PEMUDA masa kini adalah pemimpin masa depan. Demikian salah satu pepatah populer yang kerap dijadikan motivasi bagi para pemuda.
Dalam Islam, pemuda sangat penting keberadaannya, terutama mereka yang dekat dengan masjid.
Beratus-ratus pemuda dari berbagai daerah se-Indonesia berkumpul di Jakarta selama beberapa hari pada dua pekan ini.
Mereka adalah para pemuda peserta Musyawarah Nasional VII Syabab (Pemuda) Hidayatullah.
Dalam rangkaian Munas tersebut, para pemuda tersebut tetap dikondisikan untuk selalu dekat dengan masjid dan Al-Qur’an.
Pada hari pertama Munas, Jumat (17/01/2020), para peserta membentuk halaqah Al-Qur’an di Masjid Baitul Karim, Jakarta Timur, setelah melaksanakan shalat subuh berjamaah.

Ketua Umum Syabab Hidayatullah priode 2016-2020, Soehardi menjelaskan, berhalaqah Al-Qur’an merupakan cara terbaik untuk menyongsong waktu di pagi hari.
“Nabi dan Sahabat senantiasa dekat dengan Al-Qur’an, maka seluruh pemuda atau Syabab Hidayatullah harus senang dan dekat dengan masjid dan Al-Qur’an,” ujarnya di Jakarta.


Munas VII Syabab Hidayatullah secara resmi dibuka pada Jumat pagi. Sekjen Syabab Imam Nawawi mengatakan, sebanyak 400 pemuda siap menghadiri acara pembukaan Munas tersebut. Khusus peserta aktif Munas sebanyak 275 pemuda. “(Itu) dari berbagai daerah Indonesia,” tuturnya.
Munas yang mengusung tema “Meneguhkan Visi Pemuda Menyongsong Indonesia Maju, Bersama Syabab Hidayatullah Tinggikan Martabat Bangsa” ini diagendakan digelar pada Jumat hingga Senin (21/01/2020). Acara dipusatkan di Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah, Jakarta Timur.* [Teks dan foto: Muh. Abdus Syakur/hidayatullah.com]