Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
None

Wan Azizah Kecewa Aung Suu Kyi Diam Masalah Rohingya

Ahmad
Terakhir diupdate: 20 Oktober 2018 13:46 1:46 pm
Ahmad
Dipublikasikan 20 Oktober 2018 13:46
Bagikan
Wakil Perdana Menteri Malaysia Dr Wan Azizah Wan Ismail di pertemuan ASEM
Bagikan

Hidayatullah.com–Wakil Perdana Menteri Malaysia Dr Wan Azizah Wan Ismail mengungkapkan rasa kesal terhadap pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi karena menolak menghentikan kekejaman tentara negaranya terhadap etnis minoritas Rohingya.

Dr Wan Azizah mengatakan reputasi Suu Kyi sebagai Pemenang Hadiah Nobel Perdamaian tergores setelah dia menolak untuk memaksa pasukan Myanmar mengakhiri kampanye kekerasan yang telah berlangsung lama.

“Kami dulu berbagi demokrasi di Myanmar.

“Saya sedih bahwa Aung San Suu Kyi hanya berbuat sedikit. Kami berharap dia akan campur tangan, ”katanya kepada Bernama dan RTM setelah pertemuan Kamis dengan Federica Maria Mogherini, Perwakilan Tinggi Uni Eropa (UE) untuk Urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan, di sela-sela Pertemuan Asia-Eropa ke-12 (ASEM).

Baca: Malaysia Ingin Beri Penampungan Lebih Banyak Bagi Muslim Rohingya 

Dr Wan Azizah mengatakan selama pertemuan bilateral dengan perwakilan Uni Eropa di luar pertemuan KTT Asia-Eropa Ke-12 (ASEM) itu,  Federica Maria membangkitkan masalah pengungsi Rohingya karena Malaysia adalah antara tetangga Myanmar yang mendapat limpahan pengungsi yang diusir.

Baca Juga

Tahun Baru Hijriah, Kini Punya Makna Perubahan Orientasi Hidup dan Kepedulian Sosial
Cegah Anak Obesitas, Inggris Larang Makanan Manis dan Gorengan di Sekolah
Iran Hujani Israel dengan Rudal Usai Trump Klaim Kemampuannya Melemah
200 Tentara AS Terluka, Iran Nyatakan Siap Perang Panjang
Jerman Penjarakan Seorang Pria Libanon Anggota Hizbullah

“Dia (Federica Maria) sendiri mengunjungi kamp pengungsi Rohingya di Cox’s Bazar, Bangladesh, dan menginginkan cara terbaik untuk mengatasi masalah ini karena banyak orang menanggung beban kemanusiaan ini.

“Saya memberitahu kita (Malaysia) telah mengambil banyak pengungsi Rohingya ini dan berupaya menolong. Kita juga ingin etnis Rohingya berada di Myanmar itu sendiri sebagai pemerintah antara junta dan sipil,” kata Dr Wan Azizah.

Baca: Parlemen Kanada Cabut Gelar Warga Kehormatan Aung San Suu Kyi

Laporan PBB terbaru menyatakan bahwa pasukan militer Myanmar perlu diselidiki atas tuduhan genosida di Rohingya, tetapi negara itu telah menolak laporan dengan alasan “bias”.

Suu Kyi, yang pernah dianggap sebagai aktivis HAM, sekarang menghadapi tekanan internasional karena membiarkan kekejaman negaranya.

Wan Azizah tiba di Brussels hari Rabu, 17 Oktober 2018 untuk memimpin delegasi Malaysia dalam konferensi ASEM yang dimulai hari Kamis, 18 Oktober 2018.

KTT ASEM selama dua hari menyatukan kepala negara atau pemerintah dari 51 negara Eropa dan Asia, perwakilan Uni Eropa dan Sekretaris Jenderal ASEAN.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ASEMAung Suu Kyigenosidahadiah nobelmuslim RohingyamyanmarPertemuan Asia-EropaPerwakilan Tinggi Uni EropaRohingyaWan Azizah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pejabat Kepolisian Tewas, Pemilu di Kandahar Diundur
Tulisan selanjutnya Mazahir Salih, Muslimah Pertama di Dewan Kota Iowa City

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Berita
14 Juli 2026 19:51
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaNone

Kurma Israel Beredar di Eropa dengan Label Palsu

20 Februari 2026 07:00
BeritaNone

Video: Pria Disabilitas di Nepal Viral Menjaga Masjid dari Serangan Kelompok Radikal

11 Februari 2026 05:26
None

“Kemunafikan Barat Terbongkar”: Celah Hukum Pernikahan Anak di AS Disorot Aktivis HAM

2 Februari 2026 19:30
None

Tolak Gabung ‘Dewan Perdamaian’, Jerman: Penyimpangan Sistem Internasional

23 Januari 2026 09:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?