Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
None

Doktor Sejarah UGM Usulkan Muhammadiyah Ajukan Dua Nama Ini Sebagai Pahlawan Nasional

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 29 November 2021 14:08 2:08 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 29 November 2021 14:50
Bagikan
pahlawan nasional muhammadiyah
Bagikan

Hidayatullah.com — Kepala Program Studi Sejarah Universitas Gadjah Mada (UGM) Nur Aini Setiawati mengusulkan Muhammadiyah mengangkat dua tokoh Pesyarikatan, yaitu Kiai Raden Hadjid bin Djaelani dan Siti Munjiyah untuk diajukan menjadi pahlawan nasional.

Nur Aini menilai dua nama di atas adalah yang paling siap secara data sejarah maupun administratif untuk diusulkan menjadi pahlawan nasional dibanding nama-nama lainnya.

“Ini kira-kira peluang untuk menjadikan dua tokoh Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah ini saya kira menrrik sekali jika kemudian akan diusulkan menjadi pahlawan nasional,” tuturnya dalam panel ketiga forum Kongres Sejarawan Muhammadiyah, Sabtu (27/11/2021), lansir Muhammadiyah.or.id.

Siti Munjiyah dikenal sebagai pegiat perempuan ‘Aisyiyah yang berorasi dalam Kongres Perempuan I tahun 1928. Sementara Kiai Raden Hadjid adalah tokoh Muhammadiyah yang aktif dalam pergerakan nasional, pejuang di zaman penjajahan Jepang, anggota Konstituante, pemimpin perang melawan Agresi Militer I, dan sahabat Bung Karno dalam melakukan delegasi di luar negeri.

Sejauh ini, Muhammadiyah telah memiliki 22 tokoh yang telah resmi mendapatkan gelar pahlawan nasional. Di luar jumlah tersebut, Muhammadiyah masih menyimpan banyak tokoh yang layak diajukan untuk mendapat gelar pahlawan nasional.

Baca Juga

Tahun Baru Hijriah, Kini Punya Makna Perubahan Orientasi Hidup dan Kepedulian Sosial
Cegah Anak Obesitas, Inggris Larang Makanan Manis dan Gorengan di Sekolah
Iran Hujani Israel dengan Rudal Usai Trump Klaim Kemampuannya Melemah
200 Tentara AS Terluka, Iran Nyatakan Siap Perang Panjang
Jerman Penjarakan Seorang Pria Libanon Anggota Hizbullah

Nur Aini lantas memaparkan sekian syarat dalam pengajuan gelar pahlawan nasional. Merujuk pada UU No. 20 Tahun 2009, tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan Pasal 25 dan Pasal 26, pengajuan memiliki syarat umum, syarat khusus, dan syarat administratif.

Syarat umum dan syarat khusus dianggap Nur Aini telah mencukupi. Tugas Muhammadiyah sekarang adalah segera membentuk tim untuk merampungkan syarat-syarat administratif baik pembentukan tim peneliti, tim pengkaji, dan biografi hidup tokoh yang diusulkan.

“Saya kira nanti kalau kita usulkan, (Kiai Hadjid dan Siti Munjiyah) menjadi peluang yang sangat besar jadi pahlawan nasional,” pungkasnya.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:'aisyiyahMuhammadiyahPahlawan NasionalUniversitas Gadjah Mada
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pangeran Norodom Ranariddh Meninggal di Prancis
Tulisan selanjutnya Tak Ingin Terlambat Pria Jerman Mengendarai Mobil ke Tempat Ujian SIM

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Berita
15 Juli 2026 21:25
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Terbaru

  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaNone

Kurma Israel Beredar di Eropa dengan Label Palsu

20 Februari 2026 07:00
BeritaNone

Video: Pria Disabilitas di Nepal Viral Menjaga Masjid dari Serangan Kelompok Radikal

11 Februari 2026 05:26
None

“Kemunafikan Barat Terbongkar”: Celah Hukum Pernikahan Anak di AS Disorot Aktivis HAM

2 Februari 2026 19:30
None

Tolak Gabung ‘Dewan Perdamaian’, Jerman: Penyimpangan Sistem Internasional

23 Januari 2026 09:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?