Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Mutiara Ramadhan

Selebritas-Kapitalis di “Kampung Ramadhan”

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 12 Agustus 2010 15:30
Bagikan
Bagikan

Bagi seorang muslim yang beriman, Ramadhan adalah momentum paling berharga yang sangat dinanti kedatangannya. Ramadhan selalu menjadi idola spiritual yang menggugahkan kerinduan ruang imani dan menyejukkan rasa haus dan dahaga hamba untuk beribadah dan mendekat (taqarrub) kepada sang Khalik secara sempurna.

Aroma kesucian Ramadhan begitu harum dan menyegarkan lamunan alam sadar orang-orang yang beriman, maka tidak heran doa di tengah keharuan dan gulana hati selalu terucap setiap masa dalam ingatan, “Allahumma bariklana fi rajaba wasya’ban wabalighna Ila Ramadhan”. Air mata pun sedetik menetes di tengah kegalauan jiwa di saat bertemu bulan ini.

Di belahan dunia, dari timur dan barat, selatan sampai utara, begitu tumpah ruah ruang rasa keimanan dalam suka cita tatkala Ramadhan menyapa.

Ramadhan bagi seorang mukmin adalah ladang yang begitu banyak menawarkan peluang ibadah yang luar biasa. Nilai pahala sunnah dan wajib berlipat ganda, siapa yang tak tergiur dengan ranumnya ibadah di bulan Ramadhan? Bahkan Allah memberikan ruang sugesti bahwa Ramadhan pintu surga terbuka lebar dan pintu neraka tertutup rapat dan setan pun dibelenggu.

Ramadhan sejatinya membawa berkah bagi kita semua sebagai orang yang beriman dengan sebenar-benar iman. Ramadhan menjadi momentum fundamental perubahan diri, bersuci dalam rengkuhan taubatan nasuha, sebagaimana kehendak Allah dalam firman-Nya: “Dan orang yang bertaubat dan mengerjakan amal saleh, maka sesungguhnya dia bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya.” (QS al-Furqân [25]: 71)

Baca Juga

Makna Shalawat Allah dan Malaikat untuk Orang yang Menjalankan Sunnah Sahur
Kisah Jenaka Bulan Puasa 10: Imam Tarawih Mati Kutu
Kisah Jenaka Bulan Puasa 9: Ngabuburit Akhir Zaman
Kisah Jenaka Bulan Puasa 7: Badui Pamer Puasa
Kisah Jenaka Bulan Puasa 6: Ketika Badui Diajak Membatalkan Puasa

Sangkar Kapitalisme

Dalam beberapa dekade ini, nilai-nilai religius di masyarakat tampak menggembirakan di setiap lini kehidupan. Dan tentu hal ini adalah buah hal yang menggembirakan sebagai hasil dari peran ulama dan para du’at  yang menyampaikan nilai-nilai fundamental secara kontinyu dan ikhlas kepada khalayak banyak. Maka tidak heran kemudian kesadaran ke-islaman di masyarakat sangat luar biasa terlihat nyata. Jilbab berkibar, aktifis remaja masjid, kajian keislaman serentak  menggeliat di beberapa tempat dan nampak luar biasa.

Dan ketika Ramadhan tiba, geliat dan semangat keislaman semakin mencapai klimaksnya. Semua larut dalam kekhusu’an beribadah kepada Allah SWT. Kegiatan islami di mana-mana bergaung, pesantren kilat, tablig akbar  Ramadhan, shalat tarawih, tadarus al-qur’an menjajakan aura ilmu yang tiada tara nikmatnya. Entitas ibadah hamba yang tiada hentinya selama satu bulan penuh di bulan yang penuh berkah.

