Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Mutiara Ramadhan

Mereka yang Layak Rayakan Kemengan Idul Fitri

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 13 Agustus 2013 06:06 6:06 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 13 Agustus 2013 06:06
Bagikan
Bagikan

Oleh: Dr. Abizal Muhammad Yati, Lc, MA

MATA  Hari yang terbit hari ini tidaklah seindah matahari yang terbit kemarin, matahari kemarin penuh cahaya keberkahan yang menjanjikan sejuta ampunan dan pahala yang melimpah, hari ini cahaya itu sudah hilang karena tamu yang agung itu telahpun pergi meninggalkan bumi, kepergianyya diiringi oleh para malaikat yang membawa keberkahan menuju arasy’  Allah Subhanahu Wata’ala dengan membawa catatan-catatan penting  yang akan dilaporkan kepada Tuhan yang telah mengirimkan tamu agung tersebut kepada umat Islam. Lebih kurang satu bulan lamanya tamu agung tersebut berada di bumi, memberikan pelayanan yang begitu istimewa, mendengarkan keluh kesah manusia, mengabulkan permintaan apa saja yang diminta hamba kepada TuhanNya, melipat gandakan amal kebaikan dengan berjuta-juta pahala denagan balasan Surga yang indah, menerima taubat hamba-hamba yang yang ingin kembali kepada TuhanNya, mengampuni dosa-dosa mereka meskipun dosa mereka seperti gununung-gunung yang menjulang tinggi.

Hanya dengan puasa yang dikerjakan penuh dengan keimanan dan keikhlasan berguguran dosa-dosa mereka yang lalu, ditambah lagi dengan shalat malam yang mereka kerjakan dengan penuh rasa khusyu’ dan khuzdu’ (tunduk dan patuh) semata-mata karena Allah maka bertambah pula derajat mereka dihadapan Allah, terbebas dari api neraka merupakan keberuntungan yang dijanjikan Tuhan bagi mereka, dan hunian surga hadiah istimewa bagi mereka.

Sungguh amat beruntunglah bagi mereka yang telah memuliakan tamu agung tersebut sebagai momentum perbaikan diri dan tazkiyatun nafs (pensucian jiwa), sehingga diri menjadi suci dan bersih dari noda-noda dan dosa, Sungguh sangat beruntung orang-orang yang telah mensucikan diri (al-A’la: 14).

Membersihkan diri dari kesalahan-kesalahan masa lalu terhadap diri yang telah melampaui batas, betapa banyak larangan Allah yang dikerjakan dengan sengaja dalam keadaan sadar, tangan yang Allah berikan digunakan untuk maksiat mengambil harta yang bukan miliknya atau menyentuh tubuh yang tidak halal  baginya, mata yang diberikan digunakan untuk melihat apa yang Allah haramkan, hidung mencium yang haram, lidah burucap yang kotor ghibah (menggunjing), dan namimah (menyebar fitnah), telinga mendengar kata-kata kotor dan keji, kaki lebih sering dilangkahkan ke tempat maksiat, hati selalu memikirkan syahwat dan kesenangan dunia. Belum lagi dosa-dosa meninggalkan perintah Tuhan, betapa banyak alfa dalam memenuhi kewajiban Allah, seruan azan diabaikan, suara al-Quran dianggap mengganggu hati dan pikiran, shalat fardhu lima waktu ditinggakan dengan sengaja, puasa ramadhan bertahun-tahun ditinggalkan dengan penuh keangkuhan, harta yang melimpah ruah tidak pernah dikeluarkan hak fakir miskin dan anak yatim yang terdapat di dalamnya, dan dosa-dosa lain yang begitu banyak.

Baca Juga

Makna Shalawat Allah dan Malaikat untuk Orang yang Menjalankan Sunnah Sahur
Kisah Jenaka Bulan Puasa 10: Imam Tarawih Mati Kutu
Kisah Jenaka Bulan Puasa 9: Ngabuburit Akhir Zaman
Kisah Jenaka Bulan Puasa 7: Badui Pamer Puasa
Kisah Jenaka Bulan Puasa 6: Ketika Badui Diajak Membatalkan Puasa

Semuanya lebur dan berguguran tiada satupun tersisa, diampuni semuanya oleh yang maha Pengampun bagi hamba-hamba yang benar-benar menggunakan kesempatan tersebut untuk bertobat dan kembali ke jalanNya.

