Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
BeritaNone

Tahun Baru Hijriah, Kini Punya Makna Perubahan Orientasi Hidup dan Kepedulian Sosial

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 17 Juni 2026 12:11 12:11 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 17 Juni 2026 12:31
Bagikan
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) bidang Dakwah dan Ukhuwah KH M. Cholil Nafis
Bagikan

Hidayatullah.com – Momentum Tahun Baru Hijriah tidak seharusnya hanya dipahami sebagai peringatan historis perpindahan Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah. Lebih dari itu, hijrah perlu dimaknai sebagai transformasi orientasi hidup menuju penguatan keimanan, perbaikan diri, dan kemaslahatan yang lebih luas bagi umat. Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Umum MUI, KH Cholil Nafis.

Menurut Cholil, para sahabat menjadikan peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW sebagai titik awal kalender Islam karena peristiwa tersebut sarat dengan nilai perjuangan, pengorbanan, dan keteguhan iman.

“Nabi hijrah dari Makkah ke Madinah, dan itulah yang kemudian menjadi penanda tahun Hijriah. Nama Hijriah dihitung dari peristiwa hijrah Nabi,” ujar Kiai Cholil di Kantor MUI Pusat, Jakarta, Selasa (16/06/2026) melansir laman resmi MUI.

Pengasuh pesantren Cendekia Amanah ini menjelaskan, hijrah bukan sekadar perpindahan tempat, melainkan simbol kesediaan seorang mukmin meninggalkan kenyamanan demi mempertahankan keimanan dan menjalankan perintah Allah SWT.

“Hijrah menunjukkan keimanan seseorang. Rela meninggalkan keluarga, harta, dan tempat tinggal demi iman kepada Allah dan Rasul-Nya,” katanya.

Baca Juga

152 Warga Palestina Syahid pada Juli, Tertinggi Tahun Ini
Kerusuhan antara Hindu dan Muslim, Apa yang Sebenarnya Terjadi di Nepal?
Kementerian Perdagangan China Bantah Tuduhan Amerika Perihal Kerja Paksa di Xinjiang
Di Tengah Tekanan Amerika Serikat, Chad Jadi Negara Kelima yang Keluar dari ICC
Korea Selatan Mencatat Rekor Suhu Udara Terpanas 42,5 Derajat Celsius

Dalam konteks kehidupan modern, Cholil menilai makna hijrah tidak lagi terbatas pada perpindahan fisik. Hijrah saat ini lebih relevan dipahami sebagai perubahan cara pandang dan orientasi berpikir. “Sekarang hijrah itu tidak lagi soal tempat, tetapi soal orientasi berpikir,” tegasnya.

Ia menuturkan, semangat hijrah mengajarkan umat Islam untuk mengubah pola pikir yang semata-mata berorientasi pada urusan dunia menjadi kehidupan yang dipandu oleh nilai-nilai spiritual dan keimanan.
Menurutnya, seorang Muslim perlu menjadikan dimensi ruhani sebagai fondasi dalam menjalani kehidupan, sehingga setiap aktivitas tidak hanya mengejar kesenangan duniawi, tetapi juga bernilai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Selain itu, hijrah juga berarti meninggalkan berbagai perbuatan yang tidak diridhai Allah menuju amal-amal kebajikan yang membawa manfaat bagi sesama.

“Hijrah adalah meninggalkan hal-hal negatif dan maksiat menuju kebaikan, serta mengubah orientasi dari kepentingan pribadi menjadi kepentingan yang memberi manfaat bagi orang banyak,” ujarnya.

Lebih jauh, Cholil menekankan bahwa semangat hijrah harus tercermin dalam kepedulian sosial dan kontribusi nyata kepada masyarakat. Ia mengingatkan bahwa seorang Muslim tidak cukup hanya memikirkan dirinya sendiri, tetapi juga harus berupaya menghadirkan manfaat bagi lingkungan dan umat.