Namun mari sejenak kita jalan-jalan ke dunia lain di bulan Ramadhan nan mulia ini. Sekejap kita teropong dengan kacamata tauhid imani kita tentang sebuah fenomena yang sebenarnya sangat berlawanan dengah nilai-nilai keislaman kita. Entah itu budaya konsumtif dengan balas dendam syahwat perut akibat  seharian puasa, budaya mandi Balimau yang sesungguhnya hanya sia-sia  tanpa makna. Dan banyak sebagian di antara kita menghabiskan waktu Ramadhan dengan asyik masyuk nongkrong di depan televisi,  dalam aneka kelakuan “kampung Ramadhan” versi para selebritis.

Dan kita hanya termangu terhipnotis kelakuan para selebritis kapitalis dan kita secara tidak sadar menjadi bagian maya dari kelakuan mereka.  

Benar memang, Ramadhan bulan berkah (baca: keuntungan) bagi siapa saja. Bahkan termasuk TV dan para selebritis. Program-program TV mendadak “santri” yang selama Ramadhan, dipenuhi artis “berjilbab”.

Hanya patut disayangkan, bahwa perubahan tersebut tidak membawa perubahan yang fundamental, yakni berislam secara kaffah dan berlepas diri dari sistem tambal sulam ala kufur jahiliyah, sehingga wajar ketika Ramadhan berlalu maka selesailah semuanya dan kembali seperti sedia kala.

Selebriti “berjilbab”, sinetron, film, acara televisi selama bulan Ramadhan, bahkan gosip infotainment yang konon katanya dibuat “islami”, tidak lain hanya bungkusan kapitalisme demi mendulang uang.

Padahal, sebelum Ramadhan, para selebritis jarang ada yang berubah secara fundamental keislam-annya. Drama “kemunafikan” yang dipertontonkan ini akan menjelajahi hati. Maka, jika tidak berhati-hati, maka Ramadhan kita menjadi  tanpa makna, bahkan jauh dari kemenangan mencapai derajat muttaqien yang kita harapkan.

Jangan sekedar waktu berlalu

Agar momentum Ramadhan kali ini bisa berjalan semaksimal mungkin tanpa berlalu sia-sia, marilah kita azzam-kan (tekadkan) karena belum tentu kita bertemu dengan bulan Ramadhan tahun depan, atau bahkan Ramadhan kali ini belum tentu bisa kita nikmati sepenuhnya.

Seharusnya i’dad (persiapan) dalam menyambut Ramadhan sangat mutlak diperlukan jauh-jauh hari agar buah Ramadhan, yakni derajat  ketakwaan dapat kita raih sempurna. Minimal kita memiliki dua persiapan ketika menghadapi bulan Ramadhan ini, yakni persiapan ruh dan jasad (i’dad ruhiyah wa al-jasadiyah) dan persiapan pemikiran/ilmu (i’dad al-fikriyah).

Persiapan yang maksimal, akan mampu menjadi hamba-hamba Allah yang meraih derajat takwa sesuai dengan kehendak Allah SWT. Sehingga Ramadhan tidak hanya sekedar waktu berlalu begitu saja

Semoga kita bisa meraih Ramadhan kali ini dengan kemenangan. Dan bukan menjadi korban selebritis “di Kampung Ramadhan” media  dengan  hingar bingarnya, tanpa makna, kecuali hanya mendapatkan haus dan dahaga saja. Naudzubillah

Penulis pemerhati sosial dan pegawai swasta

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Polisi Memburu Oknum Separatis RMS
Tulisan selanjutnya Porsi Baca Al Qur`an Salaf di Ramadhan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bom di terowongan tewaskan tentara Israel
Berita

Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Berita
1 Juni 2026 15:00
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Mutiara RamadhanRamadhan

Kisah Jenaka Bulan Puasa 4 : Ghundar dan “Bonus” Puasa Lupa

12 Maret 2026 11:00
Mutiara RamadhanRamadhan

Memantaskan Diri Meraih Lailatul Qadar

11 Maret 2026 16:00
KajianMutiara RamadhanRamadhan

Keutamaan Puasa Ramadhan menurut Al-Ghazali

11 April 2022 17:30
KajianMutiara RamadhanRamadhan

Inilah Syarat dan Rukun Puasa Ramadhan yang Perlu Diketahui

3 April 2022 13:20
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?