Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Lensa

Tak Hanya Buku Kiai Aceng, Pipiet Senja, dan Ammar Bugis…

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 18 Mei 2016 16:38 4:38 pm
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 18 Mei 2016 16:00
Bagikan
KH Aceng Zakaria berpose di depan karya-karya bukunya.
Bagikan

COBA perhatikan para tokoh! Siapapun, dimanapun, di bidang apapun, rata-rata punya ciri khas yang sama; penulis buku. Dalam ranah kekinian di dunia Islam, Indonesia punya banyak tokoh yang karya tulisnya seabrek.

Rekaman lensa fotografer hidayatullah.com berikut ini mungkin hanya sekian persen dari tokoh maupun sosok yang aktif menulis di jagat perbukuan Nusantara. Tapi karya-karya mereka cukup “mewakili” untuk dijadikan teladan oleh para penulis muda.

KH Aceng Zakaria adalah salah satu contoh. Ketua Umum PP Persatuan Islam (Persis) kelahiran Wanaraja, 11 Oktober 1948 ini dikenal dengan karya-karya tulisnya. Dalam foto ini, tampak Kiai Aceng berpose dengan dengan latar belakang tumpukan buku karyanya. [Baca kisahnya: Tanpa Gelar, Lulusan SD ini Jadi Ketua Perguruan Tinggi]

Gambar diambil di kediamannya, Jl Rancabango, Kudangsari, Kabupaten Garut, Jawa Barat, akhir Sya’ban 1435 (28/06/2014) lalu. Tampak ia memegang kitab Al-Hidâyah fî Masâ’il Fiqhiyyah Muta‘âridhah karangannya.

Di belakangnya, menumpuk kardus-kardus berisi berbagai judul bukunya yang siap diedarkan. Terdapat pula kamar khusus untuk menyimpan buku-bukunya.

Baca Juga

[Berita Foto] Lesunya Pasar Tradisional, Dorong UMKM Optimalkan Penjualan Online melalui Shopee
[Foto] Selalu Terdepan Wujudkan Rumah Impian
Melihat dari Dekat Pembangkit Listrik Biogas Gamping
Layanan TIKI Jangkau hingga Pelosok Negeri
Pengusaha Reptil Sukses Bersama TIKI

Saat itu ia saja, sebelum menjabat sebagai Ketum Persis, “Sekarang sedang nulis buku yang ke-65 kalau nggak salah. Judulnya Problematika Hidup Manusia,” ungkap penulis buku nahwu terkenal Al-Muyassar Fi ‘Ilm Al-Nahwi itu. [Baca juga: Saat Sakit, Menulisnya Malah Lebih Cepat]

Pipiet Senja dan buku biografi karyanya, "Bagaimana Aku Bertahan". [Foto: Syakur]
Pipiet Senja dan buku biografi karyanya, “Bagaimana Aku Bertahan”. [Foto: Syakur]
Masih dari kalangan penulis senior, ada nama Pipiet Senja, yang pada 16 Mei lalu genap berusia 60 tahun. Pemilik nama asli Etty Hadiwati Arief ini punya ratusan karya buku yang telah diterbitkan. Di antaranya Bagaimana Aku Bertahan, Jejak Cinta Sevilla, Kepada YTH Presiden RI, dan Orang Bilang Aku Teroris.

Awal Februari 2015, saat ditemui media ini di perumahan Kota Wisata Cibubur, Jawa Barat, pencetus program Gerakan Santri Menulis itu mengaku, “Saya tengah giat menyebarkan virus menulis di kalangan para santri dan tenaga kerja wanita yang di luar negeri.” [Baca: Pipiet Senja Berdakwah dengan Pena]

Yang Muda

Penulis muda tak kalah hebatnya. Sebut saja Salim A Fillah dan Felix Y Siauw. Kedua penulis buku-buku dakwah best seller ini seakan berpacu menelurkan karyanya.

Tampak Salim memegang buku Saksikan bahwa Aku Seorang Muslim –salah satu dari sekian banyak bukunya termasuk Menyimak Kicau Merajut Makna– usai mengisi sebuah kajian di Masjid Al-Falah, Surabaya, Jawa Timur (11/01/2013).

Salim A Fillah dengan buku "Saksikan bahwa Aku Seorang Muslim" (kiri) dan "Menyimak Kicau Merajut Makna".
Salim A Fillah dengan buku “Saksikan bahwa Aku Seorang Muslim” (kiri) dan “Menyimak Kicau Merajut Makna”.

Sementara Felix, dengan sebagian karya bukunya, dijepret di markasnya, Alfatih 1453 Islamic Center, Daan Mogot, Kalideres, Jakarta (03/10/2014). Jumlah buku yang sedang mereka pegang tentu bukan perbandingan jumlah karya dari kedua dai muda yang sama-sama kelahiran tahun 1984 itu. [Baca: Duet Ustadz Muda Salim-Felix Pertajam Barisan Ukhuwah]

Felix Y Siauw dan sebagian karya bukunya. [Foto: Syakur]
Felix Y Siauw dan sebagian karya bukunya. [Foto: Syakur]
Hampir semuda keduanya, ada Fahmi Salim. Ketua MIUMI Jakarta kelahiran tahun 1980 ini juga aktif menulis. Di sela-sela wawancara dengan hidayatullah.com di kediamannya, Jl Pengukiran III, Pekojan, Jakarta Barat (16/05/2015), ia menerima paket kiriman penerbit bukunya, Kritik Terhadap Studi Al-Qur’an Kaum Liberal.

