:09 11:09 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 27 Agustus 2015 11:09
Bagikan
Bagikan

MASING-masing pasangan dalam rumah tangga tentu mendambakan tampak menarik. Menarik memang sesuatu yang relatif, atau berbeda-beda menurut pandangan setiap orang. Namun yang harus dipegang oleh setiap suami maupun istri adalah, kebutuhan jasmani adalah salah satu kebutuhan inti yang harus terpenuhi.

Perlu diingat bahwa ada perbedaan antara keperkasaan jasmani dan kekuatan hubungan badan suami istri, meskipun ada hubungan yang sangat kuat antara keduanya. Secara teori dapat dikatakan, kekuatan hubungan badan suami istri dapat terwujud dengan adanya kekuatan jasmani. Namun dalam beberapa kasus, seorang istri dapat merasakan kepuasan seksual dengan seorang suami yang kurang mempunyai keperkasaan jasmani.

Kendati pun demikian, yang harus dipegang oleh setiap suami ataupun istri adalah, “saham asmara” akan bertambah dengan adanya rasa saling tertarik satu sama lain.

Perhatikan Berat Badan

Berat badan merupakan salah satu unsur penting bagi ketertarikan jasmani. Sebagian besar para suami merasa kurang tertarik dengan tubuh istri yang mempunyai berat badan tidak ideal (gemuk). Begitu pula sang istri.

Baca Juga

Zakat dari Harta Haram, Apa Hukumnya?
Kedudukan Hukum Adik Ipar
 Bijaksana Saat Menolak Lamaran
Suami Merahasiakan Gajinya, Menurut Islam
Mengembalikan Indahnya ‘Kamar Tidur’

Sebagaimana diketahui, kebugaran tubuh dan berat badan yang wajar sangat mempengaruhi kesehatan jasmani setiap individu. Oleh karena itu diharapkan kepada setiap suami maupun istri yang dikaruniai badan gemuk untuk selalu berusaha mengurangi berat badannya dan berupaya menjaga kebugaran tubuhnya. Hal itu selain dapat menjaga keromantisan rumah tangga, juga dapat membuat warna hidup lebih cerah dan bahagia.

Mempesona

Sebagaimana kita ketahui bersama, berat badan tidak satu-satunya unsur penting dalam mempererat hubungan cinta antara suami-istri. karena banyak hal lain seperti: pakaian, penataan rambut, tata rias dan kepribadian yang sehat juga merupakan faktor yang sangat penting dalam keharmonisan rumah tangga.

Berikut beberapa riwayat dari para ulama yang dapat kita jadikan pedoman bagi keharmonisan rumah tangga:

Ibnu Abbas berkata, “Aku senang berdandan demi istriku sebagaimana aku ingin dia juga suka berdandan untukku,” Sebab Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, ‘Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang baik.’ (al-Baqarah: 228).

Namun tentunya, dandanan seorang suami haruslah sesuai dengan usia dan posisinya. Beberapa ulama berpendapat, “Cara berdandan seorang lelaki tergantung kondisi masing-masing. Terkadang ada beberapa cara berdandan yang sesuai pada suatu waktu, namun tidak pantas di lain waktu. Ada dandanan khusus untuk para kaum muda, dan ada dandanan khusus untuk kaum tua. Juga dalam cara yang tepat memilih pakaian. Semua itu agar dapat membahagiakan istri dan membuatnya bangga dengan suaminya.”

Suatu ketika Rasulullah menetapkan persaudaraan antara Salman dan Abu Darda’. Ketika Salman berkunjung ke rumah Abu Darda’, dia melihat istri Abu Darda’ tidak berdandan semestinya. Lalu Salman bertanya, “Mengapa engkau demikian?” Istri Abu Darda’ menjawab, “Saudaramu itu (Abu Darda’) tidak menginginkan dunia.” (HR Bukhari)

‘Aisyah pernah berkata, “Dahulu, istri `Utsman Ibnu Mazh’un berias dan berdandan, namun sekarang tidak lagi.” Lalu aku bertanya kepadanya, “Apakah suamimu ada?” Istri `Utsman menjawab, “Ada atau tidak sama saja, karena dia tak menginginkan dunia maupun wanita.” (HR Ahmad)

Abu Musa al-Asy’ari berkata, “Suatu ketika istri `Utsman Ibnu Mazh’un ikut berkumpul bersama istri-istri Nabi dengan penampilan acak-acakan (tidak berdandan)”. Para istri Nabi bertanya, “Mengapa kamu tidak berdandan sementara suamimu adalah orang terkaya di suku Quraisy?”

