Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Mutiara Ramadhan

Ramadan, Media Meraih Gelar Muttaqien

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 13 Juli 2013 16:09 4:09 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 13 Juli 2013 16:09
Bagikan
Hanya Allah Subhanahu Wata'ala yang kita besarkan, bukan yang lain
Bagikan

Oleh: Tgk Mustafa Husen Woyla

MENARIK menyelami  ayat al-Qur’an surat al-Baqarah ayat 183-186.  Disamping menjadi dalil, illah, historis serta teknis tentang detailnya pelaksanaan  kewajiban puasa, Allah Subhanahu Wata’ala juga menyelipkan adab berdoa agar doa para hamba makbul. Memang secara sekilas nampak  tidak ada kaitan dengan ayat sebelumnya  namun jika kita selami lebih dalam justru itu adalah kode rahasia yang mesti kita ketahui rahasia dibalik penempatan redaksi ayat puasa tersebut.

Berikut kutipan penggalan kalamullah yang terdapat dalam al-Baqarah secara berurutan.

Pertama:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Baca Juga

Makna Shalawat Allah dan Malaikat untuk Orang yang Menjalankan Sunnah Sahur
Kisah Jenaka Bulan Puasa 10: Imam Tarawih Mati Kutu
Kisah Jenaka Bulan Puasa 9: Ngabuburit Akhir Zaman
Kisah Jenaka Bulan Puasa 7: Badui Pamer Puasa
Kisah Jenaka Bulan Puasa 6: Ketika Badui Diajak Membatalkan Puasa

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. al-Baqarah ayat: 183)

 Kedua:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيَ أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهُدَ

“….bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil….” (QS. Al-Baqarah ayat 185).

 Ketiga:

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُواْ لِي وَلْيُؤْمِنُواْ بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, Maka (jawablah), bahwasanya aku adalah dekat. aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. Al-Baqarah ayat 186).

Trilogi ayat di atas sebenarnya mengarah kepada sebuah esensi dari bentuk watak atau karakter alumni tarbiyah Ramadhan bukan hanya ketika berpuasa saja. Sebagaimana bunyi ujung dari ayat terakhir “agar mereka selalu berada dalam kebenaran”.

Jadi, untuk menjadi orang benar yang dalam istilah qur’ani  disebut “muttaqien”  adalah hasil dari keinginan jiwa yang merdeka, ikhlas dan lepas dari belenggu hawa nafsu dan syaitan. Dan terbebas menjadikan serta menjalankan kandungan al-quran sebagai satu-satu pedoman hidup dalam segala aspek kehidupan.

Kemudian para i’badillah (hamba-hamba Allah)  tidak saja berusaha terus menurus tanpa pernah berdoa kepada Allah agar senantiasa dijadikan oleh Allah sebagai orang yang baik dan benar yang menjalankan titah dan perintahnya. Sebagaimana kata bijak mengatakan “Usaha tanpa do’a sombong. Do’a tanpa usaha omong kosong”.

Tentunya dalam berdoa dan berusaha agar tidak berbuah  omong kosong atau untuk meraih hasil yang memuaskan jelas tidak serta merta, sin salabin atau abra kadabra  namun mesti cukup syarat dan masyrut-nya. Itu sangat jelas sekali sebagaimana Allah menjelaskan dalam ayat  di atas “bahwasanya aku adalah dekat. aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku”.

Jadi salah satu syarat diterimanya doa adalah; membuat permohonan, menjalankan perintah serta menyakini akan adaNya Allah dalam arti yang luas.

Jika tiga syarat tersebut sudah kita laksanakan maka jadilah antara kita dengan Allah tanpa jarak sejengkal pun. Artinya, apapun yang kita minta bahkan yang tidak pernah kita minta sekalipun Allah akan memberikan dengan jalan tanpa kita sangka.

Inilah maksud ayat Allah “Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.”  (QS. Al-Thalaq:2)

Alumni Harapan Madrasah Tarbiyah Ramadhan

Meraih “gelar muttaqien” adalah satu-satunya hikmah diwajibkan puasa baik kepada umat terdahulu maupun sekarang. Sebagaimana firman Allah dalam surat al-Baqarah ayat: 183 di atas.

Dalam al-Qur’an kata taqwa terdapat 224 ayat dengan berbagai bentuk  yang berbeda-beda tergantung konteks ayat yang ada, akan tetapi inti dari semua ayat itu bermuara pada beberapa pengertian, yaitu taqwa adalah orang yang beriman, taqwa adalah takut dan taqwa adalah beramal shaleh.

Kemudian kata “taqwa” dalam bentuk apapun selalu tergolong kata dalam kata kerja. Jadi untuk meraih gelar muttaqien dibutuhkan usaha yang terus menurus dan simultan tak pernah kenal lelah dan istrihat. sebagaimana jawaban  Imam Ahmad ketika ditanyakan kapan seorang mukmin istirahat. Dengan tegas beliau menjawab “ Ketika mukmin menginjak kakinya di surga”. Begitu nasehat dahsyat sang Imam.

 One month to one year

 Ramadhan adalah satu bulan untuk satu tahun (Ramadan is a month for one year) maksudnya adalah spirit puasa itu mampu kita aplikasikan dalam sebelas bulan yang lain. Menahan diri dari larangan berbuat kesalahan yang melebarkan pintu neraka tidak berlaku saja di bulan puasa namun mesti hidup sepanjang tahun.

Akhirnya kita berharap, mampu mengiqra’ pesan rabunna azzawajalla yang diturunkan ke langit dunia pada Malam Lailatul Qadar. I’qra pertama adalah mampu membaca secara tekstual/harfiah, I’qra kedua mampu menafsirkan sesuai ilmu usulud tafsiir dan I’qra tingkatan ketiga adalah mampu menjadi furqan (pembeda) antara hak dan yang batil baik dalam konteks berfikir dan bertindak.*

Penulis adalah pengurus Ikatan Penulis Santri Aceh bidang Pengkaderan dan juga Guru Dayah Ihsan Abu Hasan Kreung Kalee

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:gelar muttaqienlailatul qadarPuasaRamadhan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya KAMMI Tangerang desak Pemerintah Setempat Keluarkan Perda Anti Miras
Tulisan selanjutnya Indonesia “Kiblat” Baru Muslim Dunia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bendera Palestina dan Bendera Irlandia di Balai Kota Dublin
Berita

Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Berita
1 Juni 2026 11:20
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Mutiara RamadhanRamadhan

Kisah Jenaka Bulan Puasa 4 : Ghundar dan “Bonus” Puasa Lupa

12 Maret 2026 11:00
Mutiara RamadhanRamadhan

Memantaskan Diri Meraih Lailatul Qadar

11 Maret 2026 16:00
KajianMutiara RamadhanRamadhan

Keutamaan Puasa Ramadhan menurut Al-Ghazali

11 April 2022 17:30
KajianMutiara RamadhanRamadhan

Inilah Syarat dan Rukun Puasa Ramadhan yang Perlu Diketahui

3 April 2022 13:20
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?