Hidayatullah.com – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Prof. Dr. Maman Abdurahman, MA menyatakan, jika memang benar adanya suatu kelompok yang melakukan tindak terorisme, itu karena negara dianggap tidak adil bahkan dzalim terhadap umat Islam.
Hal itu ia sampaikan pada Fokus Group Discution (FGD) tentang “Terorisme, Kerukunan & Integritas Bangsa” di Kantor MUI Pusat, Jl. Proklamasi 51, Menteng, Jakarta, Kamis (14/04/2016).
“Kalau muncul kejadian seperti itu (aksi terorisme, red) pertanyaannya, apakah ada kedzaliman atau tidak terhadap umat Islam itu sendiri,” ujarnya.
Jangan sampai, terang Prof. Maman, umat Islam yang 85 persen di Indonesia ini memang tersudutkan oleh berbagai macam kebijakan.
“Karena ada sebagian dari mereka (kelompok yang dianggap radikal) yang menilai negara ini tidak adil, negara ini dzalim, maka harus bergerak. Jadi ada sikap reaktif dari mereka,” tukasnya.
Walaupun, mantan Ketua Umum Persatuan Islam (Persis) ini mengaku tidak sependapat jika tindakan kelompok seperti itu disebut sebagai jihad.
“Jihad itu ada jihad pendidikan, dakwah, ekonomi, ada juga politik, termasuk perang, tapi itu berhadapan dengan situasi. Kalau ada ancaman invasi atau serangan dari negara lain, baru kita harus angkat senjata,” jelasnya.
Namun, terlepas dari persoalan itu, Prof. Maman juga mempertanyakan langkah penegakan hukum yang dilakukan oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang dinilai cenderung melahirkan kebencian baru.
“Harusnya langkah (yang diambil) yang bijak, kalau saya mengistilahkan agar bagaimana NKRI ini bisa terpelihara dengan baik,” pungkasnya.
Hadir pada forum itu, Brigjen. Pol Hamidin (Direktur Pencegahan BNPT) sebagai keynote speakers, dan puluhan perwakilan lain dari berbagai kelompok agama.*