Istri Ibnu Mazh’un menjawab, “Meski dia orang terkaya, tapi apa artinya bagiku. Setiap siang dia puasa, malamnya beribadah.” Ketika Rasulullah datang, para istri Nabi menceritakan hal itu kepadanya. Kemudian Rasulullah bertemu dengan `Utsman Ibnu Mazh’un dan bertanya, “Apakah engkau mempunyai suri tauladan selain aku?”

Ibnu Mazh’un menjawab, “Tentu tidak, wahai Rasulullah”. Lalu Rasulullah saw menasihatinya, “Bagaimana engkau puasa tiap siang dan beribadah di malam hari, sedangkan keluarga dan tubuhmu itu mempunyai hak? Shalatlah lalu tidur, puasalah lalu buka.”

Setelah kejadian itu, istri Ibnu Mazh’un selalu tampil dengan penuh keceriaan layaknya pengantin baru. Para istri Nabi menjadi heran, “Aduhai, kenapa engkau berubah demikian?” Istri Ibnu Mazh’un menjawab, “Kami telah hidup selayaknya orang lain berbahagia.”

Anas berkata, “Ketika anak Abu Thalhah meninggal, istri Abu Thalhah berpesan kepada keluarganya, `Janganlah kalian beritahu Abu Thalhah. Biar aku saja yang akan bicara.”

Anas melanjutkan riwayatnya, “Ketika Abu Thalhah datang (dari perjalanan bepergian), istrinya menyambutnya dengan hidangan dan riasan tubuh yang begitu istimewa yang tidak pernah dia lakukan sebelumnya. Setelah makan dan minum dengan puas, dia mengajak istri bercinta.” Ketika sang istri tahu bahwa Abu Thalhah telah kenyang, bahagia, dan puas, lalu dia membuka pembicaraan dengan berkias, “Wahai Abu Thalhah, jika saja ada suatu kaum yang meminjamkan pekarangannya untuk tempat tinggal kepada orang lain, lalu dia memintanya kembali, apakah si peminjam boleh menolak?”

Abu Thalhah menjawab, “Tentu tidak boleh, karena itu hak si pemilik untuk memintanya kembali.” Tiba-tiba istrinya menyampaikan berita duka kematian anaknya. Mendengar hal itu Abu Thalhah marah dan berkata, “Engkau telah membuatku berpikir ke mana-mana hanya karena engkau ingin memberitahu kematian anak kita?”

Lalu Abu Thalhah bergegas keluar dan berjumpa dengan Rasulullah dan memberitahu kabar kematian anaknya. Kemudian Rasulullah Shalallaahu ‘Alahi Wasallam bersabda, “Semoga Allah memberkati apa yang telah kalian berdua lakukan malam itu.” Anas mengakhiri riwayatnya, “Setelah itu istri Abu Thalhah hamil.” (HR Muslim).*

Dari buku Membangun Kemesraan dalam Rumah karya Dr. Akram Ridha.

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:pasangan harmonispasangan menarik
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Wakil Komisi VIII: Masih Ada 1900-an Visa Haji Belum Terbit
Tulisan selanjutnya Anggota DPR Desak Kemenag Jelaskan Status e-Hajj yang Belum Terbit Ke Publik

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Berita
4 Juni 2026 09:00
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Keluarga Sakinah

Batas Sederhana Berpakaian dan Berhias

17 Januari 2021 07:57
Keluarga Sakinah

Bijaksana Saat Menolak Lamaran

24 Oktober 2018 17:12
Keluarga Sakinah

Hilangnya Kecemburuan Pertanda Matinya Kejantanan

22 Maret 2018 17:04
Keluarga Sakinah

Begini Pandangan Islam terhadap Cemburu

15 Maret 2018 16:25
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?