Rasulullah meriwayatkan dalam Hadis Qudsi, Allah berfirman: “Wahai Anak Adam, jika engkau bermunajat dan berharap kepadaku maka aku ampunkan semua dosa engkau dan Aku tidak peduli (sebesar apapun dosa itu), wahai anak Adam jika dosamu menjulang tinggi hingga ke langit kemudian engkau memohon ampun kepadaku maka Aku ampunkan semua dosa engkau dan Aku tidak peduli (sebanyak apapun dosa itu) wahai anak adam jika engkau datang kepadaku dengan dosa sebulat bumi kemudian engkau berjumpa denganku tidak pernah menyekutukan aku dengan sesuatu apapun maka aku akan menjumpai engkau dengan ampunan sebulat bumi.” (HR. Tirmizi).

Namun, tidak semua orang mendapat keburuntungan ini, tidak semua mendapatkan ampunan dari Allah, karena mereka tidak memuliakan tamu yang mulia tersebut, mereka menyianyiakan kesempatan tersebut, padahal mereka telah diberi kesempatan untuk bertemu dengan bulan mulia tersebut. Di siang hari seharusnya mereka menahan haus, lapar dan syahwat, malahan mereka dengan penuh kesombongan melanggar perintah tersebut, di malam hari seharusnya menghidupkan malam dengan mendekatkan diri dengan shalat, zikir dan baca al-Quran, tapi mereka abaikan semua itu. Beginilah yang digambarkan oleh Rasulullah: Betapa banyak orang diberi kesempatan untuk bertemu Ramadhan namun Allah tidak mengampunkan dosanya.

Hari yang fitri ini merupakan kemenangan yang besar bagi orang-orang yang telah benar-benar mendapatkan ampunan dari Allah, kebahagiaan yang tiada tara yang bagi orang yang telah berpuasa, Rasulullah bersabda: “Bagi orang yang berpuasa ada dua kebahagiaan satu kebahagiaan ketika berbuka dan satu kebahagiaan ketika berjumpa dengan Tuhannya.” (HR. Muslim).

Di pagi hari ini satu kebahagiaan yang dinikmati oleh mereka yang benar-benar berpuasa di bulan suci yaitu mereka telah berbuka dengan penuh kegembiraan bersama sanak saudara mereka, hari-hari sebelumnya selama satu bulan lamanya mereka telah menahan rasa lapar, haus karena Allah, Merekalah orang-orang yang telah memperoleh ampunan Allah. Maka  mereka pulalah yang layak merayakan kemengan di hari yang fitri ini karena diri mereka telah kembali kepada fitrhah, suci seperti baru dilahirkan ke bumi.

Orang Bijak berkata: Bukanlah hari raya bagi orang yang berhias diri dengan pakaian dan kenderaan, hari raya adalah bagi orang yang telah diampunkan dosanya, bukanlah hari raya bagi orang yang makan makanan yang lezat, bersenang-senang dengan syahwat dan kelezatan, hari raya adalah bagi bagi orang yang telah diampunkan dosaya dan telah diganti kesalahannya dengan pahala dan kebaikan (al-Futuhat aulya).*

Penulis adalah pengurus Dewan Dakwah Islamiyah Aceh (DDI-Aceh)/ wakil pimpinan Pesantren Darul Ihsan Aceh

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Idul fitrikebaikanKemenanganpahala
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Madrasah NTB Terapkan Kurikulum 2013 tahun Ajaran 2014
Tulisan selanjutnya Siraman Manis 2013: Bukan Perpisahan, Cuma Pelepasan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Berita
31 Mei 2026 04:41
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Masjid Al Aqsha BSD Sembelih 198 Hewan Qurban, Distribusi hingga Aceh dan NTT
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Mutiara RamadhanRamadhan

Kisah Jenaka Bulan Puasa 4 : Ghundar dan “Bonus” Puasa Lupa

12 Maret 2026 11:00
Mutiara RamadhanRamadhan

Memantaskan Diri Meraih Lailatul Qadar

11 Maret 2026 16:00
KajianMutiara RamadhanRamadhan

Keutamaan Puasa Ramadhan menurut Al-Ghazali

11 April 2022 17:30
KajianMutiara RamadhanRamadhan

Inilah Syarat dan Rukun Puasa Ramadhan yang Perlu Diketahui

3 April 2022 13:20
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?