Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
None

Ratusan Orang Rohingya Jadi Korban Serangan Drone di Maungdaw

Ama Farah
Terakhir diupdate: 13 Agustus 2024 07:38 7:38 am
Ama Farah
Dipublikasikan 13 Agustus 2024 07:38
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Sekitar dua ratus orang Rohingya, termasuk anak-anak, terbunuh dalam serangan artileri dan drone yang sengaja menarget warga sipil di Maungdaw, negara bagian Rakhine, saat berusaha meninggalkan Myanmar pekan lalu.

Warga sipil sedang berusaha menyelamatkan diri dari kekerasan yang terjadi di Maungdaw, dengan cara menyeberangi Sungai Naf ke wilayah Bangladesh, ketika mereka diserang Senin pekan lalu. Rekaman video yang beredar di media sosial, yang tampaknya diambil setelah kejadian, menunjukkan mayat-mayat dan tas-tas berserakan di tanah, lansir The Guardian Senin (12/8/2024).

Nay San Lwin, salah seorang pendiri Free Rohingya Coalition, yang berbicara mewakili para penyintas, mengatakan para korban sedang melakukan perjalanan dari desa-desa seperti Maung Ni, Myoma Taung dan Myoma Kayin Dan untuk berusaha menyeberang ke negara tetangga, Bangladesh. Serangan drone dimulai sekitar pukul 5 petang pada hari yang sama, kata Nay San Lwin

“Mereka menceritakan kepada saya ada beberapa puluh, sedikitnya tiga sampai empat puluh, bom drone yang dijatuhkan di sana. Mereka mengatakan sedikitnya lebih 200 terbunuh dan sekitar 300 orang terluka. Tidak ada orang yang mengumpulkan mayat. Setiap orang lati menyelamatkan diri. Sebagian sudah sampai di Bangladesh,” papar Nay San Lwin.

Sejumlah penyintas yang berbicara kepada Reuters mengatakan mereka yakin lebih dari 200 orang tewas. Seorang penyintas yang berbicara kepada Associated Press mengatakan 150 orang terbunuh dan banyak lainnya terluka.

Baca Juga

Tahun Baru Hijriah, Kini Punya Makna Perubahan Orientasi Hidup dan Kepedulian Sosial
Cegah Anak Obesitas, Inggris Larang Makanan Manis dan Gorengan di Sekolah
Iran Hujani Israel dengan Rudal Usai Trump Klaim Kemampuannya Melemah
200 Tentara AS Terluka, Iran Nyatakan Siap Perang Panjang
Jerman Penjarakan Seorang Pria Libanon Anggota Hizbullah

Rahim, seorang saksi mata serangan drone tersebut yang meminta supaya nama aslinya tidak diungkap, mengatakan kepada The Guardian bahwa drone beterbangan dari sebuah desa yang diduduki kelompok Arakan Army, dan sering menyerang warga sipil.

Keluarganya luput dari maut karena mereka sudah mengungsi ke desa tetangga sambil mempersiapkan perahu untuk menyeberang ke Bangladesh. Keluarga Rahim berhasil menyeberangi perbatasan pada hari Selasa pukul 4 pagi pekan lalu.

“Kami tidak bisa tinggal di kota ini dan di negara ini, karena kami juga akan dibunuh. Jadi kami berhasil [naik] perahu dan menyeberangi perbatasan pagi itu. Mayat berserakan di mana-mana di tempat itu,” katanya. “Tidak seorang pun bisa pergi ke sana untuk menolong orang-orang yang terluka.”

“Ketika kami melewati tempat itu, beberapa orang masih hidup, tetapi tidak ada bantuan. Saya masih mendengar suara, seseorang berkata kepada [kami]: ‘Saya belum mati, tolong saya’, seperti itu. Tapi tidak ada seorang pun menolong mereka karena semua orang sedang bergegas menyelamatkan nyawa mereka sendiri dan keluarga mereka sendiri.”

Rahim mengatakan salah seorang temannya menaiki perahu kecil untuk mencoba melarikan diri, tetapi perahu itu kelebihan muatan. Kelima anak temannya tewas ketika perahu itu tenggelam.

Arakan Army, salah satu kelompok bersenjata yang berusaha melawan junta militer Myanmar, beberapa bulan terakhir berhasil merebut kontrol wilayah yang cukup luas dari tangan militer di negara bagian Rakhine – tempat tinggal kebanyakan orang Rohingya.

Milisi Arakan Army dan militer Myanmar saling tuduh atas serangan tersebut. Para aktivis berkeyakinan bahwa Arakan Army sebagai pelakunya. Mereka mengatakan bahwa selama berbulan-bulan terakhir milisi itu kerap melancarkan serangan terhadap Rohingya, membunuhi mereka, membakar desa dan merekrut paksa pemuda Rohingya untuk bergabung bersama milisi itu.

Militer Myanmar juga kerap melakukan serangan terhadap warga sipil Rohingya, salah satu kelompok etnis yang paling tertindas di dunia menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa.

“Arakan Army berusaha menuntaskan urusan mereka dengan militer Myanmar,” kata Nay San Lwin.

Seorang juru bicara Arakan Army mengatakan kepada Reuters, “Menurut penyelidikan kami, anggota-anggota keluarga teroris mencoba pergi ke Bangladesh dari Maungdaw dan junta militer menjatuhkan bom karena mereka pergi tanpa izin.” Teroris yang dimaksud juru bicara Arakan Army itu adalah warga Muslim yang telah bergabung dengan kelompok-kelompok Rohingya bersenjata yang memerangi Arakan Army.

Médecins Sans Frontières (MSF) mengatakan bahwa pada 10 Agustus stafnya di Cox’s Bazar, Bangladesh, merawat 50 pasien yang melarikan diri dari Myanmar, termasuk di antaranya 18 anak. Kebanyakan dari pasien itu mengalami luka akibat serpihan mortir dan luka tembak. Jumlah kedatangan pengungsi dari Myanmar itu mencapai puncaknya pada 6 Agustus, ketika staf MSF merawat 21 orang.

MSF mengatakan para pengungsi menceritakan apa yang mereka lihat dan alami dalam perjalanan.

“Beberapa orang melaporkan melihat orang-orang dibom saat mencoba mencari perahu untuk menyeberangi sungai ke Bangladesh dan melarikan diri dari kekerasan. Yang lain menggambarkan melihat ratusan mayat berserakan di tepi sungai.”

“Banyak pasien yang mengatakan bahwa mereka terpisah dari keluarganya saat dalam perjalanan mencari tempat yang lebih aman dan bahwa orang-orang yang mereka sayangi terbunuh dalam kekerasan. Banyak orang mengatakan mereka takut anggota keluarganya yang masih berada di Myanmar tidak akan selamat.”*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Rohingya
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Selamatkan Dua Nyawa, Pria Muslim Ini Hentikan Aksi Penikaman di London Inggris
Tulisan selanjutnya PM Kanada Desak Warganya Segera Tinggalkan Libanon

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar

Berita
14 Juli 2026 17:00
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaNone

Kurma Israel Beredar di Eropa dengan Label Palsu

20 Februari 2026 07:00
BeritaNone

Video: Pria Disabilitas di Nepal Viral Menjaga Masjid dari Serangan Kelompok Radikal

11 Februari 2026 05:26
None

“Kemunafikan Barat Terbongkar”: Celah Hukum Pernikahan Anak di AS Disorot Aktivis HAM

2 Februari 2026 19:30
None

Tolak Gabung ‘Dewan Perdamaian’, Jerman: Penyimpangan Sistem Internasional

23 Januari 2026 09:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?