Hidayatullah.com– Innalillahi wainna ilaihi raji’un. Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH A Dimyathi Romly, 72 tahun, berpulang ke Rahmatullah, Rabu (18/05/2016).
Ketua Dewan Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum Rejoso ini wafat sekitar pukul 13.00 WIB, setelah sebelumnya dirawat 4 hari di RS Airlangga Jombang, Jawa Timur.
Kabar duka ini dibenarkan oleh salah seorang Pengasuh Pesantren Darul Ulum, KH Hamid Bisri.
“Innalillahi wainna ilaihi raji’un. Telah berpulang ke rahmatullah dengan tenang Mursyid Thariqah Al-Qadiriyah wan Naqsabandiyah sekaligus Pengasuh PP Darul Ulum Rejoso, Peterongan, Jombang.
Semoga semua amal Mursyid sekaligus guru kami diterima dan diampuni segala kesalahan dan dosanya, husnul khotimah, dimasukkan surga bighoiri hisab walaa adzab (tanpa hisab dan tiada siksa. Red). Aamiin!” tulis Hamid Bisri dalam pesan singkatnya dikutip situs resmi PBNU, NU Online, Rabu siang.
Dikabarkan, pemakaman almarhum rencana akan dilaksanakan Rabu ini, pukul 21.00 WIB di kompleks makam keluarga. Tepatnya di sekitar asrama Hidayah Qur’an pesantren tersebut, sesuai wasiat almarhum sebelum meninggal.
Kiai Dimyathi meninggalkan 7 orang anak. Kini pesantren yang dipimpinnya terbilang maju pesat. Selain berhasil mengembangkan madrasah unggulan berbasis teknologi, Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (UNIPDU) di pesantren itu juga berhasil mengembangkan berbagai program studi dan jurusan.
Bendahara Umum PPDU Zaimuddin Wijaya As’ad mengakui, almarhum dikenal sebagai sosok yang dekat kepada siapa pun, tanpa membedakan derajat dan status sosial.
“Beliau dekat kepada siapa saja,” katanya saat dihubungi media tersebut usai kepergian almarhum.
Menurutnya, sebagai Mursyid Thariqah Al-Qadiriyah wan Naqsabandiyah yang demikian dihormati ribuan jamaah, namun Kiai Dimyathi bukanlah sosok yang eksklusif.
“Kedekatan dengan umat adalah kelebihan dari beliau,” ungkapnya.*