ssalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Saya Mishka, seorang istri 48 tahun dengan 4 orang anak. Suami saya pekerja keras berusia 50 tahun. Usia pernikahan kami sudah 25 tahun jalan. Kondisi ekonomi rumah tangga kami, alhamdulillah selalu kondusif, tidak kurang satu apa pun. Anak-anak tumbuh kembang dengan baik. Semua itu adalah anugerah yang kami syukuri.
Kondisi tersebut sangat bertolak belakang dengan hubungan kami sebagai suami dan istri. Akhir-akhir ini rasa rindu dan cinta semakin hambar. Kami memang sama-sama pekerja di luar rumah, dan sama-sama pekerja keras. Sehingga pertemuan kami di rumahpun dibilang singkat. Hal itupun hanya malam hari, yang tinggal hanya rasa lelah. Kami sudah berusaha untuk memperbaiki kondisi, terutama di hari libur. Kami manfaatkan untuk berduaan dengan suami. Sepanjang ini belum berhasil.
Kami bingung harus memulai dari mana untuk memperbaiki kualitas cinta yang hilang dari kami. Ingin kami kembali untuk saling merasa rindu, kangen, dicintai, dimanja, disanjung, dirayu, dan yang lainnya, layaknya sepasang suami istri yang baru menikmati indahnya aktivitas ‘kamar tidur’ di awal-awal pernikahan. Ustadz, mungkinkah hal itu bisa diwujudkan? Mohon bimbingan dan arahan untuk kami. Terima kasih.
Mishka – Bogor
Jawaban
Wa’alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh
Bismillah wal hamdulillah.
Siapa bilang jika ‘kesenangan’ suami istri hanya untuk mereka yang masih di awal-awal pernikahan. Seusia Anda sangat mungkin meraihnya. Masalahnya, kita semua tahu, masa menopause dan hormon testosteron yang menurun selalu menjadi hambatan untuk pasutri di usia 50 tahun ke atas.
Sekarang mari kita bahas tentang upaya dan ikhtiar mencari solusi terbaik.
Pertama, memperbaiki komunikasi. Biasakan untuk meluangkan waktu berdua dan hindari sibuk sendiri, seperti menjawab ponsel, termasuk urusan anak-anak, atau TV. Biasakan juga untuk mengomunikasikan semua urusan rumah tangga. Jadilah masing-masing sebagai pendengar yang baik ketika Anda berdua sedang berbicara.
Kedua, tingkatkan sikap saling percaya, ini adalah bagian terpenting dari hubungan suami istri. Pada dasarnya, membangun kepercayaan tidak sulit, namun dibutuhkan komitmen. Agar rasa saling percaya tetap terpelihara, dapat melakukan beberapa hal terkait. Misalnya saling memberitahu ketika akan pulang terlambat, tepat waktu, konsisten, tidak berbohong, menjadi pendengar yang baik, dan tidak terlalu pencemburu.
Ketiga, buatlah jadwal untuk aktivitas ‘kamar tidur’ dan komitmen menepatinya. Dan untuk menghindari kebosanan, di lain waktu bisa juga melakukannya secara spontan sebagai kejutan-kejutan kecil di pagi hari sebelum bekerja, misalnya.
Keempat, menghabiskan malam bersama suami dan mencoba hal baru yang inovatif, misalnya buatlah semacam janji berdua untuk berjalan ke pengajian berdua, makan malam di luar rumah dengan ditemani cahaya lilin dapat menjadi pilihan dalam mengembalikan suasana rumah tangga harmonis, menikmati indahnya pemandangan, menata ulang kamar tidur sehingga terasa ada hal baru yang mengingatkan dan suami pada saat terindah, dan yang tidak kalah romantisnya adalah shalat malam dan shalat shubuh bersama di masjid tertentu.
Kelima, hal-hal yang perlu menjadi catatan penting, di antaranya, jadilah istri yang pandai menumbuhkan cinta, bangun komunikasi efektif, jujurlah terhadap apa pun yang menjadi harapan dan sampaikan kepada suami, kemudian saling menghargai dan saling percaya. Lalu jadikan suami sebagai teman saat suka dan duka, sebab cinta yang awet membutuhkan persahabatan, bukan sekadar emosi sehingga akan terbentuk sebuah tim di mana bukan tentang siapa yang benar dan siapa yang salah, melainkan tentang pemecahan masalah secara bersama-sama. Jika menginginkan lebih banyak perhatian suami, maka cobalah mencurahkannya lebih banyak terhadapnya. Lakukan hal-hal sederhana, misalnya pelukan, ciuman, tidur berdampingan, berdandan yang khusus untuk menjaga gairah suami. Dan yang juga tidak boleh diabaikan adalah, jadikan anak-anak sebagai jembatan mempererat hubungan dengan suami. Serta yang tidak kalah pentingnya adalah doa. Mohonlah berkah dan kemurahan rahmat-Nya agar cinta dan perkawinan Anda selalu berjalan mulus dan langgeng di atas ridho-Nya. Aamiin…..Wallahu a’lam.*
Diasuh oleh Ustadz Endang Abdurrahman, Pengasuh PP Hidayatullah Bandung Jawa Barat