Hidayatullah.com – Jetel yang tinggal di sebuah desa di distrik Jagdalpur di negara bagian Chattisgarh, telah menjadi korban anarkis gerombolan ekstrimis Hindu karena dia meyakini Yesus. Dia telah menerima banyak peringatan dan ancaman untuk kembali keyakinan lamanya, ketika dia masih seorang Hindu.
Sekelompok orang berjumlah sekitar 25-30 orang pergi ke rumahnya, memaki-maki dan mengancamnya untuk meninggalkan agamanya lapor Counter Currents pada Ahad (18/10/2020). Insiden itu terjadi pada 6 Oktober, 2020 sekitar pukul 4 sore.
Jetel yang memegang teguh keyakinannya membuat marah para ekstrimis, mereka mulai memukuli dan menendangnya, hingga dia pingsan. Dia kemudian dibawa ke rumah sakit pemerintah terdekat oleh CRPF, dan dirawat hingga tiga hari.
Dia telah mendaftarkan kasusnya ke kantor polisi; Namun, polisi lamban bertindak karena tampaknya membungkam kasus tersebut sebagai dukungan bagi para fanatik. Aksi anarkis gerombolan ekstrimis Hindu seringkali terjadi di India, menyasar berbagai pemeluk keyakinan dan mereka dengan kasta rendah. Mayoritas kasus ini terjadi kepada umat Islam India.
CJ Werleman, seorang jurnalis berbasis di Australia, mencatat bahwa hal ini terjadi selain karena dorongan nasionalisme Hindu oleh pemerintah yang sekarang dikuasai oleh Partai Bharatiya Janata (BJP) pimpinan Narendra Modi. Partai ini juga memiliki afiliasi dengan kelompok paramiliter sayap kanan ekstrim Rashtriya Swayamsevak Sangh (RSS).*