Hidayatullah.com – Founder Rumah Konseling, Dr. Muhammad Iqbal, M.Socsc mengatakan, berdasarkan penelitiannya terhadap belasan klien Rumah Konseling, menyimpulkan bahwa hampir seratus persen penyimpangan seksual adalah karena adiksi pornografi.
Penyimpangan seksual yang dimaksud, jelas Iqbal, diantaranya seperti sesama jenis (sodomi), pedofilia, incest (hubungan sedarah) dan lainnya.
“Mereka tidak mampu mengendalikan dorongan seksualnya, salah satunya disebabkan karena kecanduan pornografi,” ujarnya disela-sela menjadi pembicara pada seminar bertema ‘LGBT dalam Prespektif Keilmuan’ di Universitas Indonesia, Sabtu (27/02/2016).
Rata-rata, terang Iqbal, intensitas para pecandu pornografi ini mengkonsumsi konten pornografi sebanyak tiga kali sehari, dan dimulai sejak usia sekolah dasar ataupun menengah.
Ia juga menjelaskan, kenapa di Barat marak terjadi penyimpangan seksual ataupun perilaku LGBT, dikarenakan sudah terbiasa berfantasi bahkan melakukan aktivitas seksual dengan bebas.
“Akhirnya setelah terbiasa ingin mencoba obsesi yang lain. Makanya, bagi yang hobi mengkonsumsi pornografi, hati-hati, itu bisa merubah orientasi seksual,” papar Psikolog lulusan Universitas Kebangsaan Malaysia ini.
Untuk itu, ia sering menyarankan kepada kliennya di Rumah Konseling untuk menyetop akses kepada konsumsi pornografi.
“Supaya berhenti nonton pornografi, kalau perlu hape-nya ganti yang jadul,” tukasnya.
Walaupun, kata Iqbal, penyimpangan orientasi seksual tidak hanya karena adiksi pornografi, tetapi juga termasuk faktor proses belajar dan lingkungan, serta korban pelecehan seksual.*