Hidayatullah.com–Pentagon melarang staf militer yang dikirim bertugas ke lokasi tertentu menggunakan layar geolokasi di smartphone, detektor kebugaran dan perangkat lain karena dapat menyebabkan risiko keamanan dengan bocornya lokasi mereka, demikian pengumuman Pentagon hari Senin (06/08/2018).
Keputusan ini menyusul kekhawatiran yang muncul pada Januari lalu. Awal tahun, analisis data peneliti Australia pada software kebugaran Strave menunjukkan lokasi para penggunanya, termasuk lokasi pasukan AS di Suriah dan Iraq.
Jumat lalu, Pentagon mengumumkan memo yang mengatakan bahwa kemampuan geolokasi ini menciptakan risiko yang signifikan.
“Kemampuan geolokasi bisa mengungkapkan informasi pribadi, lokasi, rutinitas, dan jumlah personel departemen, serta berpotensi menciptakan konsekuensi keamanan yang tak diinginkan. Ini meningkatkan risiko terhadap pasukan gabungan dan misi,” ungkap memo yang dikutip Reuters.
Memo ini mengatakan, personel Departemen Pertahanan dilarang menggunakan fitur dan fungsi geolokasi pada perangkat, layanan, dan aplikasi baik yang dikeluarkan pemerintah ataupun tidak dikeluarkan pemerintah ketika berada di lokasi operasional. Larangan ini berlaku segera.*