“Orientasi kepada kepentingan sendiri harus berubah menjadi orientasi untuk menyebarkan kebaikan dan manfaat bagi orang lain. Inilah hijrah yang harus menjadi orientasi kita ke depan,” katanya.

Menurut dia, ketika seseorang mulai memikirkan kemaslahatan umat dan kepentingan bersama, Allah SWT akan memberikan jalan terbaik dalam kehidupannya.

“Kalau kita sudah bisa berpikir tentang kebaikan orang banyak dan kebaikan umat, maka diri kita sendiri akan diberikan jalan terbaik oleh Allah,” ujarnya.

Karena itu, ia mengajak umat Islam menjadikan Tahun Baru Hijriah sebagai momentum muhasabah dan pembaharuan komitmen dalam beribadah, memperkuat keimanan, serta meningkatkan kontribusi bagi masyarakat.

“Semangat hijrah adalah semangat mengabdikan hidup dan waktu untuk menjalankan perintah Allah serta berjuang di jalan-Nya,” pungkasnya.

Redaktur: Admin Hidcom
Wartawan: Azim Arrasyid
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Cholil NafisHeadlineMUITahun Baru Hijriah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Wakaf Al-Qur’an, Tumbuhkan Generasi Qurani di Cibuntu
Tulisan selanjutnya Hijrah Digital adalah Upaya Memuliakan Waktu di Era Teknologi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Keluarga Adalah Sekolah Pertama Pembentuk Peradaban

Berita
28 Juli 2026 12:24
Iran Bantah Serang Pelabuhan Damietta Mesir, Menyinyalir Israel Lakukan False Flag
Netanyahu Yakin Pasukan Elite ‘Israel’ akan Membebaskannya Jika Ditahan di Luar Negeri
152 Warga Palestina Syahid pada Juli, Tertinggi Tahun Ini
Malaysia Tegas Menolak Mengakui ‘Israel’ Meski Ditekan AS

Terbaru

  • 152 Warga Palestina Syahid pada Juli, Tertinggi Tahun Ini
  • Kerusuhan antara Hindu dan Muslim, Apa yang Sebenarnya Terjadi di Nepal?
  • Membangun Integritas di Tengah Budaya Manipulasi
  • Kementerian Perdagangan China Bantah Tuduhan Amerika Perihal Kerja Paksa di Xinjiang
  • Di Tengah Tekanan Amerika Serikat, Chad Jadi Negara Kelima yang Keluar dari ICC
  • Korea Selatan Mencatat Rekor Suhu Udara Terpanas 42,5 Derajat Celsius
  • Singapura Tidak Membatasi Usia Pengguna Media Sosial, Tapi akan Menarget Fitur yang Berisiko Bagi Anak
  • Bawa Bom Rakitan Wanita Meledakkan Dirinya di Sebuah Restoran di Moskow
  • Kedubes Amerika Serikat di Berbagai Negara Timur Tengah Imbau Warganya Tinggalkan Kawasan Itu
  • Retak dari Dalam, Tentara ‘Israel’ Memberontak di Pangkalan Sde Teiman

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Singapura Tidak Membatasi Usia Pengguna Media Sosial, Tapi akan Menarget Fitur yang Berisiko Bagi Anak

2 Agustus 2026 11:06
Berita

Bawa Bom Rakitan Wanita Meledakkan Dirinya di Sebuah Restoran di Moskow

2 Agustus 2026 10:27
Berita

Kedubes Amerika Serikat di Berbagai Negara Timur Tengah Imbau Warganya Tinggalkan Kawasan Itu

2 Agustus 2026 09:34
Mundurnya 'Israel' dari Gaza Utara, Awal dari Perang Penghabisan?
Berita

Retak dari Dalam, Tentara ‘Israel’ Memberontak di Pangkalan Sde Teiman

1 Agustus 2026 19:41
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?