“Orangtua saya bukan penulis. Beliau melihat ada kekurangan di situ, maka minta saya untuk kalau bisa juga menulis. Istri saya pun ketularan juga pengen menulis,” ujarnya.

Fahmi Salim dan karya bukunya "Kritik Terhadap Studi Al-Qur’an Kaum Liberal". [Foto: Syakur]
Fahmi Salim dan karya bukunya “Kritik Terhadap Studi Al-Qur’an Kaum Liberal”. [Foto: Syakur]
Yang (Tak) Cacat

Selain itu, ada juga penulis yang begitu inspiratif. Ialah Ammar bin Haitsam bin Abdullah Bugis alias Ammar Bugis. Warga Negara Arab Saudi keturunan Indonesia ini harus menerima kenyataan hidup di atas kereta dorong yang biasa digunakan bayi.

Dari keseluruhan organ tubuhnya, hanya mata, mulut, dan telinga yang bisa digerakkan. Sedangkan tangan dan kakinya tidak tumbuh sebagaimana usianya. Tapi, saat datang ke Indonesia penghujung tahun 2012, ia mengatakan, “Saya bukan orang cacat.” [Baca: Syeikh Ammar Bugis: Cacat Sebenarnya Bukan pada Jasad]

Faktanya, wartawan kelahiran tahun 1986 ini punya karya buku, yang kemudian diterjemahkan dengan judul Penakluk Kemustahilan; Perjuangan Pemuda Berkebutuhan Khusus Melampaui Keterbatasan.

Ammar Bugis dan karya bukunya "Penakluk Kemustahilan; Perjuangan Pemuda Berkebutuhan Khusus Melampaui Keterbatasan". [Foto: Syakur]
Ammar Bugis dan karya bukunya “Penakluk Kemustahilan; Perjuangan Pemuda Berkebutuhan Khusus Melampaui Keterbatasan”. [Foto: Syakur]
Di Indonesia, setiap tahun, 17 Mei diperingati sebagai Hari Buku Nasional. Tidak dirayakan besar-besaran memang. Namun, yang lebih penting adalah pemaknaannya. Selain upaya menumbuhkan serta meningkatkan minat baca masyarakat, minat untuk menghasilkan karya buku juga harus diazamkan para penulis pemula sekalipun.

Belajar dari tokoh dan sosok di atas, Pembaca yang; fisiknya lebih normal, usianya lebih muda, waktunya lebih luang, sepatutnya bisa menorehkan karya yang lebih baik. Sebab, untuk menulis, tak harus menjadi seorang tokoh, kan?! [Baca juga: Ingin Membangun Bangsa, Komunitas PENA Santri Terbentuk]*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Ammar BugisbukuFahmi SalimFelix SiauwHari Buku NasionalKH. Aceng Zakariamembacapenulis islamPipiet SenjaSalim A Fillah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kekeliruan Maarif Institute terkait Indikator Kota Islami Indonesia
Tulisan selanjutnya Innalillah… Rais Syuriyah PBNU KH Ahmad Dimyathi Romly Wafat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

PM Pakistan Desak Presiden Iran untuk Memelihara Kesepakatan Damai yang Sudah Payah Diupayakan

Berita
11 Juli 2026 16:21
TikTok Laporkan Penonaktifan 1,7 Juta Akun Anak ke Komdigi
30 Tahun Menyalahgunakan Kekuasaan Pejabat China Diganjar Hukuman Mati
Ormas Islam Tolak Kehadiran PM India ke Indonesia, Soroti Dugaan Pelanggaran HAM terhadap Muslim
Dialog Manhaj Aqidah Muhammadiyah: Asy’ari Bagian dari Ahlus Sunnah

Terbaru

  • Mantan Pemimpin Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Wafat
  • Dua Topan Mendera China dalam Sepekan Hampir 2 Juta Orang Dievakuasi
  • Trump Bilang 1.000 Rudal akan Memusnahkan Iran Apabila Presiden AS Dibunuh
  • Pejabat Libanon Konfirmasi Keikutsertaan Negaranya dalam Pembicaraan dengan Israel di Roma
  • Laporan Pesawat Kepresidenan AS Hadiah Qatar Bermasalah Berujung Pemanggilan Jurnalis New York Times
  • Mojtaba Khamenei Janji akan Menuntut Balas Kematian Ayahnya
  • Dua Anggota Basij Tewas Dalam Serangan di Mashhad Iran
  • Jepang Berhasil Meluncurkan dan Mendaratkan Roket Guna Ulang
  • Amerika Serikat Menjatuhkan Sanksi Baru Berkaitan Iran Menyusul Serangan di Selat Hormuz
  • PM Pakistan Desak Presiden Iran untuk Memelihara Kesepakatan Damai yang Sudah Payah Diupayakan

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaLensa

[Foto] Cepat dan Hemat Pakai Kuota Edukasi Indosat

6 November 2023 18:24
BeritaLensa

Semangat Guru Tunanetra Mengajar

31 Oktober 2023 17:47
BeritaLensa

Program Dekarbonisasi PTBA Tanjung Enim

20 Oktober 2023 20:49
BeritaLensa

Museum Batu Bara, Nilai Tambah untuk Indonesia

20 Oktober 2023 12:10
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?