Angka pengangguran di Provinsi Jawa Barat meningkat mencapai 2,52 juta orang atau 10,46 persen, dan tertinggi ketiga secara nasional di bawah Provinsi Jakarta serta Provinsi Banten. Meningkatnya angka penggangguran tersebut merupakan dampak dari pandemi Covid-19.
Untuk mengurangi jumlah pengangguran, maka Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) melalui Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) membuat berbagai program unggulan, di antaranya menggalakkan terbentuknya Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas.
Dari sekian banyak BLK Komunitas di Jabar, salah satunya adalah BLK Komunitas Hidayatullah Cirebon, di bawah binaan BLK Lembang, Kabupaten Bandung Barat.
“Kita diberi anggaran itu 50 juta rupiah oleh pemerintah dalam hal ini Kemenaker, untuk satu kali angkatan. Sebelum mulai, kita biasanya MoU terlebih dahulu. April kemarin, kita MoU di Lembang,” ungkap Totok, pengelola sekaligus instruktur BLK Komunitas Hidayatullah Cirebon.
Totok melanjutkan, anggaran tersebut digunakan untuk belanja peralatan, modul, keperluan peserta, gaji instruktur serta tenaga pelatih, dan sebagainya. Sebab itu, seluruh peserta tidak dipungut biaya sama sekali, bahkan mendapat seragam, alat tulis, modul, pelatihan, minum-snack 2 kali, dan makan siang. Termasuk bagi yang mengikuti ujikom, memperoleh sertifikat dari BNSP yang berlaku selama 2 tahun.
“Alhamdulillah, kita merupakan salah satu yang dijadikan sebagai rujukan karena laporan hariannya bagus,” ungkapnya bahagia.
Totok pun bersyukur karena selama ini diberikan kemudahan oleh Allah. Pertama, terkait perizinan, meskipun masih manual harus ke Disnaker. Kedua, belum genap 2 tahun, karena bagus langsung mendapatkan akreditasi. Dan sepertinya menjadi satu-satunya BLK Komunitas di Kota Cirebon yang sudah terakreditasi.*


